Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Penjelasan


__ADS_3

Arjuna menarik tangan Dinda ,membawa nya ke suatu ruang rapat yang kosong . Arjuna mengunci pintu itu dari dalam,sungguh dia merasa takut Dinda kecewa pada nya,karena dia pernah berjanji pada Dinda akan setia pada pernikahan mereka meskipun dia tidak mencintai Dinda.


Arjuna menuntun Dinda untuk duduk di salah satu kursi lalu menarik satu kursi lagi hingga memposisikan nya duduk berhadapan dengan Dinda.


"kau tidak ingin bertanya sesuatu..!" tanya Arjuna dengan menatap wajah Dinda yang sendu.


"aku......!" Dinda bingung ingin menjawab apa.


"Din,kau harus percaya pada kakak,itu tidak seperti yang kau lihat,kakak di jebak..!" ucap Arjuna meyakinkan.


"kakak tidak akan pernah mengkhianati pernikahan kita..!" tambah Arjuna.


"kakak, aku tidak apa-apa.. kakak tidak perlu khawatir tentang aku..!" jawab Dinda dengan menunduk.


Arjuna paham akan perasaan dinda.dia menarik Dinda dan memeluk nya.

__ADS_1


"Din,kau harus percaya pada kakak,kakak tidak akan berbuat hina seperti itu pada pernikahan kita..!" ucap Arjuna sambil mengelus rambut Dinda.


Meski Arjuna belum mencintai Dinda,tapi jauh di lubuk hati nya,dia akan berusaha menerima Dinda,karena bagaimanapun mereka sudah menikah.


Arjuna melepaskan pelukan nya dan menatap Dinda yang sepertinya masih menyimpan tanya tentang foto itu.


"kalau kamu mau tanya foto itu,tanya saja,kakak akan jelaskan semua nya..!" ucap Arjuna yang paham akan pikiran Dinda.


Dinda mendongak kan kepala memandang Arjuna di depan nya "kakak,tidak perlu aku..!" kata-kata Dinda terputus saat Arjuna mengecup bibir nya dengan cepat.


cup...hanya kecupan,namun mampu membuat Dinda membulatkan mata nya.


"kakak itu sekarang suami mu,kenapa kau seolah tidak peduli dengan semua yang berhubungan dengan suami mu..!" ucap Arjuna dengan tatapan tajam pada Dinda


"aku hanya tidak ingin kakak berpikir kalau aku mencampuri urusan pribadi kakak terlalu jauh..!" jawab Dinda dengan menunduk.

__ADS_1


"Din,kakak tidak suka kau berbicara seperti itu,ingat status kita sekarang..!" kata Arjuna dengan sedikit penekanan.


"maaf kan Dinda .!" sesal Dinda yang merasa bersalah sudah membuat Arjuna kesal.


"Lucu sekali dia,seharusnya dia marah,kenapa jadi dia yang minta maaf.." batin Arjuna menertawakan sikap Dinda yang polos.


"Baik lah,kakak akan menceritakan semua nya dari awal,supaya kau mendengar dari ku langsung..!" jelas Arjuna.


**flashback**


Hari itu sesaat setelah pernikahan nya dengan Dinda,Arjuna mendapatkan telepon dari Baim kalau ada seorang klien yang ingin bertemu,namun Arjuna tak tau kalau yang di maksud adalah Sandra.


Arjuna datang ke cafe itu sendirian, berpikir kalau Baim sudah menunggu nya di sana,namun dia tak menemukan Baim ,dia mencoba menghubungi Baim namun tak bisa.


Saat akan keluar dari cafe,dia bertemu Sandra yang kebetulan sendiri, Sandra mengajak Arjuna untuk berbincang sebentar mengenai perkembangan bisnis mereka,Arjuna yang tak merasa curiga pun langsung menerima.

__ADS_1


Mereka memesan kopi,sambil Sandra mengeluarkan beberapa laporan yang dia terima dari karyawan nya tentang kerjasama mereka.


Arjuna merasa kepalanya sangat pusing,dan setelah itu dia tak mengingat semua nya,sampai dia terbangun pukul 8 malam dan menyadari sedang berada dalam kamar hotel bersama Sandra ,dia bergegas bangun dan menanyakan semua pada Sandra,tapi malam itu dia tak mendapat kan jawaban yang menurut Arjuna jelas.


__ADS_2