
"aku berangkat dulu,kau di kamar saja istirahat, jangan melakukan apa pun dulu,panggil pelayan jika ingin sesuatu..!" Pesan Arjuna pada Dinda yang kini bersandar pada ujung ranjang besar nya.
Pagi ini Arjuna akan menghadiri rapat bulanan untuk hotel-hotel milik nya .
Arjuna berjalan dengan gagah di ikuti oleh Derry sang asisten yang sangat cekatan namun agak sedikit gemulai,ia tak mempermasalahkan
Di luar dugaan ,Arjuna kagum dengan kemampuan Derry yang tak kalah jauh hebat nya dari Baim,ia bisa memimpin rapat itu hingga akhir dengan hasil yang memuaskan.
"Kau cukup hebat..!" Puji Arjuna saat sudah berada di ruangan nya.
"Terimakasih tuan...Ting...!" Derry mengedipkan mata nya pada Arjuna dan itu membuat Arjuna melongo takut.
"Brengsek sekali Baim,kenapa dia mengirim orang seperti ini..!" Gumam Arjuna menggerutu kesal.
Malam hari di mansion,Arjuna dan Dinda baru selesai makan malam bersama,kini mereka duduk di ruang tv sambil bercerita tentang kegiatan Arjuna hari ini di kantor.
"Bagaimana meeting hari ini..?" Tanya Dinda sambil bersandar pada pundak Arjuna yang sedang asyik melihat saluran berita.
"Semua berjalan baik,Derry bisa di andalkan seperti Baim..!" Puji Arjuna
"Tapi....!" Ucapan Arjuna terhenti saat Dinda mendongak dan menatap tajam ke arah nya.
"Tapi apa..!" Sambung Dinda dengan melotot.
"Kakak bertemu wanita cantik lagi..!" Tambah Dinda menebak dengan kesal.
Cup
Arjuna mematuk bibir Dinda dengan cepat ,ia menggigit kecil bibir mungil di depannya.
"sakit...!" Ucap Dinda mendorong dada Arjuna.
Arjuna tersenyum ke arah Dinda dan meneruskan melihat berita.
"Kak..!" Panggil Dinda menggoyangkan tangan Arjuna.
"Hmmmm...!"
"Tapi apa..terus kan,aku ingin mendengar..!" rengek Dinda.
"Kau tau betapa brengsek nya Baim itu,dia mengirim Derry yang seperti itu,dia mengedipkan mata pada ku, menjijikan sekali..!" Cerita Arjuna yang membuat Dinda tertawa mendengar nya.
__ADS_1
"Kau senang sekali jika aku di goda seperti itu..!" ucap Arjuna menatap tajam ke arah Dinda yang tertawa lepas.
"Setidak nya dia bukan wanita yang kegatelan,aku tak masalah dengan Derry..!" jawab dinda yang kemudian tertawa kembali.
Arjuna sangat kesal dengan tanggapan Dinda yang seolah meledek nya.
"Kau,akan ku buat kau tak bisa berjalan besok pagi..!" Arjuna menyeringai licik dan langsung menggendong Dinda menuju kamar mereka.
"Apalagi yang kakak lakukan..?" tanya Dinda yang terkejut saat tubuh nya melayang .
"Diam,aku akan memberikan hukuman karena kau sudah mengejek ku..!" ucap Arjuna dengan penekanan.
Dinda menelan saliva nya dengan susah,ia membayangkan bagaimana hukuman yang di katakan Arjuna.
"Kenapa diam,bukan nya kau dari tadi terus tertawa...?" tanya Arjuna yang sudah mengukung tubuh Dinda di bawah nya.
"Kak, Dinda mau ke toilet,mau pipis..!" Dinda beralasan berharap Arjuna melepaskan nya.
"Sudah terlambat..!" bisik Arjuna di telinga dinda sembari menggigit kecil telinga nya.
Bibir Arjuna turun menyusuri leher Dinda,mengecap beberapa titik dan meninggalkan jejak di sana.
Arjuna melihat wajah Dinda yang sudah memerah dengan mata terpejam,ia menyeringai licik dan melepaskan kaos nya.
"Bersiap lah..!" Bisik Arjuna saat mengangkat dress yang Dinda pakai.
Dinda menggeleng,namun itu terlambat karena milik Arjuna sudah tertanam sempurna di tubuh Dinda.
