Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Dinda tau


__ADS_3

Bersitegang antar ke dua nya masih tak terelakkan,hingga Lee dan Tasya menghampiri mereka.


"Papa...!" Teriak Tasya sambil berlari dan memeluk Arjuna dengan manja .


Lee hanya tersenyum dan duduk di samping Dinda yang terlihat gelisah,Lee bisa menangkap itu.


Tasya melirik Dinda di seberang nya dengan wajah berbinar dan mendapat anggukan dari Arjuna .


Dengan pelan Tasya berjalan menghampiri Dinda yang duduk di seberang nya .


"Mama...!" Panggil Tasya dengan mata yang masih berbinar.


Deg


Dinda menatap wajah kecil yang lucu di depan nya itu.


"Mama...?" Tanya Dinda mengulang perkataan Tasya .


"Hhhmmm...!" Tasya mengangguk dengan gemas sambil tersenyum manis.


Dinda bingung kenapa Tasya memanggil nya dengan sebutan mama,tidak kah itu terlalu aneh ..di mana ibu nya Tasya.


Greep


Tasya memeluk Dinda yang masih bingung.


"Terimakasih mama sudah mau ke pulang ke sini, berjanji lah akan selalu di sini bersama Tasya ,ka Lee dan papah..!" Ucap Tasya dengan polos.


Dinda melongo mendengar penuturan anak sekecil Tasya .


"Sudah lah,biar kan mama mu istirahat dulu,kalian main lah ke taman bersama suster dulu..!" Ucap Arjuna yang mendapat anggukan dari Lee dan Tasya .


Sebelum pergi ,Tasya mencium pipi Dinda dengan sayang.

__ADS_1


Cup


"Terimakasih mama..!" Ucap Tasya dengan tulus.


Lee dan Tasya sedikit berlari menuju taman.


"sekarang masuk lah ke kamar,pelayan sudah menyiapkan kamar untuk mu, untuk hari ini kau tidur di kamar ku saja dulu,aku akan tidur bersama Tasya malam ini ...!" Ucap Arjuna yang akan berlalu.


"Aku akan pulang,kau tidak bisa menahan ku semau mu..!" Ucap Dinda sedikit berteriak.


"Kau yakin ingin pulang,bahkan kau saja sangat takut bertemu orang asing dan bukan hanya itu ,kau bahkan akan histeris hanya dengan melihat bayangan..!" Geram Arjuna yang di benar kan oleh hati Dinda .


"Kau ingin sekali bukan pulang,maka pulang lah sendiri,Lee akan tetap di sini..!" Sambung Arjuna dengan penekanan,biar lah ia di anggap jahat kali ini karena sudah dengan egois meminta Lee pada Dinda .


Deg


Dinda melihat tajam ke arah Arjuna .


"Tidak,Lee putera ku,hanya milik ku..!" Tekan Dinda tak mau kalah.


"Iya ,kau Daddy nya,namun ke mana saja kau selama ini,selama lima tahun kau tak pernah menemui nya,bahkan saat dia membuka mata nya pertama kali,bukan wajah mu yang seharusnya dia lihat,kemana saja kau.. Lee tak berarti bagi mu,jadi biar kan kami pergi .kau sudah memiliki Tasya sekarang,biar kan kami tenang dengan dunia kami..!" Minta Dinda yang sudah tak tahan lagi .


Arjuna lirih di sana mendengar penuturan Dinda ,kepala nya berdenyut hebat,rasa bersalah itu tiba-tiba hadir lagi dan menggerogoti pikiran yang membuat nya kacau dan hancur,sungguh jika Dinda tau,ia pun tersiksa saat itu,bahkan diri nya hancur dan Baim saksi dari semua itu.


"Tuan...!" Teriak Baim yang melihat Arjuna terduduk di lantai dan memegang kepala nya yang berdenyut,sungguh ini yang Baim takut kan.


Dinda kaget melihat reaksi Arjuna seperti itu,ia tak mengerti apa yang menimpa Arjuna .


Baim membawa Arjuna ke sofa panjang di sana untuk berbaring dan segera mengambil obat yang memang sewaktu-waktu masih di minum Arjuna .


