Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Bom Waktu


__ADS_3

Angel mengumpat pada kebodohan nya dulu,ia menyesal meninggal kan Arjuna di saat rasa cinta yang menggebu terpatri di hati Arjuna ,mungkin di usia nya dulu belum begitu matang untuk memikirkan resiko dari semua nya,ia mengejar cita-cita dan karier nya hingga mengorbankan perasaan seseorang,ia berpikir saat itu ia harus menjadi seorang wanita sukses agar memiliki segala nya,namun ia salah,ia sukses namun perasaan nya terluka saat menyadari cinta yang di miliki Arjuna dulu begitu indah dan tak pernah ia dapati di lain pria sejauh ini.


"aku begitu bodoh ,hingga Arjuna sekarang memilih Dinda..!" lirih Angel sambil menegak wine di tangan nya.


Saat ini Angel tengah berada di sebuah club malam,ini bukan diri nya,tapi rasa sakit nya kali ini membawa kaki nya untuk melangkah ke tempat yang tak seharusnya ia datangi.


Bukan hanya satu atau dua cangkir, Angel bahkan meneguk hampir satu botol wine ,ia terus menertawakan kebodohan nya dulu.


Waktu hampir menunjukkan pukul 8 malam,namun Arjuna masih sibuk dengan pekerjaan nya yang setumpuk setelah pulang dari rumah sakit,ia tak perlu khawatir lagi sekarang, karena Dinda bersama nya saat ini.


Arjuna tersenyum saat sedikit mengintip pintu kamar yang terbuka, terlihat Dinda yang tersenyum saat menyaksikan kartun di atas ranjang nya.


"sebentar lagi aku akan selesai,dan kita akan pulang..!" ucap Arjuna yang menghampiri Dinda .


"selesai kan lah pekerjaan kakak,aku tidak apa-apa..!" balas Dinda .


Arjuna kembali pada kursi kebesaran nya ,di temani oleh Baim dan beberapa orang yang sedang lembur.


"seperti nya ini sudah cukup,kita akan melanjutkan nya besok , sekarang kalian boleh pulang..!" instruksi Baim yang telah mendapat kode dari Arjuna agar menghentikan pekerjaan.


"terimakasih untuk hari ini..!" tambah Baim yang mengantar mereka sampai depan pintu ruang kerja sang CEO.


"kau,pulang lah juga..aku akan mengemudi sendiri..!" ucap Arjuna yang bersiap pulang.


"apa anda bisa mengemudi,apa tidak lelah..?" tanya Baim memastikan.


"kau meremehkan ku..?" selidik Arjuna yang memicingkan mata menatap Baim.


"tidak..mana saya berani..!" ucap Baim sambil mengangkat tangan dan berlalu dari sana .


Arjuna kembali menghampiri Dinda di kamar nya,dengan gerakan cepat ia masuk dan mematikan televisi kemudian menggendong Dinda .


Dinda menatap nya dengan bingung


"kita akan pulang..!" jelas Arjuna


"aku bisa berjalan,turun kan aku..!" pinta Dinda

__ADS_1


namun Arjuna tak peduli dengan permintaan Dinda .


"kau akan kelelahan jika berjalan,maka diam lah..!" ucap Arjuna


Hingga sampai mobil,Arjuna menurun kan Dinda dengan pelan,kemudian menurunkan sedikit jok mobil nya supaya Dinda bisa bersandar lebih nyaman.


"tidur lah,aku akan membangun kan mu sat sampai nanti..!" suruh Arjuna sambil mengusap Surai panjang Dinda.


Melihat Dinda yang memejamkan mata,Arjuna melajukan mobil. ya menuju mansion dengan pelan,ia tak mau membuat Dinda terganggu dalam tidurnya.


Belum sampai pada mansion,Arjuna seperti mengenal sosok wanita yang berjalan di pinggir jalan dengan keadaan kacau,ia mengingat seluit itu dengan tajam


"Angel...!" gumam nya dengan pelan.


Arjuna menghentikan mobil nya,namun sebelum nya ia membisikkan sesuatu pada Dinda


"aku akan membeli sesuatu sebentar di mini market itu, kau tunggu lah dulu..!" pamit Arjuna yang mendapat anggukan kecil dari Dinda .


