
Arjuna berlari turun dari mobil yang membawa nya menuju ruangan sang mertua,namun jantung nya berdegup dengan kencang saat berpapasan dengan bangkar rumah sakit yang ada baim di samping nya.
"Apa yang terjadi..?" Tanya Arjuna
"Ayah nyonya meninggal 2 jam yang lalu,dan nyonya...nyonya...!" Jawab Baim terpotong tak mampu mengatakan nya,takut mendapat kan amukan dari tuan nya.
"Apa yang terjadi pada dinda,cepat katakan..!" Ucap Arjuna menarik kerah baju Baim ,ia tak peduli dengan banyak nya orang yang melihat ke arah mereka.
"Nyonya pingsan,dan sekarang masih di tangani oleh dokter..!" kata baim dengan gugup.
"Dinda.." gumam arjuna pelan dan kemudian berlari menuju ruangan dinda yang di ikuti baim
"Kakak...!" Lirih dinda di sela mata tertutup nya
"Dok,kita harus membuat nyonya sadar,jika tidak itu bisa mempengaruhi detak jantung bayi nya..!" Ucap perawat yang merasa aneh dengan keadaan dinda,ia tak mengerti kenapa dinda seolah menolak untuk membuka mata nya dan terus terisak dalam keadaan terpejam.
"Dok,tuan arjuna sudah datang..!" Ujar perawat yang baru masuk.
Dokter mengangguk dan menuju keluar untuk berbicara langsung pada arjuna,mungkin ada yang tak ia ketahui tentang keadaan dinda
"Bagaimana istri ku..?" Tanya arjuna yang tak sabaran.
"Kami sempat ketakutan melihat kondisi nyonya yang kesulitan bernafas,padahal kami tidak menemukan gejala penyakit bawaan pada nya,satu lagi,Dia seolah enggan membuka mata nya,tapi dia seperti ketakutan,saya takut,jika nyonya tak sadar,maka akan berpengaruh pada bayi dikandungan nya..!" Jelas dokter yang membuat Arjuna makin khawatir.
Arjuna menatap tajam pada Baim sepeninggalan dokter itu.
"Katakan yang sebenarnya,apa yang terjadi pada Dinda..!" Tanya Arjuna dengan menggerakkan gigi nya.
Baim menceritakan semua nya,di awali dengan ayah Dinda yang di nyatakan meninggal,Dinda syok dan tak berbicara apa pun,ia menangis diam,sampai akhir nya Dinda meminta Baim untuk menghubungi Arjuna,hanya 5 menit Baim meninggalkan Dinda ke luar ruangan itu,namun saat kembali terlihat Dinda sudah jatuh pingsan di lantai dengan perdebatan Renata ,Yunita dan Kristian yang saling menyalahkan,entah apa yang mereka lakukan.
Arjuna semakin emosi mendengar semua nya,ia akan menanyai ke 3 orang itu langsung,namun Baim menahan nya dengan alasan jika Dinda saat ini lebih membutuhkan nya.,hingga Arjuna mengurungkan niat nya,ia berjalan ke ruangan Dinda,terlihat oksigen yang terpasang pada Dinda,sesekali Dinda meracau dengan memanggil diri nya.
"Kakak...!" Ucap Dinda pelan dengan peluh yang memenuhi kening nya.
"Sayang,ini kakak...bangun lah ..!" Ucap Arjuna pelan sambil menyapu peluh di dahi isteri nya itu.
__ADS_1
"Maaf kan aku sudah meninggalkan mu..kau harus kuat..!" Tambah Arjuna yang menggenggam erat tangan Dinda sambil mengelus lembut perut buncit Dinda.
Arjuna begitu geram melihat Dinda yang terbaring lemah karena perbuatan ibu tiri dan saudara tiri nya itu,ia bersumpah akan menghukum mereka.
"bagaimana pun cara nya,aku ingin kalian membuat istri ku bangun,lakukan penangan terbaik,jika tidak,maka kalian semua yang akan menjadi taruhan nya..!" ancam Arjuna yang sudah kalut,ia berlalu dari ruangan Dinda menuju ruangan ke 3 orang yang di sekap oleh Baim.
brakk
Arjuna membuka kasar ruangan itu hingga membuat ke 3 orang di dalam nya terlonjak kaget,ia berjalan cepat dan langsung melayang kan pukulan nya untuk Kristian.
Bugh ...
