Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
154


__ADS_3

"sayang,kau dari mana..?" Tanya Dinda yang baru melihat Arjuna masuk kamar.


Saat bangun pagi ini,Dinda tak mendapati Arjuna di kamar mereka,ia ingin mencari Arjuna keluar,namun enggan karena takut terjadi hal yang tak ingin di ingin kan.


Namun tepat saat Dinda keluar dari kamar mandi,Arjuna datang dengan stelan santai nya,jelas terlihat kalau Arjuna baru saja keluar dari mansion.


"Aku menemui teman,kau sudah lama bangun..?" Tanya Arjuna .


"Hhhmmm..kenapa tidak membangun kan ku kalau pergi..!" Ucap Dinda dengan manja yang memeluk pinggang Arjuna .


"Sayang,pakai baju mu dulu,kau bisa masuk angin..!" Perintah Arjuna yang merasa tak nyaman Dinda bergelayut di tubuh nya,ia takut tak bisa mengontrol diri .


"Kenapa..aku ingin seperti ini dulu..!" Balas Dinda .


Dinda terus memeluk Arjuna dengan rambut yang masih basah dan jangan lupa kan wajah polos yang membuat Arjuna mengerang di bawah sana.


"Sayang,jangan begini..!" Pinta Arjuna yang merasa hampir tak menahan nya


"kenapa..apa tak ingin di peluk isteri nya..!" Wajah cemberut Dinda yang membuat Arjuna frustasi.


"Bukan begitu sayang...!" Ucap Arjuna.


"Lalu kenapa,sudah hampir satu bulan kita menikah,tapi kenapa kakak tak mau menyentuh ku..kakak bosan..?" Tanya Dinda dengan linangan air mata.


Memang benar,sejak pernikahan mereka ,Arjuna dan Dinda tak pernah melakukan hubungan nya,Arjuna takut menyakiti Dinda,bohong jika Arjuna tak menginginkan nya,dia suami normal,namun kembali lagi pada keadaan Dinda yang belum stabil,ia tak mau menyakiti nya.


"Kenapa bicara begitu,itu tak benar..!" Balas Arjuna yang mengusap rambut Dinda yang masih basah.


"Lalu apa,aku seperti istri yang tak di harapkan,apa aku gagal menjadi isteri..?" Jelas Dinda .


"Apa yang kau katakan sayang,bukan begitu,aku hanya ingin kau sembuh,kau kembali ceria seperti dulu,bohong jika aku tak menginginkan nya,namun aku mengingat keadaan mu,kau lebih penting bagi ku,jangan kan menahan nafsu ku, melawan dunia pun akan ku lakukan,agar kau bahagia sayang..!" Jelas Arjuna .


"namun sekarang ku lihat kau lebih baik ,apa ini lampu hijau buat ku..kau mengundang ku untuk melakukan sekarang..?" Bisik Arjuna kembali sambil menunduk.


"Bukan begitu juga,aku hanya tak habis pikir,kenapa kakak menahan nya,bukan kah aku milik kakak,kenapa masih menahan..!" Tanya Dinda kembali.

__ADS_1


"Bukan menahan sayang,aku hanya bersabar sampai kau lebih baik lagi,tapi jika kau siap sekarang,dengan senang hati..!" Ucap Arjuna yang langsung mengangkat Dinda .


Dengan pelan ,Arjuna meletakkan Dinda ,mata mereka beradu penuh kelembutan,seakan menyampaikan rasa cinta yang begitu besar.


"Apa kau mengijinkan nya ..?" Tanya Arjuna serak sambil membelai lembut pipi mulus Dinda .


Dinda mengangguk di bawah kukungan Arjuna .


Dengan lembut Arjuna melabuhkan bibir nya pada bibir merah muda milik Dinda,bibir yang selalu membuat nya tak tahan,hingga setiap saat ada kesempatan,ia akan mengecup bibir itu.


Entah berapa lama mereka bercumbu di pagi ini,hingga tanpa sadar,mereka telah berada dalam selimut yang sama tanpa sehelai benang.


"Sayang,kau siap..!" Tanya Arjuna kembali memastikan.


