Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Akhir


__ADS_3

Ciiitttt


Bunyi rem mobil yang berdecit begitu nyaring menarik perhatian orang di sekitar nya,terlihat seorang wanita yang menunduk di tengah jalan dengan mendekap ke dua anak kecil.


"Apa anda baik-baik saja...?" Tanya seorang sopir yang langsung turun menghampiri orang yang hampir tertabrak di depan nya.


Memang bukan salah sopir itu,namun ia begitu takut melukai orang itu.


"Maaafff kan anak saya pak..!" Ucap wanita itu yang begitu syok hingga membuat nya begitu gelagapan,sementara ke dua anak yang berada di dekapan nya menangis karena ketakutan.


"Papa....!" Teriak anak gadis yang berumur sekitar 3 tahun itu.


"Sayang kau tak apa...?" Tanya wanita itu.


"Lee tak apa mom..tapi adik kecil itu yang tadi terjatuh..!" Ucap anak lelaki yang berumur sekitar 5 tahunan.


"papa...!" Teriak gadis kecil itu kembali.


"Tasya....!" Teriak lelaki yang memecah kerumunan orang kemudian mendekap gadis kecil itu.


"Are you ok...!" Tanya lelaki itu setelah melepas kan pelukan nya dan anak gadis itu mengangguk dengan melingkar kan tangan mungil nya ke leher sang lelaki yang menghampiri nya.


"tenang lah,paman di sini,papa masih di dalam..!" Jawab lelaki itu.


Saat manik lelaki dan wanita di depan nya bertabrakan,mereka sama-sama membeku,dengan tatapan sayu dan ada pilu serta kekecewaan yang nampak jelas.


"Dinda...!"


"Kakak.."


Ucap mereka bersamaan,dan di sini lah sekarang mereka duduk bersama dengan keadaan canggung.

__ADS_1


"Bagaimana kabar mu..!" Tanya Baim yang memangku Tasya memakan es cream.


"Seperti yang kakak liat,aku baik-baik saja..!" Jawab Dinda dengan hangat.


"Dia..apa dia tuan muda...?" Tanya Baim kembali sambil melirik Lee yang memainkan handphone di samping Dinda.


"Bukan tuan muda,dia anak ku,nama nya Lee..sayang,sapa paman dulu..!" Ucap Dinda .


Baim mengerti kecewa nya Dinda ,ia pun tak mengatakan apapun lagi .


"Kau tidak ingin tau bagaimana tuan..?" Sambung Baim kembali.


"Tidak perlu,aku yakin dia baik-baik saja..!" Tambah Dinda dengan tersenyum.


Mereka berpisah setelah pembicaraan itu berakhir,Dinda memasuki mobil nya ,namun saat ia menghidupkan mesin mobil,netra nya menangkap sosok lelaki di depan mobil di ujung sana dengan membuka ke dua tangan nya menunggu seorang gadis kecil yang berlari ke arah nya.


"Papa...!" Teriak anak kecil di sana yang Samar-samar Dinda dengar.


"Mom....!" Panggil Lee yang merasa Dinda terbengong.


"Iyaa..kita pulang sekarang..!" Ucap Dinda


Malam berganti setelah aktifitas yang begitu padat,yang seharusnya melelapkan semua orang,namun tidak dengan Dinda , pertemuan tadi siang,entah mengapa membuat nya gelisah kembali.


"kenapa harus bertemu kembali,padahal aku sudah melupakan nya...!" gumam Dinda kecil.


yaaa semenjak hari itu ,Dinda dan Arjuna tak pernah bertemu lagi,berbagai cara Dinda lakukan untuk bertemu Arjuna dan menjelaskan semua hanya salah faham,namun bukan itu yang ia dapat,selama seminggu ia menunggu Arjuna di mansion berharap Arjuna pulang dan mendengar penjelasan nya,namun ia malah menerima surat gugatan cerai yang entah bagaimana proses nya,Dinda di minta untuk menandatangani nya.


