Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Pilihan


__ADS_3

"hhuuff ...syukur lah..!" helaan nafas halus itu keluar dari mulut Arjuna yang begitu mengkhawatirkan Dinda sedari tadi,bagaimana ia tak khawatir,ia tau bahwa sang papah seorang yang blak-blakan,ia takut jika Dinda terluka atau sakit hati dengan perkataan sang papah.


"tuan...!" sapa sang sopir yang baru datang membawa secangkir kopi.


"kau dari mana..apa dia sudah lama di dalam..!" tanya Arjuna yang mengisyaratkan tentang Dinda .


"iya,nyonya sudah hampir satu jam di dalam..!" jelas sang sopir.


Arjuna mengangguk paham,dengan pelan ia membuka pintu mobil,berusaha tak mengeluarkan suara agar tak membangun kan Dinda yang tengah terlelap dengan sangat tenang.


cup


Arjuna mengecup kening Dinda sedikit lama untuk menghilangkan rasa khawatirnya tadi.


"hhhmmm...!"


Dinda menggeliat pelan merasa tidur nya sedikit terganggu dengan kecupan hangat Arjuna.


"kak...!" ucap Dinda yang melihat wajah tampan suami nya tepat berada beberapa centimeter dari wajah.


"iya.. ini aku..maaf sudah membuat mu lama menunggu..kau lelah..?" tanya Arjuna yang membantu membenarkan posisi duduk Dinda .


"tidak,aku hanya bosan di dalam..jadi ke mobil,tapi ketiduran..!" jawab Dinda dengan senyuman nya .


"kita akan makan di luar dulu,setelah itu kita pulang,kau harus istirahat...!" tambahan Arjuna yang langsung memberikan perintah pada sang sopir menuju tempat makan yang di tunjuk Dinda .


"kak.. bagaimana keadaan mamah..?" tanya Dinda yang meraih tangan Arjuna di samping nya


"hanya perlu istirahat beberapa hari juga bisa pulang,kau tenang lah,jangan di pikir kan,tidak baik untuk kandungan mu. !" jawab Arjuna sambil mengelus perut buncit Dinda


Dinda mengangguk paham,ia sebenar nya ingin bertanya kembali tentang Feby,namun ia takut Arjuna jadi salah paham pada nya .


"kenapa...?" tanya Arjuna yang melihat wajah Dinda seperti bengong.


"tidak..!" jawab Dinda menggeleng berbohong.


"tentang Feby,aku tak tau apa-apa,ia bekerja di perusahaan papah..!" jelas Arjuna yang paham akan pikiran Dinda tentang Feby.


"kau tenang lah,dia tidak akan berani mengganggu kita lagi..!" jelas Arjuna menenangkan Dinda.

__ADS_1


Dinda diam dan memeluk Arjuna,sungguh ia merasa takut jika Feby kembali berulah dan membuat ia jauh dari Arjuna .


apalagi sekarang ke dua orang tua Arjuna seolah berada di pihak Feby,entah apa yang akan terjadi pada Dinda jika Feby dan ke dua orang tua Arjuna berjalan bersama untuk memisahkan mereka berdua .


"kak...!" panggil Dinda dengan rasa takut


"hhhmmm...jangan memikirkan apa pun..!" salak Arjuna yang tau akan Dinda .


Dinda tersenyum pelit mendengar Omelan yang begitu manis untuk nya.


"kenapa diam,aku tau kau akan mengatakan sesuatu yang aneh lagi..aku tak suka..!" jelas Arjuna yang terus memeluk Dinda tanpa melonggar.


"jangan tinggalkan aku,berjanji lah,apa pun yang terjadi kakak akan selalu bersama ku,bersama baby kita...!" pinta Dinda dengan rona ketakutan yang jelas terpampang di netra cantik nya.


"kenapa bicara seperti itu..kau menyebalkan..!" ucap Arjuna dengan nada halus dan melonggarkan sedikit pelukan nya .


Dinda melirik wajah tampan di samping nya yang duduk bersandar sambil memejamkan mata,ia tersenyum melihat pahatan indah wajah suami nya .