"Kak...!" Rengek Dinda yang melihat Arjuna hanya diam di atas nya sambil tersenyum.
Arjuna tak membalas panggilan Dinda,ia hanya sibuk dengan aktifitas nya yang membuat Dinda terus memanggil nya dalam kenikmatan malam itu.
Dengan penuh kelembutan,Arjuna menjamah setiap inci tubuh Dinda malam ini,ia tak ingin menyakiti bayi di dalam perut Dinda.
Setelah melakukan beberapa pelepasan,Arjuna berbaring di samping Dinda yang tengah mengatur nafas nya.
"Apa kah ini cukup untuk malam ini..?" Goda Arjuna.
"Kak,aku lelah sekali...!" Ucap Dinda yang langsung memeluk Arjuna dan memejamkan mata karena kelelahan.
Pagi hari
__ADS_1
"Din,aku berangkat dulu,kau tidur saja lagi, sebentar lagi akan ada yang mengantarkan mu sarapan..!" Bisik Arjuna yang berpamitan pada Dinda yang tertidur lagi,padahal ia sudah bangun dan mandi,tapi karena hukuman Arjuna tadi malam,membuat ia susah berjalan dan badan nya pun cukup lelah.
"Hhuuummmm...!" Hanya itu yang bisa Dinda katakan pada Arjuna.
Arjuna mengecup kening,pipi dan bibir Dinda secara bergantian.
"******* mu tadi malam,begitu sexy,aku menyukai nya,sudah lama sejak kau hamil,aku tidak mendengar itu dan tadi malam aku mendengar nya lagi, makasih sayang...!" Ucap Arjuna di telinga Dinda.
Bibir Dinda berkedut menahan senyum nya,ia ingin mencubit bibir Arjuna yang sudah berkata mesum di pagi ini,namun mata nya tak mengijinkan untuk terbuka,ia begitu lelah .
Arjuna tersenyum melihat Dinda yang makin meringkuk di bawah selimut,ia keluar dari kamar dan segera memberi instruksi pada para pelayan untuk melayani isteri nya itu.
"Antarkn sarapan dan makan siang tepat waktu ke kamar nya,jangan biar kan dia melakukan sesuatu...!" Pesan Arjuna pada para pelayan setia yang menemani Dinda di rumah.
Di kantor Arjuna tengah sibuk dengan pekerjaan nya,kadang ia sangat risih saat berinteraksi dengan Derry,karena Derry selalu mencari kesempatan untuk menggoda Arjuna,tapi hanya saat mereka berdua,saat banyak orang,Derry bekerja dengan profesional.
"Tuan,nanti malam ada perayaan untuk perusahaan karena sudah bekerja maksimal bulan ini,apa anda akan menghadiri nya..?" tanya Derry yang kini tengah meminta tanda tangan Arjuna mengenai dana tentang nanti malam.
"aku akan menanyakan istri ku,karena dia baru sehat,kau atur saja semua nya agar karyawan kita senang..!" tutur Arjuna memberikan arahan pada Derry.
Arjuna ingin mengajak Dinda ke pesta itu,namun ia takut jika terjadi sesuatu lagi pada Dinda,sebagai seorang CEO di perusahaan ,dia harus hadir di sana untuk memberikan sambutan dan ucapan terimakasih pada seluruh karyawan karena kinerja yang cukup bagus hingga membawa perusahaan ke titik tertinggi pada masa sekarang.
sore ini Arjuna akan pulang lebih awal dari biasa nya,karena ia ingin mengatakan pada Dinda tentang pesta yang akan di adakan nanti malam di hotel mereka.
Arjuna membeli gaun dan beberapa perhiasan untuk Dinda nanti malam,ia akan membawa Dinda dan beberapa bodyguard wanita yang akan menjaga kenyamanan Dinda di sana.
"sayang.." panggil Arjuna saat memasuki kamar namun tak menemukan Dinda di dalam.
"kemana dia..?" gumam Arjuna pelan ,ia membuka jas dan sepatu nya,setelah itu berkeliling di mansion nya untuk menemukan Dinda.
"apa kau melihat Dinda..?" tanya Arjuna pada salah satu pelayan di rumah nya.
🌹🌹🌹🌹
terimakasih kakak semua atas dukungan nya selama ini..
stay selalu kakak
mampir juga ke cerita aku yang lain
Cinta Nayna
__ADS_1