
Siang hari Dinda yang tertidur di sofa di kaget kan dengan keadaan tubuh seperti melayang,dia membuka mata,mendapati jika Arjuna mengangkat tubuh nya untuk membaringkan di kasur.
"kenapa tidur di sofa,apa tubuh mu tidak sakit..?" tanya Arjuna yang melihat Dinda seperti masih mengantuk.
"aku sangat mengantuk sehabis minum obat,jadi tidak sadar kalau masih ada di sofa..!" jawab nya.
Arjuna membaringkan Dinda kemudian menyelimuti tubuh nya dengan selimut. Arjuna berjalan ke dapur mengambil makan siang yang sudah di siap kan oleh pelayan.
"Din,bangun dulu..aku membawa kan makan siang ..kau harus minum obat..!" ucap Arjuna berusaha membangun kan Dinda yang tertidur kembali.
Dinda bangun duduk di tepi ranjang,menatap makanan yang tersedia di meja.
"kak,aku bisa makan di bawah..tidak perlu di bawa ke kamar..!" ucap Dinda sambil menatap Arjuna.
"kau masih lemas,cepat habis kan makan mu saja..!" kata Arjuna mengambil kan beberapa sayur ke piring Dinda.
__ADS_1
Dinda menurut tidak membantah lagi "kakak,tidak ikut makan..?" tanya Dinda kemudian.
"kakak sudah makan,kau makan saja, setelah itu minum obat mu,satu jam lagi aku harus tiba di kantor..!" jawab Arjuna.
Dinda mengangguk dan segera menghabis kan makanan nya dan meminum obat. Setelah memastikan keadaan Dinda,Arjuna kembali ke kantor nya.
"apa kau menemukan informasi mengenai Dinda ..?" tanya Arjuna pada Baim.
"beberapa informasi saya dapat kan dari satpam perumahan di sana tuan,ayah nyonya sekarang sedang sakit-sakitan,jadi perusahaan keluarga mereka saat ini di kendalikan oleh menantu nya yang bernama Kristian,namun dari yang saya dengar,mereka terlilit hutang dan terancam bangkrut..!" jelas Baim.
Baim hanya mengangguk menerima perintah dari Arjuna.
Kehidupan Dinda dan Arjuna berjalan baik-baik saja,meski tak ada kontak fisik layak nya pasangan suami istri,namun mereka terlihat harmonis,dalam 5 bulan ini orang tua Arjuna tak pernah lagi mencampuri rumah tangga nya.
Sepeti biasa,Dinda masih di sibuk kan dengan kuliah nya, terkadang dia menemani Arjuna ke luar kota untuk urusan bisnis.
__ADS_1
Di sebuah cafe di pinggiran kota,terlihat Dinda sedang menikmati makan siang "Din,bagaimana kabar mu?" tanya Reza diseberang Dinda duduk.
"aku baik,kakak kemana saja,sudah lama kita tak bertemu,terakhir saat di parkiran rumah sakit itu kan ..?" ujar Dinda sambil memakan makanan.
Mereka terlihat bertukar cerita dengan sedikit candaan,terkadang Reza mengusap pucuk kepala Dinda,karena gemas dengan sikap Dinda.
Tanpa mereka sadari,di ujung meja cafe itu ada yang terus memperhatikan gerak-gerik Dinda dan Reza.
"kenapa Dinda tidak bilang pada ku kalau dia akan bertemu dengan seseorang..?" gumam Arjuna pelan.
yaa Arjuna juga berada di cafe yang sama dengan Dinda,dia baru saja menyelesaikan rapat di salah satu hotel dekat cafe itu,hingga saat rapat berakhir diri nya dan Baim memutuskan untuk makan siang dulu di cafe terdekat sebelum kembali ke kantor.
"ada apa tuan..!" tanya Baim yang membuyarkan pikiran Arjuna.
"tidak apa-apa,ayo makan.. setelah itu kita akan kembali ke kantor lagi .!" jawab Arjuna sambil mengalihkan perhatian Baim agar tak tau apa yang di pikirkan nya saat ini.
__ADS_1