Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
149


__ADS_3

"selamat malam sayang,tidur lah..ijin kan malam ini aku memeluk mu ..!" Ucap Arjuna dengan tatapan penuh cinta pada Dinda yang kini berada di dekap nya.


"Huummm..selamat malam...!" Balas Dinda yang sudah begitu mengantuk dan terlalu lelah karena pesta tadi siang.


Dengan sayang,Arjuna mengusap pucuk kepala Dinda dengan sayang,tak jarang ia memberi kecupan-kecupan kecil di kepala itu,aroma yang begitu ia rindu kan sejak lama,sungguh malam ini adalah malam terindah untuk nya,karena gadis dalam dekapan nya yang membuat senyum terukir di bibir nya.


"Tak akan ku ulangi kebodohan itu,aku akan selalu menjaga mu, membahagiakan kau dan Lee ,sungguh aku mengutuk kebodohan di masa lalu,akan membahagiakan kalian meski nyawa ku taruhan nya,kau dan Lee harus tetap tersenyum,apa pun itu..!" Gumam Arjuna yang mendekap hangat Dinda dalam tidur nya.


"I Love you..!" Ucap Arjuna hingga meninggal kan kecupan jangan di kening Dinda .


Matahari telah menampakkan wajah nya dengan malu,Dinda membuka mata nya,melihat ke arah kaca besar yang tepat berada di ujung tempat tidur nya,sudah pagi,namun Arjuna tak kunjung bangun,tangan besar itu masih setia memeluk nya dengan kaki yang mengapit sempurna pada tubuh nya seolah ia adalah guling ternyaman untuk Arjuna .


Dinda mendongak untuk melihat wajah yang berada di atas nya,masih terlelap dengan nyaman ,rahang kokoh,bulu mata lentik dan jangan lupa kan hidung mancung dan bulu-bulu kecil yang bertengger dengan gagah di rahang nya yang kokoh,sungguh ia masih tetap seperti lelaki yang Dinda nikahi dulu,lelaki dengan sejuta pesona yang tak pernah lu tur meski usia nya hampir kepala empat.


Sungguh Dinda terhipnotis oleh ketampanan ini,boleh kah ia bangga saat ini,jika lelaki ini telah menjadi milik nya,jawaban nya adalah iya..Dinda begitu bahagia saat ini,sungguh ia pun masih begitu mencintai lelaki yang mendekap nya saat ini,luka dan kecewa..sudah lah,itu masa lalu yang harus ia kubur,ia tak ingin mengingat itu lagi,ia akan menyusun kebahagiaan ini dari awal lagi,menata bersama Arjuna dan ke dua pendamping mereka,Lee dan Tasya yang akan menambah warna baru kehidupan mereka.


Dengan pelan Dinda mencoba lepas dari dekapan lelaki di samping nya,namun tak bisa,sungguh ini tak bisa di lepaskan nya ,semakin kuat Dinda mencoba lepas,semakin kuat pula dekapan nya,ia melihat kembali wajah lelaki di atas nya,dan terlihat senyum kecil yang mengembang di sana.


"Sudah berapa lama bangun nya..?" Tanya Dinda .


"Sejak tadi,sejak isteri ku ini menatap suami nya dengan kagum dan mungkin saja kau menginginkan ku..!" Goda Arjuna dengan menggesekkan hidung nya ke pipi Dinda .


"Mana ada seperti itu,aku tidak begitu..sudah lah..ayo bangun,ini sudah pagi..!" Elak Dinda yang masih berusaha kabur dari suasana pagi yang mencekam .

__ADS_1


"Jangan dulu, seperti ini saja,aku sudah mengosongkan jadwal ku untuk 3 hari ini,jadi kita di kamar saja..!" Ucap Arjuna yang kembali memeluk Dinda dan memejamkan mata nya.


"Lee dan Tasya.. bagaimana bisa mereka bersiap sendiri ke sekolah..?" Tanya Dinda .


"Aku sudah membayar mahal pelayan untuk menitip kan mereka selama 3 hari,lagian papah juga bersama mereka,tenang lah..!" Jelas Arjuna


"hhmmm baiklah..!" Ucap Dinda patuh.


