
Dinda menggeleng cepat kemudian menuju Baim dan membawa ke arah pintu,Baim keluar dari kamar itu,lalu Dinda mengunci pintu nya, menghampiri Arjuna di sofa yang terduduk lemas mengatur nafas nya.
"Apa yang kau lakukan..?" Tanya Arjuna memandang Dinda yang membantu melepas sepatu Arjuna.
Dinda terus diam,Arjuna tak tahan lagi dengan semua nya,dia berdiri dan akan menuju kamar mandi karena dia sudah merasa terbakar.
"Kakak,aku bisa membantu kakak,aku isteri kakak..tapi...!" Ucapan Dinda menggantung.
"Aku bukan wanita suci lagi....!" Tambah nya dengan tertunduk.
Arjuna paham ke mana arah pembicaraan itu.
"Kakak masih bisa mengatasi nya,kau istirahat lah..!" Jawab Arjuna yang akan berlalu namun di tahan Dinda kembali dengan memeluk nya dari belakang.
"Apa kakak merasa jijik dengan wanita seperti ku..?" Tanya Dinda kembali.
Arjuna menggeram menahan gejolak nya.
"Din bukan seperti itu ..aku hanya tak ingin kau menyesal..!" Ucap Arjuna.
__ADS_1
"Kak,bantu aku keluar dari trauma itu..aku mohon..!" Pinta Dinda
Arjuna membalikkan badan menatap Dinda,sungguh demi apa pun dia tak mampu lagi menahan nya,dia ******* bibir Dinda dengan sedikit kasar dan membawa nya ke kasur dengan masih mencium Dinda.
Saat sudah membaringkan Dinda,Arjuna kembali menarik diri nya.
"Din,apa kau tak menyesal melakukan nya dengan ku..?" Tanya Arjuna lagi sebelum mereka melakukan hal lebih jauh
Dinda menggeleng ,dia berpikir memang sudah seharusnya mereka melakukan itu sejak awal,karena pernikahan mereka sudah sah,untuk menghentikan pun tak ada guna nya,karena itu sudah pernah terjadi pada nya dulu.
Arjuna kembali ******* bibir Dinda tapi kali ini dengan lembut,dia tak ingin membuat Dinda takut,saat Arjuna akan memulai aksinya,Dinda menutup mata seperti takut,Arjuna yang paham akan itu memberi jarak pada Dinda dan membelai pipi Dinda dengan lembut
Dinda membuka mata nya kemudian memeluk Arjuna kembali.
"Maaf kan aku,aku tidak sempurna jadi isteri kakak..!" Ucap Dinda yang di iringi butiran air mata.
Arjuna melanjutkan aksi nya,namun Arjuna merasa ada yang aneh,namun dia tak bisa lagi mengontrol diri nya,dia terus melanjutkan aksi nya hingga tuntas.
"Terimakasih..!" Ucap nya pada Dinda yang terlihat cukup ke lelah an karena kegiatan mereka itu.
__ADS_1
Arjuna menyelimuti Dinda kemudian mengecup kening Dinda.
"Tidur lah..!" Tambah Arjuna dengan usapan lembut di punggung Dinda.
Arjuna bangun dari pembaringan nya setelah memastikan Dinda tertidur,dia berniat akan ke balkon untuk menghubungi Baim,namun saat dia menyibak selimut nya,terlihat bercak darah di sprei putih itu.
"Apa mungkin dia masih perawan,dan semua di masa lalu nya hanya karangan orang-orang bodoh itu..!" Gumam Arjuna dengan pelan.
Namun seketika senyum nya terbit memikirkan jika dia yang pertama untuk Dinda.
Arjuna memakai jubah tidur nya kemudian berlalu ke balkon dan langsung menelpon Baim.
"Segera lacak CCTV di acara itu,aku ingin semua nya jelas..!" Ucap Arjuna pada Baim kemudian klik mematikan telepon nya.
Arjuna menggenggam kencang handphone di tangan nya "Siapa yang berani bermain pada ku dan Dinda,aku tak akan melepas kan orang itu..!" Gumam Arjuna.
🌹🌹🌹🌹
up banyak yaa hari ini
__ADS_1
tolong bantu like dan vote nya kakak