Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Perhatian Arjuna


__ADS_3

Dinda mendengar kan cerita Arjuna dengan diam,dia mencerna setiap penjelasan yang terucap dari Arjuna.


"Kakak tenang saja,aku percaya pada kakak..!" Ucap Dinda dengan senyuman.


"Benar kah kau percaya pada kakak..?" Tanya Arjuna memastikan ucapan Dinda.


Dinda melihat jam yang melingkar di tangan nya lalu melihat ke arah Arjuna.


"Kakak,aku harus pulang..aku ingin ke apartemen sebentar, karena ada beberapa buku yang tertinggal di sana..!"


Arjuna mengangguk kan kepala tanda dia mengijinkan Dinda untuk pergi sekarang. Dinda berdiri lalu berjalan hendak membuka pintu,namun tangan nya kembali di tarik Arjuna,dia memeluk Dinda.


"Din, terimakasih kau sudah percaya pada ku..!" Ucap Arjuna yang sedang memeluk Dinda.


Entah apa yang Dinda rasakan sekarang,dia seperti sangat bahagia saat ini,dia merasa spesial dari perlakuan Arjuna,dari kecupan itu hingga pelukan ini.


"Duuuhhh kenapa ya,kok aku jadi baper sama kakak..!" Batin Dinda.

__ADS_1


Arjuna melepas kan pelukan nya dan membuka pintu itu. Dinda berlalu dari kantor Arjuna dengan perasaan yang baru,entah apa itu tapi dia merasa bahagia.


"Baim ,kau cepat cari rekaman CCTV malam itu di hotel xxx,dan kirim data itu secepat nya pada ku,aku ingin semua ini selesai sebelum tersebar ke semua orang,dan satu lagi cari titik lemah dari bisnis keluarga Sandra,aku akan menghancurkan nya karena sudah berani bermain dengan Ku..!" Ucap Arjuna dengan dingin nya.


Arjuna bukan orang baik yang bisa memaafkan lawan nya dengan mudah,dia akan menghabisi sampai ke akar nya.


"Aku tidak akan melepas kan Sandra dan orang-orang yang terkait malam itu,kalian akan habis semua ..!" Ucap Arjuna dengan senyum dibibir nya.


Dinda tiba di apartemen milik nya,dia membuka kamar nya,kemudian sekelebat bayangan Arjuna mencium nya terlintas kembali,membuat nya malu dan terlebih lagi itu ciuman pertama nya.


"Kenapa kakak mencium ku,duuhh ni otak jadi mesum..!" Gerutu Dinda


Arjuna pulang hampir mendekati jam makan malam,di depan pintu sudah ada Dinda yang menyambut nya. Dinda membuka kan pintu,kemudian tangan Arjuna terulur untuk mengusap rambut Dinda,hanya usapan biasa.


"Kakak mandi dulu,Dinda sudah siap kan air hangat di kamar mandi dan baju kakak..habis itu langsung makan malam,Dinda tunggu di meja makan..!" Ucap Dinda dengan perhatian.


Arjuna hanya mengangguk dan menaiki tangga untuk sampai ke kamar nya. Setelah satu jam, Arjuna turun sudah terlihat lebih segar,dia langsung duduk dan Dinda menyiapkan makanan di piring Arjuna,mereka makan bersama dengan tenang.

__ADS_1


Setelah makan malam,mereka beranjak ke kamar beriringan,saat menaiki tangga, tiba-tiba kaki Dinda tersandung anak tangga hingga hampir jatuh kalau saja Arjuna tak menangkap nya.


"Kau tidak apa-apa..!" Tanya Arjuna.


Dinda hanya menggeleng dan akan melanjutkan menaiki anak tangga itu,namun kaki nya terasa sakit,hingga hampir terjatuh lagi,Arjuna yang melihat itu,tanpa bertanya langsung menggendong Dinda.


"Aaaaaa..kakak,aku masih bisa jalan.." ucap Dinda,namun Arjuna tak menghiraukan nya,dia tetap berjalan.


"Kau diam saja kalau tidak ingin jatuh,buka pintu nya..!" Lanjut Arjuna saat di depan kamar.


Dinda membuka pintu kamar agar mereka bisa masuk,kemudian Arjuna menutup pintu kamar nya dengan mendorong memakai kaki nya.


Arjuna menurun kan Dinda di atas kasur dengan pelan,dia berjalan ke arah lemari untuk mengambil salep ,Arjuna duduk lalu mengambil kaki Dinda dan meletakkan di atas paha nya untuk mengoles kan salep pereda nyeri.


"kakak,tidak perlu,aku bisa sendiri .." tolak Dinda yang tak enak.


Arjuna tetap mengoleskan salep itu di kaki Dinda,setelah selesai,dia mencuci tangan nya dan berbaring di kasur itu.

__ADS_1


"Istirahat lah sekarang,kalau tidak besok kau tidak akan bisa ke kampus dengan kaki seperti itu .!" Ucap Arjuna sambil membenarkan selimut nya untuk Dinda.


__ADS_2