Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Kabar Buruk


__ADS_3

Arjuna terlihat gelisah,ia seperti tak nyaman berbaring di sofa itu,meski sebenarnya sofa itu cukup luas dan empuk untuk di jadi kan tempat tidur,namun bukan itu alasan nya tak bisa tidur,dia sudah terbiasa memeluk Dinda saat tidur dan kali ini dia tak bisa memeluk Dinda,hanya menatap punggung Dinda yang membelakangi nya.


Arjuna dapat melihat jika Dinda bisa tidur dengan nyenyak tanpa nya dan itu membuat nya menggerutu kesal di buat nya.


"enak saja dia tidur dengan nyenyak, sementara aku tidak bisa tidur,badan ku terasa sakit..!" gerutu Arjuna dengan pelan.


Hampir semalaman Arjuna tak bisa tidur,ia sungguh meratapi nasib sial nya malam ini.


Pagi hari telah menyapa,Arjuna bangun lebih awal dan memutuskan langsung mandi tapa membangun kan Dinda terlebih dulu.


"hhoooammm...mengantuk sekali..!" gumam Arjuna yang sedang mengancingkan kemeja nya.


Arjuna melirik ke arah Dinda yang menggeliat kecil,kemudian kembali terlelap dalam tidur nya,Arjuna menggeleng pelan melihat Dinda .


"sangat lucu,meskipun sangat menyebalkan tapi aku sangat senang..!" gumam Arjuna dengan tersenyum.


Arjuna mendekati Dinda dan membenarkan selimut yang hampir melorot itu,sebelum ia pergi,ia berpamitan pada baby boy yang masih di kandungan Dinda.


"sayang,papah berangkat dulu,kau jaga mamah ya..!" ucap Arjuna pelan karena tak mau mengganggu tidur Dinda.

__ADS_1


Arjuna mengecup kening Dinda dengan sayang kemudian berlalu ke luar kamar untuk sarapan terlebih dulu baru berangkat ke kantor.


"tolong siap kan susu Dinda dan sarapan nya saat di bangun nanti,jangan biar kan dia lelah..!" pesan Arjuna pada para pelayan di sana .


Sesampai nya di kantor Arjuna sudah di tunggu sang asisten setia nya.


"tuan,saya dapat kabar jika Kristian melarikan diri di bantu seorang wanita yang membawa banyak pengawal laki-laki..!" ucap Baim saat mereka sudah sampai di ruangan nya.


Arjuna menatap tajam pada Baim .


"sudah lama kita menyekap orang itu,kenapa bisa kabur,dan siapa wanita yang kau maksud..?" tanya Arjuna


"aku tak ingin memelihara seorang pengkhianat..!" ucap Arjuna dengan penekanan.


Entah mengapa Arjuna harus mendengar kabar itu di pagi hari,ia takut jika sewaktu-waktu Kristian datang pada Dinda dan membalas apa yang selama ini dia lakukan pada nya.


"aku tidak akan melepas kan mu jika kau mengusik kehidupan Dinda kembali..!" gumam Arjuna.


Di rumah besar nya,Dinda baru bangun,dia meraba samping tempat tidur nya yang terasa kosong.

__ADS_1


"kakak...!" panggil Dinda dengan pelan,namun tak ada jawaban,dia lupa jika semalaman Arjuna tidur di sofa karena suruhan nya sendiri jika tak ingin tidur dengan Arjuna malam itu.


"seperti nya kakak sudah pergi ke kantor..!" gumam Dinda pelan kemudian berlalu ke kamar mandi.


Saat tengah berendam,Dinda mendengar suara gaduh di depan rumah nya hingga dia memutuskan untuk menyelesaikan mandi nya dengan cepat agar melihat apa yang terjadi.


Dinda memakai baju rumahan nya dengan masih memakai handuk di kepala,ia turun ke bawah dan melihat para pelayan nya yang berjejer mengelilingi sebuah kotak .


"apa yang terjadi..?" tanya Dinda memecah kerumunan para pelayan nya.


🌹🌹🌹


terus dukung karya ini


bantu like dan vote nya kakak


mampir juga ya di cerita aku yang lain


"Cinta Nayna"

__ADS_1


__ADS_2