Arjuna turun dari mobil,bukan tanpa alasan ia meninggal kan Dinda begitu saja,karena ia juga melihat Baim di sana.


"tuan,dia...!" jawab Baim menggantung.


"kau keluar lah,jaga Dinda ,dia tertidur di mobil..aku akan bicara dengan nya sebentar..!" suruh Arjuna pada Baim yang langsung mendapat anggukan paham.


Baim berjalan dan berdiri di depan mobil Arjuna sambil sesekali melihat ke dalam di mana Angel dan Arjuna sedikit berdebat.


"terimakasih masih peduli tentang ku..!" lirih Angel.


"kenapa seperti ini,ini bukan diri mu..!" tanya Arjuna


"kau masih ingat tentang ku,tapi kenapa kau menolak tawaran ku..?" ucap Angel.


"jangan meminta lebih ,aku melakukan ini hanya sebagai kemanusiaan,aku tak ingin melihat seorang teman seperti ini..!" jelas Arjuna .


"aku tak butuh simpati seperti ini,pulang lah,jika tidak maka Dinda akan salah paham lagi..!" kata Angel


"pasti,aku pasti akan pulang bersama Dinda ,aku hanya ingin mengingatkan mu lagi,jadi lah Angel seperti dulu,agar kau lebih bahagia ,dan jangan terus terpuruk dari masa lalu,percaya lah kau akan menemukan lelaki lain yang lebih baik dari ku ..!" jelas Arjuna, kemudian berlalu dari sana namun hanya beberapa langkah, Angel lebih dulu mencekal tangan nya agar Arjuna berbalik dan itu berhasil.

__ADS_1


cup


Dinda dengan cepat meraih tengkuk Arjuna dan mencium bibir nya .


Di luar Dinda merasa jika Arjuna terlalu lama,ia menengak kan tubuh nya dan melihat Baim,kemudian ia turun perlahan,Baim begitu terkejut mendapati Dinda di belakang nya.


"kenapa di sini,masuk lah ke mobil,kau bisa masuk angin,di sini sangat dingin,tuan akan mengamuk pada ku jika kau sakit..!" jelas Baim yang ketakutan melihat Dinda .


Seperti magnet,Dinda memicingkan mata melihat lebih jelas pertengkaran yang terjadi di meja kecil sana,kemudian menatap Baim untuk meminta kejelasan namun Baim hanya terlihat kikuk dan menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.


Dinda berjalan menuju Arjuna dan angel tanpa di ketahui ke dua nya,karena mereka terlalu sibuk berdebat satu sama lain,sepintas Dinda bisa mendengar sedikit perdebatan itu,hingga kali akhir Angel dengan begitu berani menarik Arjuna dan mencium bibir yang selama ini mencium hangat diri nya.


seperti air yang mendidih ,Dinda mendekat karena tak bisa lagi menahan semua nya.


Untuk sesaat Arjuna begitu terkejut dengan perlakuan Angel yang begitu berani,namun kemudian ia memaksa mendorong Angel.


Tangan Arjuna tertarik dengan keras dari belakang hingga ciuman angel langsung terlepas


plak


plak


plak


tiga kali Tamparan keras itu melayang dari tangan Dinda mulus,wajah yang di penuhi kemarahan dan sorot mata yang begitu menyala seperti api yang tengah berkobar siap membakar apa pun hingga menjadi abu.


"aku tak menyangka Dinda akan seperti itu jika marah,semoga saja bos tak marah pada ku karena Dinda masuk ke sana..!" gumam Baim yang melihat semua nya dari luar,jantung Baim tak karuan,namun ia tak berani mendekat karena itu adalah urusan rumah tangga mereka,Baim hanya tetap diam di luar sambil melafalkan berbagai macam do'a agar tak terjadi hal yang lebih buruk di dalam sana.


🌹🌹🌹🌹


selamat pagi semua


selamat berlibur


sehat selalu


jangan lupa like sama komentar nya ya kakak semua

__ADS_1


__ADS_2