
"Daddy....?" Gumam Arjuna dengan pelan.
Anak kecil itu mengulurkan tangan seolah meminta Arjuna untuk menggendong nya.
"Maaf kan anak saya tuan, terimakasih tumpangan nya..!" Ucap Feby merasa tak enak.
Namun saat Arjuna menghidupkan mobil dan akan pergi,anak itu menangis dengan kencang seolah meminta Arjuna untuk tinggal bersama nya,tapi Arjuna terus melajukan mobil nya, sebenarnya ia iba saat melihat seorang anak kecil yang menangis dan meminta nya untuk menggendong,tapi ia takut terjadi salah paham.
"Sayang,tenang lah..!" Bujuk Feby menenangkan anak nya.
"mamah akan berusaha membuat dia menjadi Daddy mu, sebentar lagi..!" Gumam Feby tersenyum.
Feby membawa anak nya masuk di ikuti pelayan yang tadi menggendong anak nya.
Di Mansion
Arjuna telah memarkir kan mobil nya di garasi besar milik nya,dengan langkah yang lelah,ia berjalan memasuki mansion nya.
Dengan pelan ia mulai menaiki tangga,namun hanya sampai anak ke tiga tangga,sebuah suara menghentikan langkah nya
"Kakak sudah pulang..?" Tanya Dinda sambil membawa segelas susu hangat di tangan nya.
"Kau,kenapa belum tidur..?" Tanya Arjuna yang berbalik dan menuruni anak tangga kembali,ia mengambil alih gelas di tangan Dinda ,kemudian merangkul pundak Dinda untuk berjalan bersama menuju kamar.
"pelan-pelan..!" Ucap Arjuna dengan perhatian membawa Dinda menaiki tangga.
"Kenapa ke dapur sendiri,kau bisa memanggil pelayan untuk membantu mu,bukan kah sudah ku bilang,kau istirahat saja di kamar ..!" Omel Arjuna namun dengan kelembutan.
Dinda tersenyum mendapat Omelan yang dianggap nya terlalu manis itu.
"Cuma membuat susu,aku masih bisa,kakak berlebihan sekali..!" Gerutu Dinda.
"Iya ,aku memang berlebihan untuk isteri anak ku ini..!" Usap Arjuna pada perut buncit Dinda.
Tiba di kamar,Dinda duduk di tepi ranjang sambil meminum susu yang di sodorkan oleh Arjuna,dengan pelan ia meminum susu dengan usapan lembut di kepala nya dari Arjuna,tanpa sengaja mata Dinda menatap noda lipstik dekat kerah baju Arjuna.
Uhuk uhuk uhuk.
Dinda meletakkan gelas susu yang belum habis itu di samping tempat tidur.
"Pelan-pelan...!" Ucap Arjuna yang memberikan air putih kembali.
Dinda menatap nanar pada Arjuna di depan nya,kemudian air mata nya lolos begitu saja.
__ADS_1
"Sayang,apa yang terjadi..?" Tanya Arjuna yang kaget melihat Dinda tiba-tiba menangis.
"Apa ada yang sakit..?" Tanya Arjuna kembali dengan khawatir,ia membantu mengusap air mata Dinda,namun di tepis oleh Dinda dengan memalingkan wajah nya .
Arjuna bingung melihat perubahan Dinda secara tiba-tiba,ia duduk di samping Dinda,mencoba mencari tau apa yang terjadi.
"Din,apa ada yang salah dengan ku,kalau kau hanya diam,aku tidak tau di mana letak salah ku..!" Kata Arjuna dengan lembut,namun tangis Dinda makin bertambah.
Arjuna memeluk Dinda dengan sedikit perlawanan dari Dinda yang tak ingin di peluk,namun Arjuna tetap memaksa Dinda.
Setelah sedikit lebih tenang , Arjuna kembali mengajak Dinda bicara tanpa melepas kan pelukan nya.
"Katakan pada ku,dimana salah nya,aku akan meminta maaf,tapi jangan menangis lagi,itu bisa mempengaruhi kehamilan mu..!" Jelas Arjuna dengan mengusap lembut rambut Dinda yang panjang.
"Apa yang kakak lakukan di luar sana..!" Tanya Dinda dengan sedikit keras.
Arjuna mengerut kan kening,bukan kah dia sudah bilang pada Dinda jika dia menghadiri meeting penting di luar bersama rekan bisnis nya dari Jepang,apa Dinda lupa,gumam Arjuna.
"Bukan kah aku sudah bilang tadi pagi jika aku ada meeting..!" Jawab Arjuna mengingat kan kembali Dinda yang di kira nya lupa.
"Ini,dari mana datang nya lipstik ini..,apa yang kakak lakukan ..?" Tanya Dinda yang melepas kan pelukan nya dan menunjuk bekas lipstik di kemeja Arjuna.
Dengan cepat Arjuna berdiri menuju sebuah cermin rias yang besar di kamar nya,ia meneliti apa yang di ucapkan Dinda barusan.
