Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Tumbang


__ADS_3

Arjuna menyeruput kopi nya,penampilan kusam yang tak biasa,dan baju kaos yang bertengger di tubuh nya,seperti seorang lelaki biasa,jauh dari penampilan sang CEO .


"apa kau baik-baik saja...?" tanya Angel yang memandang Arjuna dari tadi,ia tau betul kalau Arjuna orang yang sangat memperhatikan penampilan nya.


"aku mencoba baik-baik saja..!" jawab Arjuna datar yang mengaduk kopi nya.


Angel memberanikan diri menggenggam tangan Arjuna yang berada di atas meja.


"maaf kan aku..!" ucap Angel.


Arjuna menatap pada wanita di depan nya ini dengan tatapan jauh.


"ini bukan salah mu..!" balas Arjuna yang menarik pelan tangan nya.


Angel tertunduk dan tersenyum dengan paksa.


"bukan hanya tentang Dinda ,ini tentang ke egois an ku dulu,maaf kan aku..aku tau ini bukan waktu tepat tapi...!" ucapan Angel menggantung saat Arjuna berdiri.


"aku harus kembali pada Dinda ..!" ucap Arjuna dan berlalu dari sana dengan cepat.


sedih,jelas ..ini penolakan untuk Angel yang membuat nya sakit,bahkan lebih perih dari luka di tubuh nya akibat kecelakaan itu.


"Dinda merubah mu begitu jauh,aku tidak mengenal mu lagi..!" libur Angel menghapus bulir bening di pipi nya .


Arjuna berjalan menuju ruangan Dinda dengan perasaan kasian pada Angel,tak seharusnya ia bersikap seperti itu pada nya,namun ia juga tak mau memupuk masa lalu yang telah berlalu, sekarang hanya Dinda dan Dinda ,bukan yang lain.


Dengan pelan Arjuna meletakkan handphone dan dompet nya di atas meja,kemudian berlalu dari sana menuju Dinda.


"sayang,maaf sudah terlalu lama meninggal kan mu,kau jangan marah..!" ucap Arjuna yang kemudian mencium hangat kening Dinda,kemudian beralih pada perut buncit Dinda.


"sayang,ini papah..ayo kita berjuang bersama,buat mamah mu bangun agar semua nya membaik,papah sangat merindukan kalian..!" bisik Arjuna .


ceklek


pintu ruangan Dinda terbuka pelan,nampak Baim yang membawakan beberapa paper bag yang berisi makanan dan baju untuk Arjuna .


"tuan,ini makanan untuk anda,makan lah dulu..!" pinta Baim yang menyerahkan kotak makanan untuk Arjuna


Arjuna menerima itu dan makan seperti tak mempunyai selera,terasa hambar,ia terus memandang wajah Dinda, berharap netra cantik itu terbuka dan memanggil nya kembali dengan manja.

__ADS_1


"tuan,anda lebih baik istirahat di mansion malam ini,biar saya yang akan menjaga nyonya di sini,anda harus memperhatikan kesehatan anda juga...!" ucap Baim yang khawatir melihat keadaan Arjuna .


Ting


Arjuna melemparkan sendok di tangan nya sambil menatap tajam pada Baim.


"tutup mulut mu,tak perlu mengkhawatirkan aku..!" balas Arjuna yang marah,ini bukan yang pertama Baim meminta Arjuna ,ia begitu khawatir jika tuan nya ikut jatuh sakit.


Baim hanya diam dan tak mengambil hati akan kemarahan Arjuna ,ia duduk di sofa sambil mengerjakan pekerjaan kantor .


"tadi siang Angel datang ..!" ucap Arjuna memberitahu .


"lalu...?" tanya Baim tanpa melihat Arjuna ,namun yang di tanya hanya diam tak menjawab,Baim paham ini menyangkut tentang sesuatu yang telah Arjuna kubur .