"entah sampai kapan aku tetap terus bersama mu,di samping mu, menggenggam tangan ini,merasa kan hangat nya pelukan ini,kau yang terindah dalam hidup ku,aku tak akan menyia-nyiakan waktu yang tersisa ini..!" gumam Dinda dalam hati nya hingga buliran bening itu jatuh,namun buru-buru ia hapus agar tak di lihat oleh Arjuna.


"kak...!" panggil Dinda sambil menarik ujung kemeja Arjuna .


"ayo lahh..maafkan aku,aku janji tak akan bicara begitu lagi..kakak jangan marah lagi, sebentar lagi kita sampai di tempat makan nya..!" bujuk Dinda sambil menyandarkan kepala nya pada dada Arjuna .


"bujuk lah yang benar..!" tambah Arjuna tanpa membuka mata nya.


cup


Dinda mengecup kilas pipi Arjuna di atas nya,namun tak mendapat respon apa pun dari Arjuna .


"hanya seperti itu..sudah lah..!" kata Arjuna yang berpaling ke samping jalan.


"kak,di depan ada sopir,kakak Jang mau yang aneh-aneh..!" bisik Dinda dengan sangat pelan.


"maaf tuan Nyonya,kita sudah sampai..!" ucap sopir di depan tanpa menoleh ke belakang.


"kau turun duluan,pesan kan makanan seperti biasa saja..!" jawab Arjuna .


sopir itu langsung keluar seperti perintah tuan nya,namun berbeda dengan Arjuna yang terus menutup mata nya.

__ADS_1


"kak...!" panggil Dinda lagi.


Tanpa bicara,Arjuna langsung menarik tengkuk Dinda , mendekat wajah nya hingga beberapa centimeter .


"kau cerewet sekali...!" ucap Arjuna kemudian langsung menyerbu lembut bibir Dinda di depan nya.


Dinda memukul pelan pundak Arjuna karena ia hampir kehabisan nafas.


"huh huh huh..!"


nafas ke dua nya terlihat memburu saling bersahutan.


"ini bukan pertama kali nya untuk mu,kenapa kau belum bisa mengimbangi nya..!" ucap Arjuna yang tersenyum menatap Dinda


"kakak menyebalkan..itu sangat lama,aku tak bisa bernafas ..!" omel Dinda yang kesal pada Arjuna yang tak mau melakukan nya sebentar.


"lalu,kata kan pada ku..bagaimana cara nya sebentar itu..?" tanya Arjuna sambil mendekat lagi,namun di tahan oleh ke dua tangan Dinda .


"sudah lah,ayo turun saja..aku sudah lapar.. pembahasan kakak tu ga ada habis nya..!" gerutu Dinda sambil membuka pintu mobil sendiri.


Arjuna terkekeh pelan melihat Dinda yang masih malu jika membahas masalah itu berdua.


mereka turun bersama dengan Arjuna yang membelit pinggang Dinda dengan posesif.


"tuan..semua sudah siap..!" ucap sopir yang sudah menyiapkan segala nya.


Arjuna membantu Dinda duduk dengan benar,kemudian menarik kursi lain agar lebih dekat dengan Dinda .


Dengan sedikit candaan mereka melalui sesi makan siang kali itu dengan penuh warna,setidak nya Dinda bisa melupakan yang terjadi di rumah sakit tadi.,keadaan di mana ia harus memilih dengan rasa sakit ,namun hidup terus berjalan dengan segala pilihan yang memiliki konsekuensi masingmasing dan Dinda sudah memilih.


Dinda tak marah pada Albert ,ia paham jika setiap orang tua menginginkan pasangan yang terbaik untuk anak nya,dan ia bukan lah yang terbaik untuk Arjuna ,ia akan berusaha bertahan sekuat yang ia bisa,namun semua tetap kembali pada takdir dari yang kuasa ,ia akan berusaha terus memperjuangkan kebersamaan nya tapi jika semua harus berakhir,ia tak bisa menahan nya,ia akan terus berjalan di atas takdir yang telah di tetap kan untuk nya dan anak nya kelak.


"semoga aku mampu...!" gumam Dinda


🌹🌹🌹


maaf baru up


Lagi sakit ga fit

__ADS_1


do'a kan untuk kesembuhan aku ya kakak


__ADS_2