Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Sakit


__ADS_3

Arjuna menatap jam mahal nya,ini sudah pagi,namun ia masih belum mendapatkan kabar dari anak buah nya tentang Dinda ,ia terlihat sangat marah,namun ia tahan,ia tak mau Lee melihat sisi lain dari nya.


"Mommy..!" Lirih Lee di sela tidur nya,dengan pelan Arjuna menyeka tetesan bening dari mata Lee,ia begitu sakit melihat Lee begini,padahal belum lama Lee tertidur di pangkuan nya,namun Lee terus terisak pelan karena memikirkan mommy nya.


Arjuna mengetik pesan singkat pada seseorang yang tak lain adalah Baim , sahabat sekaligus asisten pribadi nya yang selalu setia pada nya.


To Baim :Kerah kan lebih banyak orang lagi untuk mencari Dinda


Arjuna meremas ponsel nya menahan kesal karena marah,hingga membuat tangan nya memerah.


Arjuna mengusap sayang pucuk kepala Lee yang tertidur di pangkuan nya,ia begitu bahagia kali ini,namun juga sakit melihat Lee yang begitu mengkhawatirkan Dinda.


"Siapa yang ingin bermain dengan ku sekarang,siapa pun orang nya,aku akan menghabisi nya kali ini !" Gumam Arjuna pelan.


Di tempat lain yang begitu sepi,hanya ada suara burung yang saling bersahutan,Dinda terus menangis ,ia begitu takut,mata nya sudah sangat sembab karena tak henti nya menangis dan memohon untuk di bebas kan.


"haus...!" Ucap Dinda lirih,hingga suara nya pun hanya terdengar samar.


Dengan sedikit belas kasihan orang di belakang nya menyodorkan sebotol minuman ,dengan kasar ia membuka tutup botol nya dan meminum kan air itu pada Dinda yang terlihat takut.


"Sudah puas..!" Ucap nya melempar air yang masih tersisa itu dan melemparkannya ke sudut ruangan .


Sambil memainkan pisau yang begitu berkilat,orang itu mendekati Dinda dan meletakkan pisau di pipi Dinda dengan sedikit menekan nya.


"Maaf kan aku,ku mohon jangan lakukan itu, kasihanilah aku..!" Pinta Dinda yang menutup mata nya,namun orang itu tak peduli dengan permohonan Dinda ,ia membuat ukiran kecil hingga membuat pipi Dinda berdarah.


Dinda mengerang kesakitan dan itu justru melihat orang itu tertawa keras.


"Cengeng sekali,itu hanya luka kecil bodoh..!" Ucap orang itu berteriak pada Dinda hingga membuat nya berhenti menangis.


Tangan dan kaki Dinda sedikit membiru karena ikatan pada kursi yang ia dapat ,perih itu lah yang ia rasa,ia berharap akan ada seseorang yang menemukan nya,ia begitu takut berada di tempat gelap dan bersama orang yang menculik nya .


"Lee..mommy merindukan mu..!" Lirih Dinda dengan hati yang perih.


mansion Arjuna

__ADS_1


Arjuna menggendong Lee yang masih tertidur,ia sengaja membawa Lee ke mansion nya,karena ia tak bisa meninggalkan Lee di rumah nya sendirian dan keputusan ini juga atas persetujuan Edwin.


Arjuna membawa Lee ke kamar nya dan menyelimuti Lee,ia begitu khawatir,Lee sedang demam karena terus memikirkan Dinda.


"ke mansion sekarang.,!" Ucap Arjuna di sambungan telepon nya kemudian langsung mematikan telepon itu dan beralih kembali menatap Lee yang tengah menggigil.


"Maaf kan Daddy..!" Ucap Arjuna sambil mengelus pelan pucuk kepala Lee yang penuh dengan keringat.


Arjuna berlalu ke kamar mandi mengganti pakaian nya,karena dari semalam ia masih memakai baju yang sama.


Namun bukan berganti pakaian,beberapa kali ia menghantam tembok kamar mandi menggunakan kepalan tangan nya dengan sangat kuat untuk menyalurkan emosi yang ia tahan sejak tadi malam.