"apa ia membahas tentang kalian..?" tanya Baim kemudian yang membuat Arjuna menatap tajam pada nya.


uuppsss ..Baim menutup mulut nya rapat,ia tak menyadari jika Dinda juga ada di sana meski tak sadar kan diri,namun tak menutup kemungkinan jika Dinda mendengar itu.


Arjuna berjalan mendekati Baim yang merasa bersalah. "jangan katakan itu lagi,jika tidak kau akan habis..!" ancam Arjuna yang begitu kesal pada kecerobohan Baim


"maaf kan saya,tapi saya bisa menebak apa yang Angel katakan hingga membuat tuan seperti ini..!" ucap Baim.


Baim tak berani memberikan komentar apa pun,ia hanya diam,sampai malam sedikit larut,Baim pulang untuk istirahat di apartemen nya karena terlalu lelah.


malam ini entah mengapa Arjuna tak bisa tidur,ia terus menatap wajah Dinda yang sedikit tirus.


"sayang,cepat lah bangun..aku sudah rindu dengan mu,rindu suara mu,kemanjaan mu dan semua tentang mu,ku mohon bangun lah..aku hampir tak sanggup lagi..!" lirih Arjuna di kesunyian malam,dengan menggenggam erat tangan Dinda,ia berujar seolah berbicara langsung dengan Dinda yang terjaga.


Di pagi buta ,Arjuna terbangun dengan wajah yang begitu lelah,namun ia tak mau meninggalkan Dinda untuk pulang ke mansion agar beristirahat dengan nyaman.


"tuan,wajah anda begitu pucat,apa anda baik-baik saja..?" tanya Baim yang baru datang membawakan makanan dan baju ganti.


"aku baik-baik saja..!" jawab Arjuna dengan singkat,ia berlalu menuju kamar mandi dengan membawa baju ganti.


15 menit


30 menit


1 jam

__ADS_1


Begitu lama Baim menunggu Arjuna ,namun tak ada tanda-tanda Arjuna keluar.


"tuan...!" panggil Baim yang mengetok pintu kamar mandi,namun tak ada sahutan dari dalam.


"tuan...!" panggil Baim lagi,namun dengan sedikit keras,tapi tak mendapat kan jawaban.


klik


Baim membuka pelan pintu kamar mandi ,namun alangkah terkejutnya saat ia melihat Arjuna yang tersungkur di kamar mandi.


Dengan cepat Baim meminta bantuan kepada para perawat di sana untuk membawa Arjuna ,kini ia di tangani oleh Kelvin langsung.


"bagaimana keadaan tuan..?" tanya Baim saat melihat dokter Kelvin yang keluar dari ruang perawatan Arjuna.


"dia dehidrasi dan kelelahan..serta lambung nya bermasalah, seperti nya ia sering melewatkan makanan nya..!" jelas Kelvin.


Baim membenarkan semua apa yang di katakan oleh dokter Kelvin itu,ia masuk menuju ruangan Arjuna ,terlihat wajah yang lelah dan kantung mata yang menghitam,ia menggelengkan kepala melihat Arjuna yang keras kepala dan berakhir seperti ini.


Di ruangan lain yang sepi,hanya terdengar suara monitor detak jantung,seorang wanita kembali pada dunia nya,ia mendengar kegaduhan di luar sana,terdengar sedikit nyaring,ia ingin berteriak dan berlari kuat,namun tubuh nya yang lemah tak mengijinkan nya .


tes


tes


tes


bulir bening yang jatuh dari netra cantik nya,membuktikan jika tubuh nya mulai merespon keadaan sekitar,jemari lentik yang mengikuti irama waktu,menandakan jika ia tengah berjuang keras untuk membuka mata nya.


hening


hening


"kakak....!" ucap nya dengan bola mata yang terbuka sempurna menatap langit-langit kamar yang sepi,hanya seorang diri tanpa se siapapun di sisi nya saat terbangun.


🌹🌹🌹


Selamat pagi, selamat beraktifitas


sehat selalu

__ADS_1


jangan lupa like nya yaa


__ADS_2