
Hiks
Hiks
Hiks
Isakan kecil terdengar perih menusuk pendengaran Arjuna ,ia bangun dari sofa dan menghampiri Dinda yang di ranjang.
"Jangan..ku mohon,maaf kan aku..!" Lirih Dinda kecil dengan mata terpejam dan keringat di kening nya.
"Din...!" Panggil Arjuna pelan sambil mengusap pucuk kepala itu dengan lembut.
Dinda membuka mata,dan langsung melihat lelaki di depan nya.
Bugh
Dinda mendorong keras dada Arjuna hingga membuat nya sedikit oleng ke belakang.
"Pergi...!" Teriak Dinda yang kemudian melempar
Pranggg
Dinda melempar kan gelas yang berisi air hingga mengenai Arjuna dan pecah tepat di bawah kaki nya,namun Arjuna tak marah,ia harus lebih sabar lagi.
"Din,ini aku..!" ucap Arjuna pelan sambil terus mendekat kan diri pada Dinda yang menutup wajah nya dengan tangan.
"Kau jahat..pergi..!" teriak Dinda lagi.
Greeepp
Arjuna memeluk Dinda dengan erat,namun dinda semakin histeris dan berteriak ketakutan,tapi Arjuna tetap memeluk nya erat.
"Pergi...!" teriak Dinda lagi yang terus memukul dan mencakar punggung serta tangan Arjuna .
"Tenang lah,ini aku..aku tidak akan menyakiti mu..!" ucap Arjuna berusaha menenang kan Dinda yang lama kelamaan sedikit pasrah dan diam,namun terus menangis
"Din,tenang..sadar lah,ini aku..aku mencintai mu..!" ucap Arjuna yang melepas pelukan nya dan memegang ke dua pundak Dinda yang terus memukul nya.
Cup
Arjuna membungkam Dinda dengan bibir nya.
"Maaf kan aku sudah lancang,namun aku tak tau lagi bagaimana cara nya agar kau tenang,tolong jangan membenci ku..!" ucap Arjuna di hati nya
Dinda diam dengan melotot,saat Arjuna melepaskan bibir nya,sontak Dinda langsung menampar nya dengan keras.
"Aku membenci mu..!" Ucap Dinda dengan sorot mata yang menajam.
Arjuna diam,karena dia memang salah,tapi ia bingung harus bagaimana lagi .
"Ku mohon,jangan membenci ku,maaf kan aku..!" Ucap Arjuna beralih ke sofa.
Namun mata Arjuna masih menatap Dinda yang sesegukan,namun sedikit lebih tenang.
Setelah beberapa saat,terdengar hening,Dinda tertidur dengan masih duduk,Arjuna mendekat lagi dan membenarkan posisi nya agar lebih nyaman.
"Aku mencintai mu,maaf kan aku..!" Ucap Arjuna berlalu dari sana yang sebelumnya mengecup kening Dinda.
Arjuna membersihkan sendiri pecahan gelas itu dan kembali ke sofa.
__ADS_1
Dinda bangun lebih awal,ia mulai mengingat kejadian tadi malam,kemudian berputar pada sosok Arjuna yang tertidur di sofa,mata nya tak sengaja melihat telapak kaki Arjuna memerah ,ia mendekat dan benar kaki Arjuna berdarah,mungkin terkena pecahan gelas saat Dinda melempar gelas tadi malam.
"Apa ia tak merasa sakit..!" Gumam Dinda .la mengambil kotak obat dan mengobati luka Arjuna .
Setelah selesai dan menutup kotak obat,ia di kejutkan dengan suara serak Arjuna .
"Terimakasih..!" Ucap Arjuna tersenyum.
Namun Dinda diam dan segera berdiri namun belum sempat melangkah,Arjuna menarik tangan Dinda dan langsung jatuh menimpa tubuh Arjuna .
"Maaf kan aku..ku mohon beri kan aku kesempatan ke dua,aku ingin menjaga mu dan Lee ,berikan aku hak itu,ku mohon..!" Pinta Arjuna yang terus menahan Dinda dengan posisi di atas nya (bayangin sendiri ya BESTie gimana posisi nya,sulit author jelas kan๐คญ)
Dinda tak nyaman dengan posisi nya,ia terus berusaha melepas belitan tangan Arjuna .
"Din,bicara lah..aku tak mau melihat mu seperti tadi malam,aku ingin selalu bersama mu,bersama kalian di sini,tolong jangan hukum aku..!" Ucap Arjuna yang meneteskan air mata kesakitan nya.
Bodoh amat pikir Arjuna ,dia sudah tak bisa menahan kesedihannya lagi,biar lah ia di bilang cengeng,yang penting Dinda mau bersama nya
"lepas ..!" Ucap Dinda melemah namun dengan penekanan.
"Berjanji lah jangan membenci ku,dan ku mohon menikah lah bersama ku,aku janji akan membuat mu dan Lee bahagia,aku tak akan mengulangi kebodohan ku dulu..!" Bujuk Arjuna kembali.
"Aaa..aaku...!" Ucap Dinda terbata
"Mommy...!" Teriak Lee dari luar
"Mama...!" Ucap Tasya bersama an..mereka bingung kenapa kamar Dinda terkunci..ini tak biasa
"lepas kan aku, anak-anak di luar..!" Ucap Dinda .
"Berjanji lah pada ku tentang itu..!" Pinta Arjuna kembali.
Arjuna melepas kan Dinda.