"Brengsek..siapa yang sudah melakukan semua ini, bukan hanya Lee,namun rencana ku juga gagal untuk memberikan Dinda kejutan,aku berjanji akan membuat orang itu hancur..!" Gumam Arjuna sambil terus memukul tembok hingga membuat jari-jari tangan nya mengeluarkan darah segar.


Dengan langkah yang tergesa-gesa,Kelvin tiba di mansion Arjuna ,ia mengemudi mobil dengan kecepatan penuh untuk tiba di mansion Arjuna dengan cepat.


bruuukkk


Kelvin membuka kamar Arjuna tanpa permisi,karena ia begitu khawatir saat menerima telepon dari Arjuna di rumah sakit tadi.


"kau..apa tidak bisa mengetuk pintu dulu,kau bisa membuat nya terkejut,bodoh..!" umpat Arjuna dengan pelan namun dengan tatapan yang menusuk


Dengan senyum khas nya,Kelvin tersenyum menanggapi itu.


"maaf,aku begitu khawatir..aku pikir alergi Tasya kambuh..!" jelas Kelvin.


Kelvin hapal betul nada bicara Arjuna yang khawatir seperti saat alergi Tasya yang kambuh,ia pikir kali ini pun Tasya mengalami alergi kembali,namun ternyata ia salah,dan ia mendapat Omelan dari Arjuna.


"dia...!" ucapan Kelvin menggantung.


"my boy...!" ucap Arjuna sambil menggenggam tangan Lee .


Kelvin terlihat bingung dengan jawaban itu dan Arjuna paham jika Kelvin tak tau tentang Lee saat ini.


"dia putra ku..!" jelas Arjuna sambil mencium tangan Lee.

__ADS_1


Kelvin yang merasa kaget hanya mengangguk tanda paham,ia memeriksa keadaan Lee saat itu.


"dia demam dan seperti nya ia sedang ketakutan..apa yang terjadi..?" tanya Kelvin meminta penjelasan.


"Dinda menghilang,dan dia merindu kan mommy nya..!" jelas Arjuna terlihat sedih.


"maksud nya..?" tanya Kelvin kemudian.


Arjuna menceritakan semua nya dari awal ia berkunjung ke rumah Dinda hingga saat ini Dinda belum di temukan,dan itu lah penyebab Lee sakit saat ini,karena memikirkan mommy nya.


bukan hanya memeriksa Lee,Kelvin juga mengobati luka pada tangan Arjuna ,ia memberikan perban pada tangan yang masih berdarah.


"jangan bertindak bodoh seperti ini..,kau bisa menyakiti diri mu sendiri,kau harus lebih kuat untuk anak mu!" ucap Kelvin sambil membalurkan obat pada luka Arjuna .


Arjuna tak menanggapi nya,ia hanya diam sambil terus memandang Lee yang masih tertidur,sebelum pergi Kelvin kembali menatap Arjuna .


"kau harus segera menemukan Dinda jika kau ingin anak mu sembuh..!" saran Kelvin sambil menatap iba pada Arjuna .


"aku pasti akan menemukan Dinda dan membawa nya kembali pada ku..!" ucap Arjuna dengan yakin.


"aku tau kau bisa,aku akan mendukung mu selalu..!" balas Kelvin dengan tulus.


setelah perbincangan itu,Kelvin kembali ke rumah sakit,sedang Arjuna terus sibuk dengan gadget nya ,setelah kepergian Kelvin,Baim mengirim kan sebuah video yang merupakan rekaman CCTV yang Baim dapat dari tetangga Dinda .


Arjuna mengepal kan tangan nya kuat saat melihat Dinda yang pingsan tengah di seret masuk ke dalam mobil oleh seseorang yang memakai topi dan masker.


"siapa orang itu..aku harus segera menemukan Dinda ,dia tak boleh menyakiti Dinda !" gumam Arjuna pelan sambil beberapa kali memutar rekaman itu berharap bisa mengenali .


🌹🌹🌹🌹


selamat malam mingguan


sehat selalu yaa semua


jangan lupa like komentar dan vote nya

__ADS_1


__ADS_2