"laki-laki brengsek..lebih baik mati..berani sekali kau menyentuh wanita ku...!" geram Arjuna yang terus menghadiahi pukulan panas pada Kristian.
Yunita dan Renata sama-sama ketakutan,mereka tak bisa melerai Arjuna ,melihat mata Arjuna yang merah menyala,membuat ke 2 nya gemetar hebat .
"kalian ,kenapa membuat Dinda takut,kau juga wanita,kenapa hanya diam saat Dinda merasa ketakutan,dan kau..kau istri nya,kenapa kau malah diam saat Kristian mencoba melecehkan Dinda..!" ucap Arjuna geram,ia sangat marah saat melihat rekaman CCTV yang menunjukkan Kristian berusaha melecehkan Dinda ,tapi Yunita dan Renata hanya tertawa,mereka mengatakan jika itu hanya bercanda,tapi semua itu membuat Dinda teringat masa lalu nya,trauma nya muncul hingga membuat nya takut dan histeris hingga membuat nya pingsan.
"kalian akan mendapatkan balasan nya,jika sampai Dinda dan bayi nya dalam bahaya,maka nyawa kalian jadi taruhan nya..!" ucap Arjuna kemudian berlalu dari sana.
Arjuna berlalu ke ruangan Dinda kembali,menatap sayu tubuh lemah yang terbaring itu.
"sayang,bangun..ini kakak...kakak sudah datang dan tak akan meninggalkan mu lagi..!" ucap Arjuna sambil mengelus pipi Dinda yang chubby.
cukup lama Arjuna menemani Dinda,hingga beberapa saat ia merasa pergerakan tangan Dinda.
"sayang,kau bangun...!" kata Arjuna dengan wajah berbinar.
pandangan Dinda seolah kosong,ia menatap sekeliling nya,tanpa menghiraukan Arjuna di samping nya .
"sayang..!" panggil Arjuna.
namun Dinda tetap diam,lelehan bening lolos dari netra nya yang cantik
"jangan...jangan ganggu aku..!" lirih Dinda dengan lemah,netra cantik nya seolah sayu akan cahaya,ia menatap takut,memohon untuk meninggal kan nya sendiri.
__ADS_1
"aku mohon,jangan lakukan itu...!" tambah Dinda dengan rasa takut,tubuh nya gemetar.
Arjuna mengatupkan mata nya,menahan emosi yang menggebu,tangan nya meremas ketat pada ranjang besi itu.
"sayang,ini kakak...,tenang lah ..!" ujar Arjuna kembali membujuk Dinda.
cukup lama Arjuna menyadarkan Dinda ,namun ia masih takut pada Arjuna .
greep
Arjuna memeluk tubuh Dinda dengan hangat,memberi kan rasa aman dan nyaman agar Dinda tenang .
Hiks hiks hiks
"hhuuttss ... jangan menangis,ini kakak,kau tak perlu takut lagi..!" jelas Arjuna.
"kakak...!" lirih Dinda dengan ketakutan di mata nya.
"Ayah...!" gumam Dinda yang teringat akan sosok ayah nya yang telah pergi
"kau harus kuat agar bisa menghadiri pemakaman ayah besok,kau harus kuat demi kandungan mu..kakak akan menemani mu..!" tambah Arjuna.
"kak,jangan tinggalkan aku lagi,aku takut..dia...dia..!" ucapan Dinda tertahan mengingat perlakuan yang coba di lakukan Kristian serta hinaan yang dilayangkan Renata dan Yunita .
"apa aku bukan putri yang baik untuk ayah,aku tidak menjaga ayah dengan baik..!" gumam Dinda ,ia merasa terpuruk saat Yunita mengatakan jika ia bukan lah anak yang berbakti dan tega meninggalkan ayah nya sendiri hingga sang ayah jatuh sakit karena terlalu merindukan nya.
"tidak,itu tidak benar,jangan dengarkan perkataan mereka..kau yang terbaik dan ayah mu tau semua itu..kau harus kuat..!" jelas Arjuna menenangkan Dinda.
🌹🌹🌹🌹
selamat malam semua
jangan lupa like nya
terimakasih untuk semua komentar nya,maaf tak sesuai keinginan kalian cerita nya,tak mudah untuk merangkai kata menjadi satu cerita utuh,jadi tolong pengertian nya semua,jangan menggunakan kata-kata yang bisa menjatuhkan mental penulis☺️
__ADS_1
Terimakasih kakak semua🙏🙏🙏