Dinda dengan nafas memburu hanya mengangguk, seperti Arjuna,ia pun kini sudah di kuasai oleh kabut gairah karena permainan Arjuna .


Jlleebbb


Aaaaaa


Sejenak Dinda meringis kesakitan,meski bukan pertama untuk nya,namun setelah sekian lama,ini untuk pertama kali nya,Arjuna menyentuh nya kembali.


"Tetap sama,dan masih seperti dulu..!" Gumam Arjuna dengan senyuman yang jelas tercetak di wajah tampan nya.


Dengan tempo pelan,Arjuna memacu agar sampai pada tujuan mereka.


"Sayang....!" Racau Dinda di bawah sana.


"Sebentar lagi..!" Balas Arjuna .


Dinda terus meracau di bawah sana dengan Arjuna yang memegang kendali,mereka terhanyut pada impian jauh ,mereka melayang bersama dengan kebahagiaan setelah lama terpisah kan.


"Sayang,ini begitu nikmat.. terimakasih untuk semua ini..!" Ucap Arjuna yang masih memacu di atas sana.


"Sayang..aku lelah..!" Rengek Dinda.

__ADS_1


"Sebentar lagi..!" Ucap Arjuna seolah tak mau berhenti.


Arjuna tersenyum bahagia memeluk Dinda yang kini sudah terlelap di pelukan nya,tanpa memakai apa pun,Dinda masih polos setelah membersihkan diri,itu pun di bantu Arjuna ,karena ia tak mampu lagi hanya untuk berjalan ke kamar mandi.


"Sayang,aku mencintai mu..!" Ucap Arjuna mengecup kening itu.


Drdrtttt


"....."


"Ulur waktu sampai pukul 10,aku masih sibuk..kau urus dulu semua nya..!" Ucap Arjuna kemudian mematikan telepon nya dan kembali menatap wajah cantik yang sudah terlelap dengan tenang.


Arjuna tersenyum sendiri saat mengingat Dinda yang terus merengek dan meminta berhenti ,namun ia seolah enggan untuk berhenti dan ia menertawakan kekonyolan nya itu.


Seperti Dinda ,Arjuna pun enggan untuk beranjak dari kasur setelah pertempuran pagi ini,namun kembali lagi pada panggilan kewajiban nya yang harus memimpin ribuan karyawan di perusahaan nya,ia harus menjalankan tanggung jawab nya agar ribuan kepala di bawah naungan nya bisa hidup layak bersama keluarga nya.


Dengan pelan Arjuna melepaskan belitan tangan nya,bersiap menuju perusahaan nya.


"Sayang,aku ke perusahaan bentar yaa,ada rapat yang tak bisa di wakil kan,kau istirahat lah..aku akan pulang nanti siang..!" Pamit Arjuna menunduk kemudian kembali mematuk bibir merah jambu yang membengkak itu


"Hhhmmm.. hati-hati..!" Ucap Dinda yang masih memejamkan mata karena kelelahan.


Arjuna melangkah kan kaki menuju mobil nya,sebelum ia benar-benar pergi,ia sudah memberi wanti-wanti pada semua pelayan dan penjaga,agar jangan mengganggu Dinda istirahat,ia hanya meminta seseorang membuat kan jus satu jam lagi dan mengantar nya ke kamar.


"aku akan pulang saat makan siang,siap kan makanan kesukaan Dinda ,dan jangan lupa sup untuk anak-anak..!" jelas Arjuna dengan terperinci,ia harus memastikan anak dan isteri nya makan dengan benar ,sehingga ia harus mempekerjakan seorang koki khusus untuk di mansion besar nya.


Sesampai nya di perusahaan,Arjuna di kejutkan dengan keributan di depan loby,di sana juga ada Baim dan beberapa penjaga yang tengah bersitegang dengan 4 orang lelaki bertubuh besar.


Dengan aura nya yang nampak dingin,Arjuna berjalan menghampiri orang di sana.


"apa yang terjadi..?" tanya Arjuna menatap Baim dengan tatapan yang sulit di artikan.


🌹🌹🌹


Selamat siang

__ADS_1


salam sayang selalu


jangan lupa like dan vote nya di hari senin


__ADS_2