
Dinda memberanikan diri untuk memulai kali ini,ia melingkar kan tangan di leher Arjuna,mengecup bibir sang suami dengan dalam.
Arjuna menyunggingkan senyum di sela ciuman panas ini,masih dengan posisi yang sama,Arjuna tak bergerak sedikit pun menunggu reaksi Dinda berikut nya.
Dinda mengatur nafas,menyatukan hidung nya dengan Arjuna .
"kenapa tersenyum..jangan menatap ku..!" ujar Dinda malu.
"sayang,aku suka kau seperti ini..!" goda Arjuna yang membuat Dinda semakin malu,ia menyelipkan rambut Dinda ke belakang telinga nya,menarik tengkuk Dinda kembali.
cup
kali ini Arjuna yang mendominan dalam permainan,tangan nya ikut bermain di lekuk tubub Dinda.
"aku menginginkan mu sekarang..!" ucap Arjuna yang merebahkan Dinda .
malam panjang yang begitu indah,terlewati dengan alunan syahdu suara cinta,tak peduli berapa banyak keringat yang menemani mereka.
"sayang terimakasih..semoga dia lekas tumbuh..!" ucap Arjuna yang mengelus lembut perut Dinda.
Dinda hanya menganggukkan kepala,rasa nya ia tak sanggup lagi harus berkata,atau sekedar mengangguk kan kepala kali ini,ia benar-benar lelah setelah permainan panas dengan Arjuna .
Arjuna sudah memantapkan keinginan Dinda untuk segera memiliki anak lagi,mereka begitu rindu dengan seorang bayi kecil ,mengingat dulu Lee hanya di besarkan Dinda seorang diri.
Arjuna belum bisa tidur,ia membilas tubuh nya di bawah shower,sekedar menghilangkan gerah di tubuh nya,ia ingin mengajak Dinda,namun ia tak tega melihat Dinda yang kelelahan.
setelah mandi,ia ke bawah membuat secangkir kopi untuk menemani malam nya,membawa ke kamar dan mengambil laptop nya untuk sekedar membuka email dan melihat pasar saham,sesekali ia melirik Dinda yang tertidur pulas di tempat tidur,hingga tak jarang ia melihat pemandangan indah saat selimut Dinda melorot .
"kau ...saat tidur saja bisa membuat ku gila..!" kekeh Arjuna merasa lucu pada diri nya sendiri,ia berjalan menuju tempat tidur,merapikan kembali selimut Dinda.
"kenapa tidak tidur..!" tanya Dinda yang meraih tangan Arjuna .
"belum ngantuk,kau tidur lah..aku juga di sini..!" jawab Arjuna sambil mengusap lembut pucuk kepala Dinda .
"di sini saja,jangan terus bekerja..!" rengek Dinda yang mendapat anggukan dari Arjuna ,ia mematikan lampu kamar dan ikut bergabung bersama Dinda .
"aku sudah menuruti keinginan mu,sekarang kau turuti keinginan ku..1 ronde lagi..!" senyum Arjuna sambil berguling mengukung Dinda yang memang masih full naked
"kau ...!" mata Dinda melotot ..belum sempat berucap,Arjuna kembali mengunci bibir nya dengan kelembutan.
Pagi menyapa kembali, Arjuna bangun dengan senyum bahagia nya,ia bersiap ke kantor, sementara Dinda masih dalam selimut tebal nya.
"sayang,aku ada meeting pagi ini..apa kau bisa bangun untuk menyiapkan makan pagi ku..!" bisik Arjuna di telinga Dinda .
"hiks hiks...!" terdengar tangisan kecil Dinda di sana.
"Hei..sayang,kenapa menangis..apa ada yang sakit..?!" ucap Arjuna khawatir .
"kak,aku masih ngantuk..jangan ganggu aku,aku lelah sekali..!" ucap Dinda sedikit kesal.
Arjuna melongo mendengar itu,benar kah itu Dinda ..kenapa pagi ini ia seolah tak peduli dengan nya.
"ii..yaaa..kau istirahat lah,jangan menangis lagi..maaf kan aku mengganggu mu..!" balas Arjuna yang kebingungan.
Arjuna turun dengan sedikit keheranan.
"kenapa dengan nya,bukan kah sudah sering seperti tadi malam,bahkan sampai pagi..kenapa kali ini dia marah-marah..bukan kah dia yang memulai tadi malam..!" gumam Arjuna sendiri.