"Tapi...hhmmmmppp..!" Dinda menegang di tempat nya saat Arjuna dengan cepat menindih nya dan ******* bibir nya.


"Maaf kan aku,Kau bawel sekali sayang,apa kau tau jika aku sedang menahan sesuatu,tapi kau terus bicara pagi ini,aku tak tahan mendengar suara mu yang seolah ...ah..sudah lah..kau menyiksa ku pagi ini..!" Ucap Arjuna saat mengakhiri ciuman nya dan berdiri menuju kamar mandi.


Dinda begitu tercengang dengan keadaan Arjuna yang berdiri tanpa menggunakan apa pun,hanya memakai segitiga pengaman nya saja,tanpa kaos dan celana,padahal Dinda ingat betul jika tadi malam Arjuna memakai baju kaos nya dan celana nya,ah entah lah,tapi bukan itu masalah nya,namun tonjolan yang begitu jelas tercetak pada tubuh Arjuna dan ia pun merasa kan hal itu saat Arjuna menindihnya tadi.


Arjuna segera mengguyur tubuh nya dengan shower yang dingin,untuk meredakan apa yang di tahan nya,sulit memang menahan saat sudah di depan mata,namun kembali lagi,panggilan alam yang tak bisa di hindari.


"Sabar..!" Gumam Arjuna saat menghidupkan shower nya.


Saat Arjuna keluar dari kamar mandi,terlihat Dinda tengah melakukan VC pada Lee dan terlihat Tasya yang begitu heboh saat di suapi oleh suster nya sarapan.


"Mamah,kenapa belum pulang,tak ada yang menyisir rambut ku,aku tak mau dengan suster,mau mamah..!" Teriak Tasya di ujung saja yang membuat Dinda terkekeh.


"Nanti mamah akan menjemput mu sepulang sekolah bersama papah mu..!" Jawab Dinda yang langsung di rebut Arjuna ponsel nya.

__ADS_1


"No Tasya..mamah dan papah sedang sibuk,kau dengan om Baim dulu,bukan kah ada kakak Lee..!" Bujuk Arjuna ,dengan pandangan tak luput menatap Dinda yang memohon di seberang sana.


"Kalian jangan merepotkan kakek..,pah,aku titip anak-anak dulu..!" Pamit Arjuna kemudian memutus kan sambungan telepon nya


Dinda sudah cemberut,sungguh ia ingin keluar dari ruangan ini,ia akan merasa bosan jika di kamar terus.


"Ayo lah sayang,ini hanya 3 hari..aku ingin kita berdua saja..!" Rayu Arjuna dengan tatapan sayu,membuat Dinda mendelik dengan sikap Arjuna .


"Hhmmm,aku mandi dulu..!" Ucap Dinda yang di balas kekehan Arjuna.


Di kamar mandi Dinda berpikir keras bagaimana untuk membujuk Arjuna agar mau ke sekolah anak-anak untuk menjemput mereka,lagian hanya menjemput dan setelah itu pun jika akan kembali ke hotel lagi tak masalah untuk Dinda,karena memang ia merindukan Lee ,ia tak pernah terpisah dari Lee selama ini.


"Apa aku merayu nya saja..?!"


"Tapi apa tidak memalukan jika begitu..!" Gumam Dinda sendiri sambil menggeleng kan kepala seraya mengusir pikiran gila di otak nya.


"Ah,tak masalah..dia kan suami ku,tak apa lah merayu nya sedikit,tapi..aku malu jika begitu.. bagaimana..aku juga merindukan Lee..!" Ucap Dinda masih memutar otak memikirkan berbagai cara agar ia bertemu Lee siang ini.


🌹🌹🌹🌹


Terimakasih sudah menemani selama ini, terimakasih kesetiaan kalian semua


maaf karena kesibukan yang begitu padat saat Ramadhan kemarin,padahal sangat merindukan kalian semua,salam hangat selalu untuk kalian semua

__ADS_1


__ADS_2