
Dinda telah masuk ke toilet wanita,dia mencuci tangan nya kemudian memperbaiki riasan nya.
Setelah itu dia berjalan akan membuka pintu itu,namun tak bisa,pintu itu terkunci.
Tap..sebuah tangan menyentuh pundak nya,Dinda sedikit takut namun dia berbalik dan menatap orang itu dengan terkejut.
"Kau....!" Ucap Dinda dengan terkejut.
Di sisi lain pesta Arjuna telah di suguhi minuman oleh seorang wanita anak dari rekan bisnis nya,Arjuna tak menaruh curiga apa pun,namun saat beberapa menit dia merasa ada yang tak beres dalam minuman yang dia teguk itu,wanita itu terus berusaha bergelayut di samping Arjuna,namun dia memilih langsung menghampiri Baim.
"Kita pulang sekarang,dimana Dinda..?" Tanya Arjuna yang tak melihat Dinda di sana.
"Nyonya sedang di toilet,tapi saya akan menyusul karena sudah lumayan lama tak kembali!" Ucap Baim.
Arjuna dan Baim mulai mencari Dinda ke toilet,namun saat i koridor itu,Arjuna ambruk hampir tak mampu menahan sesuatu dalam diri nya.
"Tuan ada apa..?" Tanya Baim yang sedikit panik melihat Arjuna dengan wajah yang memerah.
__ADS_1
"Aku tak apa,kita harus segera menemukan Dinda dan pulang secepatnya..!" Kata Arjuna yang bangkit kembali dibantu Baim.
Baim menggedor pintu toilet wanita,terkunci pikir nya.
Baim mendobrak pintu itu dan melihat Dinda yang terduduk ketakutan,namun saat melihat Arjuna di depan nya,Dinda berdiri dan langsung berlari menuju Arjuna kemudian memeluk nya.
"Kakak....!" Ucap Dinda dengan isakan nya.
Arjuna hampir tak bisa mengontrol diri nya,dia memeluk Dinda dengan tak kalah erat,namun dia berusaha tetap mengontrol diri nya.
"Kau tak apa, sekarang kita pulang dulu..aku hampir gila berada di tempat ini..!" Kata Arjuna kemudian menarik Nayna keluar dari tempat itu dengan sedikit tergesa-gesa.
Arjuna terlihat gelisah ,wajah nya sudah merah seperti tomat,dan merasa sangat panas,Baim yang memperhatikan nya bingung dan mengerut kan kening.
"Apa anda baik-baik saja tuan..?" Tanya Baim yang memperhatikan tingkah Arjuna sejak tadi.
"Segera lah sampai di hotel,dan antar Dinda ke kamar nya,lalu pesan kan kamar baru untuk ku..!" Pinta Arjuna yang sedikit lemas.
__ADS_1
Dinda melonggarkan pelukan nya,menatap wajah Arjuna yang sedari tadi memerah,dia tak paham apa yang terjadi pada Arjuna,dia melihat keringat Arjuna yang bercucuran deras,detak jantung Arjuna yang begitu cepat,juga kepalan tangan Arjuna yang kuat seolah menahan sesuatu.
"Kakak demam..?" Tanya Dinda yang menyentuh wajah Arjuna,namun Arjuna hanya menggeleng.
Setelah sampai di hotel Arjuna terburu-buru masuk mengantarkan Dinda ke kamar mereka sebelumnya.
"Kau kunci pintu mu setelah aku keluar...!" Ucap Arjuna yang terlihat lemas .
"Tidak,kakak akan tetap di sini bersama aku,kakak sedang sakit,aku tak mau pisah kamar dengan kakak!" Balas Dinda dengan memeluk Arjuna.
"Din,kakak mohon mengerti lah,kakak sedang tidak baik-baik saja..!" Kata Arjuna yang mengatur nafas nya dengan sangat sulit.
Dinda tak melepas kan Arjuna,dia masih memeluk Arjuna.
"Din,kakak di beri obat perangsang di pesta itu,jadi aku mohon mengerti lah,aku akan sendiri dulu..!" Ucap Arjuna yang membuat Dinda dan Baim saling pandang karena terkejut.
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
kakak semua...tolong bantu like dan vote nya untuk cerita aku