"papah..!" teriak Tasya yang membuyarkan lamunan nya pagi ini.
"sayang,pagi..kau sudah rapi..?" tanya Arjuna yang baru duduk dan menyeruput kopi tanpa gula nya.
__ADS_1
"di mana mommy..!?" tanya Lee yang menatap Arjuna .
"mommy sedang istirahat..kau perlu sesuatu..?" tanya Arjuna .
"kenapa mamah belum bangun..aku akan menjemput mamah di kamar..!" ucap Tasya.
"jangan sayang,mamah kurang enak badan..biar papah yang mengantar kalian ke sekolah..!" tahan Arjuna yang tak ingin Dinda terganggu.
Lee tak protes,lain hal nya dengan Tasya yang sedikit bawel,ia terus berargumen dengan Arjuna agar bertemu Dinda pagi ini, beruntung Arjuna dan Lee bisa membujuk nya.
"sayang,aku akan ke kantor..kau jangan lupa sarapan..!" bisik Arjuna sebelum berangkat,namun Dinda tak menyahut ,ia tetap tidur nyenyak .
Arjuna hanya menggeleng melihat Dinda pagi ini,ia begitu gemas,namun ia takut membuat Dinda marah dan menangis lagi.
Siang hari,setelah pertemuan di luar,Arjuna yang kelelahan mengambil ponsel nya dari saku jas yang sengaja ia silent saat rapat.
terdapat puluhan chat dan telepon dari Dinda.
"kakak di mana.."
"menyebalkan..!"
"jangan pulang lagi..!"
"tidak usah menghubungi lagi..!"
Arjuna membulat kan mata sambil meneguk ludah membaca chat dari Dinda yang hampir semua berisi Omelan,apa maksud nya marah-marah.
tut
Tut
Tut
Namun tak mendapat kan jawaban dari Dinda ,sudah beberapa kali ia mencoba menghubungi Dinda ,tetap saja tidak bisa.
"aku akan pulang sebentar,ulur waktu untuk pertemuan selanjut nya sampai aku tiba..!" ucap Arjuna pada Baim.
Arjuna berjalan cepat,ia memikirkan Dinda yang terlihat aneh dari tadi pagi dan berlanjut sampai siang ini.
__ADS_1
Tidak perlu waktu lama,Arjuna sampai di mansion nya dan bergegas turun,terlihat beberapa pelayan wanita berjejer menghadap dapur seolah takut ,mereka menunduk kan kepala.
Arjuna berjalan pelan ,melihat dan mencoba mendengar sedikit perdebatan kecil yang terjadi di sana
"aku ingin coklat yang putih,bukan yang merek ini,hikss...!" ucap Dinda yang terdengar kesal dan menangis.
"nyonya,maaf hanya ada ini..!" ucap pelayan di sana.
"kalian kan bisa beli,aku ga mau..harus nya kalian selalu menyiapkan nya,kalian menyebalkan..!" ucap Dinda sedikit keras.
Arjuna tercengang di sana,hanya karena masalah kecil bisa membuat Dinda seperti ini.
"tuuuann...!" ucap pelayan yang paling belakang saat menyadari kehadiran Arjuna.
"bubar lah..ajak yang lain..!" ucap Arjuna setengah berbisik.
Arjuna berjalan pelan menghampiri Dinda yang menangis sambil meletakkan kepala nya di meja makan.
"sayang..!" sapa Arjuna yang mengelus pelan pucuk kepala Dinda.
"kenapa pulang..bukan kah sudah ku bilang jangan pulang lagi..!" ucap Dinda yang sedikit marah.
"kau kenapa..apa yang terjadi..?" tanya Arjuna bingung.
"aku sedang males melihat kakak..!" ucap Dinda kembali,Arjuna melongo mendengar itu,ia menelan ludah kasar nya.
"maaf jika aku salah..jangan terus marah sayang..kau ingin apa..?!" tanya Arjuna melembut.
"ikut kakak ke kantor..!" jawab Dinda mendongakkan kepala.
"benar kah..boleh..ya sudah,ganti baju dulu,kau harus mandi..!" ucap Arjuna,karena ia yakin jika Dinda belum mandi,ia melihat penampilan Dinda yang masih kusut siang ini.
"kenapa ,,malu mengajak istri seperti ini..!" ucap Dinda kembali marah.
"salah lagi..!" batin Arjuna.
🌹🌹🌹🌹
happy weekend 😘😘
like nya sayang
jangan lupa
plus komen nya yaa
__ADS_1