Hancur,bukan itu saja ,namun rasa sakit yang ia dapat,kenapa Arjuna begitu pada nya,di saat ia mendekati persalinan nya,ia di berikan gugatan cerai tanpa sesuatu kejelasan.


Dinda terus mencari Arjuna ke perusahaan bahkan ke mansion Albert,namun di sana kosong,pra pelayan di sana mengatakan jika Albert dan isteri tengah ke luar negeri berobat dalam jangka waktu yang entah sampai kapan mereka tak tau.

__ADS_1


Saat persalinan tiba pun,Dinda hanya sendiri,tanpa di dampingi suami,yang ada hanya Edwin yang menunggu nya di depan ruang operasi.


# Flashback.#


"ingat bayi mu..kau harus kuat,aku akan menyemangati mu dari sini..!" ucap Edwin menguatkan Dinda sebelum memasuki ruang operasi.


Edwin pun tak habis pikir apa yang Arjuna lakukan,kenapa ia lari dari semua nya,apa hanya karena salah paham itu,sungguh itu alasan tak logis bagi nya.


Dinda menjalani operasi untuk melahirkan anak pertama nya,semua berjalan lancar dan bayi yang di lahir kan seorang bayi laki-laki dengan berat 3,5kg yang di beri nama Leonard Artama Wiguna .


meskipun kecewa dan sakit hati pada Arjuna ,namun Dinda tak akan menghapus nama keluarga Arjuna dari anak nya,Dinda tetap mengenal kan anak nya pada sosok sang ayah ,ia memberikan pengertian yang baik kenapa sampai sekarang Arjuna belum menemui mereka.


Saat perceraian ,ia masih tak tau di mana Arjuna berada,namun dari sedikit informasi yang ia dapat,jika saat itu Arjuna berada ke luar negeri,mengapa ia pergi sejauh itu,apa Arjuna ingin menghindari nya,entah lah,Dinda pun tak bisa memikirkan nya,di pikiran nya saat itu bagaimana ia harus membesarkan anak nya seorang diri,memang Arjuna masih memberikan nya nafkah,bahkan mansion yang mereka tempati pun beralih menjadi ke pemilikan Dinda seutuh nya.


Tidak,bukan uang dan harta yang ia butuhkan saat itu,ia perlu sosok Arjuna mendampingi nya.


Dinda menjual mansion itu dan butik itu masih ia jalan kan ,meski ia jarang ke sana secara langsung,hanya Edwin yang ia percaya. Dinda melewati hari-hari nya dengan menemani Lee di rumah,memberikan kebutuhan Lee dan tak membiarkan Lee merasa sendiri.


5 tahun,ia mencoba membangun hidup nya kembali seorang diri,tanpa Arjuna meski setiap bulan ia mendapat uang dari Arjuna untuk kebutuhan Lee,namun ia tak pernah menggunakan nya sepeserpun,semua uang itu masih utuh di rekening nya.


Jangan tanya bagaimana Dinda dan Lee menjalani hidup mereka hanya berdua saja,meski rasa sakit ,ia harus tetap terlihat bahagia,Dinda wanita kuat,yaa meski terlihat kuat di luar ,tak jarang ia menangis saat sendiri,ia tak mau orang tau jika ia begitu rapuh.


Dinda awal nya menolak perceraian itu,namun setelah beberapa bulan ia mencari keberadaan Arjuna dan tak menemukan nya,ia mengambil keputusan sulit,yang tak pernah ia bayangkan,ia menyerah pada keadaan ,ia menyetujui perceraian itu ,dan di sini lah ia hidup sekarang,di rumah kecil ,bukan di pinggiran kota seperti mansion yang ia tempati dulu bersama Arjuna ,hanya rumah kecil namun membuat nya bahagia bersama Lee seorang belahan jiwa nya .


"mommy menyayangi mu,terus lah bahagia...!" ucap Dinda lirih dengan meninggalkan kecupan hangat di kening Lee yang tertidur.


🌹🌹🌹🌹🌹


Vote


like

__ADS_1


komentar


__ADS_2