"Feby...!" Gumam Arjuna pelan,namun di dengar Dinda yang di samping nya.
"Feby...?" Tanya Dinda yang sudah berdiri di samping Arjuna.
"Sayang,ini bukan seperti....!" Perkataan Arjuna terpotong saat Dinda menyela nya lebih dulu.
"Tidak usah di jelas kan,aku tak ingin mendengar cerita itu,apa yang aku lihat sudah jelas,dan wangi parfum yang ada di kemeja kakak,itu juga milik nya bukan..?" Tanya Dinda dengan marah,ia tak sanggup mengontrol diri nya lagi.
Arjuna bingung bagaimana cara nya agar Dinda mau mendengarkan penjelasan nya.
"Semua nya tak seperti yang kau bayang kan Din,ini hanya .....!" Ucapan Arjuna kembali terhenti saat Dinda menyela nya kembali.
"Sudah ku bilang,aku tak mau mendengar kisah kalian yang baru terjadi,aku sadar jika aku tak seperti dulu lagi,tubuh ku juga besar sekarang dan tak pernah berdandan seperti dulu lagi,maka nya kakak mencari wanita cantik lagi seperti Feby bukan..,aku juga...!" Ucap Dinda yang masih menangis namun terhenti saat Arjuna berteriak dengan kencang sambil mengayun kan tangan nya untuk menampar Dinda namun tertahan di udara saat ia melihat Dinda yang menunduk takut.
"Diam....!" Teriak Arjuna.
Dinda masih memejamkan mata menunggu tangan Arjuna sampai pada pipi mulus nya.
1 detik..
__ADS_1
2 detik..
3 detik..
Namun sampai pada 5 detik ,Dinda membuka mata nya,namun Arjuna sudah berbalik dan melepaskan baju nya kemudian membuang nya ke tempat sampah di samping kamar mandi,ia berlalu masuk kamar mandi dengan diam.
Dinda terduduk di lantai,kaki nya terasa lemas saat itu juga,ini untuk pertama kali nya Arjuna marah dan meneriaki nya dengan kencang sampai akan memukul nya.
"Kakak jahat...!" Gumam Dinda yang menangis dengan pilu.
Di kamar mandi,Arjuna mengguyur tubuh nya dengan air dingin,mata nya merah menahan amarah di dada nya,ia menyesal karena meneriaki Dinda dan hampir akan memukul nya tadi,tapi untuk saat ini dia tak akan bicara dulu,Ia takut tak bisa mengontrol emosi nya.
Setelah beberapa saat,Arjuna sudah selesai mandi,ia keluar menggunakan handuk yang melilit bagian bawah nya,hening yang terasa,ia menatap pada ranjang yang kosong, televisi yang telah di matikan dan ya Dinda tak ada di sana.
"Din....!" Panggil Arjuna berharap Dinda berada di balkon kamar atau sedang berada di ruang ganti,namun ia tak menemukan siapa pun di kamar itu,dengan cepat ia memakai baju dan keluar dari kamar namun tetap sama,di luar pun tak ada orang lain karena para pelayan sudah memasuki kamar masing-masing.
Arjuna gelagapan mencari Dinda ke setiap sudut rumah nya,dari dapur,ruang tamu hingga kolam renang dan taman,namun ia tak menemui Dinda,ia berlalu membuka pintu utama berjalan menuju pos penjagaan di depan mansion nya.
"Tuan...!" Ucap salah satu dari tiga penjaga di sana yang sedang asyik mengopi bareng,mereka dengan sigap berdiri menyambut kedatangan tuan nya yang tak biasa itu.
"Sudah duduk lah,tak apa..aku hanya akan bertanya,apa kah kalian melihat Dinda keluar setengah jam yang lalu..?" Tanya Arjuna .
"Nyonya tidak keluar dari mansion tuan..!" Jawab mereka bergantian mengiyakan jawaban teman mereka.
"Berarti dia berada di dalam,tapi di mana...?" Gumam Arjuna menatap mansion nya yang begitu besar.
Arjuna memasuki mansion nya kembali dengan sedikit tenang, setidak nya Dinda tak keluar dari mansion di malam hari yang akan membuat Arjuna makin khawatir.,ia memasuki ruang pemantau CCTV di mansion nya,memeriksa kejadian setengah jam lalu saat ia masih di kamar mandi.
Di mulai dari depan kamar nya,ia melihat Dinda yang keluar dengan masih menangis,menuruni tangga dan sampai pada kamar Dinda dulu.
Arjuna menghela nafas tenang,saat tau Dinda berada di kamar nya di bawah.
Dengan yakin Arjuna membawa langkah nya menuju kamar Dinda,dengan sedikit ke khawatir an kalau Dinda akan menolak nya.
Arjuna memutar handel pintu itu dengan pelan,namun terkunci dari dalam.
🌹🌹🌹
Panik ga...panik lahh..masa gak😂😂
Terus berikan dukungan kakak semua
stay terus yaa
__ADS_1
Mampir juga ya di "Cinta Nayna"