Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Mulai terungkap


__ADS_3

Dinda terbangun,dia melihat jam dinding,di sana sudah terlihat pukul 5 sore. Arjuna masih terlelap di samping nya,kemudian dia kembali teringat kejadian tadi siang,namun tak membuat nya histeris lagi,dinda lebih tenang,dia bangun dan duduk bersandar,dia mencoba menahan tangis nya agar tak membangun kan arjuna,namun sayang,arjuna justru mendengar nya.


" din,ada apa.?" ucap arjuna sambil bangun dan meraih tangan dinda.


Hiksss...hikkss...


Dinda masih menangis tak menjawab pertanyaan arjuna di samping nya.


"Hei...tenang lah..!" tambah arjuna,dia menarik dinda ke pelukan nya,namun dengan cepat dinda mendorongnya.


"Jangan..kakak jangan mendekat..!" larang dinda.


Arjuna diam mendapat kan penolakan dari dinda.


Dinda menutup wajah dengan ke dua tangannya, menahan tangisan,mencoba untuk mengontrol diri.


"Din,ini kakak..kamu kenapa..kamu bisa cerita sama kakak..!" bujuk Arjuna dengan lembut


"kakak ga ngerti ..mereka benar,aku ga baik buat kakak,aku ga bisa seperti ka Cantika..!" ucap Dinda dengan tangisan nya.

__ADS_1


deg..."apa yang terjadi sebenarnya..?" gumam Arjuna pelan.


Dinda mendongak meraih infus itu,lalu mencoba menarik kembali dari tangan nya,namun dengan cepat Arjuna menahan nya.


"apa yang kau lakukan Din..?" tanya Arjuna yang sedikit membentak perbuatan Dinda.


"aku sudah bilang,jangan dekati aku,kakak pergi saja..aku ingin pulang ke apartemen sekarang..!" jawab Dinda yang tak mau melihat wajah Arjuna.


"Din,kau lihat kakak sekarang..!" ucap Arjuna yang sudah mulai terbawa emosi karena penolakan Dinda,namun Dinda masih tak mau melihat nya dan berpaling membuang muka.


"kau bisa cerita dengan kakak,apa yang terjadi sebenarnya..?" tambah Arjuna yang masih memegang tangan Dinda dengan erat.


"apa yang kau katakan..?" tanya Arjuna kembali.


Dinda tak menjawab nya lagi,namun tetap menangis sesenggukan,dia masih ingat perkataan seseorang yang datang menemui nya tadi pagi.


"kau tak pantas untuk Arjuna,kau juga bukan orang yang tepat untuk Arjuna,karena kau bukan wanita baik-baik..!" kata-kata itu terus terdengar ditelinga nya,membuat nya histeris karena teringat kejadian di masa lalu.


🌹🌹🌹🌹 flashback

__ADS_1


Sekitar pukul 10 pagi, Dinda yang sudah selesai sarapan,duduk sendiri di ruangan itu,kemudian dia di kejut kan oleh kedatangan Yanti,ibu mertua Dinda .


Yanti ibu dari Arjuna datang menemui nya di rumah sakit bersama ayah Arjuna dan adik nya.


Dinda senang mendapat kunjungan dari mertua nya,tapi ternyata kedatangan mereka bukan untuk simpati pada kejadian yang menimpa diri nya,terlebih mereka ingin Dinda pergi meninggalkan Arjuna.


"mamah,dari mana tau kalau aku di sini .?" tanya Dinda yang melihat Yanti mendekat pada nya.


"Jangan panggil aku mamah,aku bukan ibu mu,..!" ucap Yanti yang menunjukkan ketidaksukaan nya pada Dinda.


Dinda terkejut akan respon Yanti yang menurut nya dari awal tidak pernah bersikap begitu pada nya.


"tinggalkan Arjuna,aku sudah tau siapa dirimu,kau bukan wanita baik,kau wanita kotor yang meniduri kakak ipar mu sendiri bukan,dan karena hal itu kau di usir dari rumah mu sendiri..!" tambah Yanti


deg.... kata-kata Yanti begitu tajam hingga mengingatkan nya pada masa lalu yang berusaha dia lupakan.


"apa maksud Tante ..itu tidak benar..!" bela Dinda yang mulai berurai air mata.


"aku memberi mu waktu 3 hari untuk meninggalkan Arjuna,kalau tidak kau akan tau akibat nya..!" tambah sang ayah.

__ADS_1


Setelah mengatakan semua itu,mereka pergi dari sana, meninggal kan Dinda yang terisak dan ketakutan akan kejadian nya dulu hingga membuat nya histeris saat itu.


__ADS_2