"Kau mandi lah dulu,aku akan menyiapkan anak-anak..!" Ucap Arjuna berlalu membuka pintu.
Ceklek
"Papa...!" Teriak Tasya langsung memeluk Arjuna.
"Daddy..?" Sapa Lee yang tak seheboh Tasya .
"Morning sayang..!" Ucap Arjuna mengelus rambut Lee.
"Mommy kalian tidak enak badan,jadi Daddy di sini yang akan membantu kalian bersiap..!" Ucap Arjuna menggiring mereka ke kamar.
Setelah membantu anak-anak bersiap ,Arjuna mengantar kan mereka ke depan untuk di antar sopir yang sudah standby dari tadi menunggu.
"Papa,Tasya berangkat..!" Ucap Tasya sambil mencium Arjuna ,karena memang saat ini Tasya berada di gendongan Arjuna .
Lee begitu bahagia melihat interaksi Tasha dan Arjuna ,ia tak iri sekalipun.
"Aku berangkat..!" Kata Lee sambil tersenyum.
"Dad,tolong jaga mommy untuk ku,aku tau jika mommy belum membaik..!" Ucap Lee,naluri Lee cukup kuat pada Dinda ,ia bisa merasa apa yang Dinda alami saat ini.
Arjuna berjongkok setelah memasukkan Tasya ke mobil
"Kau percaya pada ku..?" Tanya Arjuna
__ADS_1
"Hhhmmm..aku tau Daddy tidak akan menyakiti mommy lagi,buat mommy sembuh..!" Ucap Lee tulus sebelum masuk ke mobil
Arjuna makin bersemangat setelah mendengar kata-kata Lee pagi ini,ia tidak boleh membuat Lee kecewa.
Ceklek
Arjuna membuka pintu kamar, melihat Dinda yang duduk di balkon kamar dengan pandangan kosong nya,ia berjalan mendekat dan menatap Dinda sebentar sebelum benar-benar menghampirinya.
"Kenapa tidak sarapan ke bawah..?" Tanya Arjuna ikut duduk di samping Dinda .
"Aku tidak lapar..!" Ucap Dinda .
"Kenapa begitu,kau tetap harus sarapan,aku sudah menyuruh pelayan membawakan makanan, mungkin akan di antar sebentar lagi.!" Jelas Arjuna,ia menatap ke samping wajah yang lurus ke depan menghadap sinar mentari pagi.
"Apa yang kau pikir kan..?" Tanya Arjuna pelan.
"Entah lah..!" Jawab Dinda
"Din,jangan membebani diri mu dengan pikiran rumit,kau hanya harus bahagia untuk Lee ..!" Ucap Arjuna .
"Maka biar kan aku dan Lee pergi seperti dulu..!" Ucap Dinda
Deg
Arjuna begitu sakit mendengar ini,ia benci dengan ini.
"Tidak,aku tidak akan melepas kan kalian,kenapa kau tidak mengerti ..aku mencintai kalian,aku tidak ingin kejadian buruk itu terulang lagi,aku tidak bisa menjaga kalian jika kalian pergi dari sini,ku mohon..mengerti lah..!" Bujuk Arjuna .
Bbuuggh
Arjuna berlutut di hadapan Dinda dengan penyesalan nya
"Aku tau aku salah,ku mohon maaf kan kesalahan dan kebodohan ku dulu,aku egois sudah meninggalkan kalian,aku tau kau membenci ku,ku mohon maaf kan aku,tidak cukup kah hukuman ku selama ini,aku menyesal..maaf kan aku..!" Ucap Arjuna kembali meneteskan air mata.
"Itu sudah terlewat,jangan seperti ini ..!" Pinta Dinda membantu Arjuna berdiri.
"Tidak,aku akan tetap begini jika kau belum memaafkan ku..!" Tolak Arjuna .
"Aaa...aku...!" Dinda terbata melihat wajah Arjuna yang tertunduk.
"Sayang,maaf kan aku..ku mohon maaf kan aku,ijin kan aku menjaga kalian,ijin kan aku menjadi sandaran kalian ,kau dan Lee..kalian hidup ku,selama lima tahun aku seperti orang mati yang tak merasa kan kehidupan ,hidup ku kosong tanpa kalian..!" Jelas Arjuna meyakinkan Dinda .
Dinda kehabisan kata-kata,ia hanya melihat tangis penyesalan di sini,Dinda tetap lah wanita lembut ,bukan orang bodoh ,namun benar,ia dan Lee butuh sandaran, sekuat-kuatnya wanita,tetap ia lemah akan perasaan,ia perlu sandaran untuk mencurahkan segala nya,dan sudah lima tahun ia menutup itu rapat-rapat.
"Aku takut tidak bisa jadi isteri yang baik seperti dulu..!" Ucap Dinda pelan.
"Kau isteri yang baik,hanya aku yang bodoh sudah menyia-nyiakan kalian,karena kebodohan ku itu lah penderita an ini ada..!" Tambah Arjuna yang menunduk.
"Apa lelaki berdosa ini tak bisa di maaf kan..?" Tanya Arjuna .
๐น๐น๐น๐น
Sedih aku tuh,yang baca banyak,yang like cuma beberapa,kemana sisa nya๐ฅ
please tinggalin jejak kalian,meski cuma like ,tapi alangkah bagus nya lagi di kasih vote dan hadiah yang banyak
so menulis bukan hal yang mudah,ga semua bisa melakukan hal berbarengan.
Semangat weekend ๐๐
__ADS_1