Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Mood


__ADS_3

Sudah dua hari ini mood Dinda sangat buruk,ia masih kesal pada Arjuna yang mengatakan kalau tubuh nya sekarang bertambah berat,terkadang ia mengomel sendiri,Arjuna hanya bisa tersenyum mendapati tingkah istri nya,ia sadar jika itu sebagian dari hormon ibu hamil.


"Sayang,kau mau aku belikan apa saat pulang nanti..?" Tanya Arjuna di balik telepon.


"Tidak,aku sedang diet..!" Jawab Dinda kemudian mematikan telepon itu seketika.


Hhhuuuufffftt


Arjuna menghela nafas sambil memijat pelan pangkal hidung nya yang terasa berdenyut.


"Bagaimana lagi cara nya membujuk Dinda,padahal aku sudah berulang kali mengucap maaf..!" Gumam Arjuna pelan.


Arjuna menjalan kan mobil pulang sambil meneliti di sepanjang jalan mencari makanan yang mungkin di sukai oleh Dinda.


"Apa aku belikan bunga dan coklat saja ya..!" Batin Arjuna berucap.


Ia memarkirkan mobil nya di depan sebuah toko bunga.


Setelah selesai dengan bunga,ia mencari toko coklat ,ia tau jika Dinda menyukai coklat putih.


Setelah ke dua benda itu di dapat nya,ia melajukan mobil untuk pulang.

__ADS_1


"apa yang terjadi..?" Tanya Arjuna pada seorang pelayan yang terlihat panik saat menaiki tangga.


"Nyonya terus muntah dari satu jam yang lalu..!" Jawab pelayan itu .


Arjuna berlari menaiki anak tangga itu,ia sangat khawatir pada Dinda dan calon anak nya.


Saat membuka pintu kamar, Dinda di temani dua orang pelayan yang sedang memijat kepala nya.


Arjuna memberi arahan pada pelayan itu agar diam dan keluar dari kamar nya.


Dinda masih memejamkan mata,kepala nya terasa begitu berdenyut.


Arjuna mengambil alih pekerjaan pelayan yang sedari tadi memijat kepala Dinda.


Arjuna tersenyum mendengar penuturan Dinda ,namun ia tetap diam,ia ingin mendengar lebih banyak tentang keluhan Dinda pada nya.


"Tapi sekarang perut ku sudah tidak mual lagi,namun aku masih kesal pada kakak..!" Gerutu Dinda lagi.


Arjuna mendekat kan wajah nya pada Dinda yang sedang bersandar pada sofa,kemudian mengecup lembut bibir Dinda.


Dinda terkejut dan membuka mata nya,ia tak menyangka jika Arjuna ada di sana.

__ADS_1


"Kakak ..!" Ucap nya kaget.


"Apa yang terjadi,harus kah aku memanggil dokter..?" Tanya Arjuna yang mengusap perut Dinda.


"Tidak perlu..!" Jawab Dinda yang masih jual mahal pada Suami nya itu.


"Hey,ayo lah jangan marah terus,ini sudah dua hari kau marah,aku membelikan sesuatu untuk mu..!" Ucap Arjuna menyodorkan bunga dan coklat kesukaan Dinda.


Mata Dinda berbinar bahagia,namun ia menahan nya,ia masih kesal pada Arjuna.


Arjuna memeluk Dinda yang masih diam.


"Maaf kan aku, sekarang makan lah coklat nya,atau kau mau aku bawa ke rumah sakit sekarang..!" Tambah Arjuna mengancam Dinda.


Sebenarnya selama dua malam ini Arjuna tidak tidur ,ia tau jika tengah malam Dinda selalu memeluk nya ,namun saat Arjuna bangun Dinda pura-pura marah pada nya.


Arjuna berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah seharian beraktivitas.


Rasa gengsi Dinda yang tinggi membuat nya kesal dan terkadang mengomel tak jelas,namun Arjuna hanya diam dan tak menganggap kemarahan Dinda hal yang serius,ia berusaha se sabar mungkin menghadapi isteri nya.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Pengen up banyak,tapi ga ada yang kasih semangat like dan vote nya😁


__ADS_2