Dinda masih diam dan terpaku sampai ia melihat Arjuna terlelap dengan tenang.


"Bisa kita bicara..?" Tanya Baim pada Dinda yang masih duduk di seberang sana menyaksikan semua nya.

__ADS_1


Baim membawa Dinda ke taman di mana Lee dan Tasya bermain dengan gembira bersama


"aku ingin pulang,aku tak ingin berada di sini..!" Ucap Dinda pada Baim.


"Kau tau bukan,jika kau dan tuan adalah orang yang penting dalam hidup ku,kau sudah ku anggap seperti adik ku sendiri, sekarang kau dengar apa yang akan ku katakan ,aku tak meminta pendapat mu,kau hanya cukup mendengar kan saja..!" Ucap Baim dengan serius.


Baim mulai menceritakan kehidupan Arjuna setelah perceraian mereka,hancur ..itu lah hal yang pantas menggambarkan diri Arjuna saat itu,ia perlu waktu cukup lama untuk bangkit,karena rasa bersalah nya yang besar,ia tak berani menemui Dinda dan Lee untuk meminta maaf secara langsung,namun percaya lah,Arjuna selalu memikirkan ke dua nya,sampai Tasya hadir di kehidupan Arjuna ,ia merasa hidup nya kembali berwarna,bukan ia lupa pada Lee anak kandung nya,namun ia tak mau menambah kekacauan di hidup Dinda dan diri nya kembali saat itu.


"Tasya ..bukan kah dia sudah memiliki Tasya ,untuk apa Lee di sini,biar kan dia bersama ku..!" Sela Dinda .


"Kau benar dia memiliki Tasya ,namun dia bukan anak tuan,dia kesalahan akibat yang harus tuan pertanggungjawaban atas kejadian yang menimpa nya dua tahun yang lalu..!" Kata Baim terputus yang mengingat kejadian tragis dua tahun lalu,di mana saat Arjuna di dalam apartemen nya yang terjadi kebakaran akibat kelalaian Arjuna ,ia di selamat kan sepasang suami isteri yang berada di samping kamar nya ,suami isteri yang begitu baik pada Arjuna ,mereka begitu perhatian saat Arjuna mengalami kehancuran rumah tangga nya,ke dua suami isteri itu pula yang ikut menyembuhkan keadaan Arjuna yang hancur karena ayah Tasya seorang psikolog dan ibu Tasya seorang dokter anak .


Ayah dan ibu Tasya meninggal saat membawa Arjuna ke luar dari lubang maut ,namun naas saat mereka membawa Arjuna keluar,ibu Tasya sudah kehabisan oksigen dan meninggal di perjalanan rumah sakit,begitu juga dengan ayah Tasya yang mengalami luka bakar yang sempat bertahan beberapa jam saja,kemudian menyusul ibu Tasya meninggal dunia.


Rasa bersalah Arjuna membuat nya menjadikan Tasya sebagai anak nya,bukan karena orang tua Tasya tak memiliki kerabat,namun Tasya sendiri begitu nyaman berada di pelukan Arjuna saat di tinggal orang tua nya,ia akan menangis jika di gendong kerabat orang tua nya dan akan tenang kembali jika bersama Arjuna.


"kau tau semua nya bukan ,jika tuan tak pernah memiliki hubungan apa pun dengan wanita lain,dan satu lagi,pikir kan baik-baik semua nya,tuan hanya ingin menebus rasa bersalah nya pada kalian,jadi ku mohon pikir kan semua nya baik-baik..!". ucap Baim di akhir kalimat nya kemudian berlalu dari hadapan Dinda yang menangis mendengar cerita Baim.


"apa kah aku egois ..lalu bagaimana dengan Lee..aku tidak mau seperti ini..!" lirih Dinda yang menutup wajah nya dengan ke dua tangan sambil terisak.


🌹🌹🌹🌹


semua akan berakhir indah


namun tak selama perjalanan itu mulus


banyak kerikil tajam yang terus berdatangan


like


vote dan Hadiah nya selalu di tunggu


jangan lupa komen nya yaa reader's

__ADS_1


salam hangat untuk kalian semua


semoga selalu di berikan kesehatan


__ADS_2