Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Menyerang


__ADS_3

Arjuna menggenggam tangan Dinda di samping nya


"Din,kakak masih ngantuk,mungkin nanti siang kakak ke kantor..tolong kamu tutup tirai itu,kakak tidak bisa tidur kalau masih ada cahaya..!" Ucap Arjuna dengan mata yang masih menutup dan memeluk guling nya


Dinda berjalan untuk menutup semua tirai di kamar itu,dan berjalan ke luar karena tak mau mengganggu Arjuna yang sedang istirahat.


Dinda melanjutkan menonton acara TV,hingga sampai dia tercengang melihat berita tentang penipuan puluhan milyar yang melibatkan seorang pengusaha,di sana terlihat pengusaha itu di tangkap oleh polisi,namun mata Dinda menangkap seorang wanita di belakang laki-laki paruh baya itu,dia mengenal nya,yaa itu adalah Sandra ,wanita tempo hari yang di lihat nya di kantor Arjuna.


"apa ini ada hubungannya dengan kejadian waktu di kantor Kakak..?" Gumam Dinda dengan pelan.


Dinda tak ingin memikirkan nya terlalu jauh,dia mengganti saluran itu ke Chanel lain. Hari ini Dinda tidak ke kampus karena jadwal nya kosong,dia hanya berencana akan ke apartemen lagi karena ingin mencari beberapa baju milik nya.

__ADS_1


Arjuna bangun dari tidur nya,mengecek handphone milik nya,disana Baim mengirim beberapa foto penangkapan Sandra dan ayah nya hingga membuat Arjuna tersenyum


"Kalian sangat bodoh karena berurusan dengan ku.." ucap Arjuna, kemudian dia bangun dari kasur dan mandi berendam hampir 1 jam,dia sudah selesai berpakaian namun tak nampak Dinda di sana,dia mencari keberadaan Dinda hingga kebawah,dia melihat tv yang masih menyala dengan Dinda yang tertidur di sofa.


Arjuna mendekat,kemudian membenarkan posisi tidur Dinda,tadi nya dia ingin menggendong Dinda ke kamar,namun dia takut membangun kan Dinda.


Arjuna kembali ke kamar untuk mengambilkan selimut, setelah itu dia kembali untuk menyelimuti tubuh Dinda.


Arjuna berlalu ke dapur untuk mengambil minum,kemudian kembali ke tempat Dinda tidur di ruang tv itu,Arjuna mematikan tv nya.


Arjuna memutuskan untuk tidak ke kantor hari ini,karena menghindari para wartawan yang memenuhi depan kantor nya. Semua kejadian malam itu sudah tersebar di beberapa sosial media,dan terbukti itu adalah jebakan dari Sandra yang ingin menghancurkan nama baik nya.

__ADS_1


"kau urus semua nya di kantor,aku tidak masuk hari ini,lakukan apa pun untuk mengusir semua wartawan itu..!" Perintah nya pada Baim melalui telepon.


Pelayan datang membawakan Arjuna laptop milik nya dan beberapa cemilan.


Arjuna mengerjakan urusan kantor dari rumah ,setelah hampir satu jam dia merasa lelah dan merenggang kan tangan-tangan nya,saat dia bersandar pada ujung sofa,tanpa sadar wajah nya langsung menghadap wajah Dinda yang tertidur dengan tenang,yaa Arjuna duduk dilantai di samping sofa itu di sisi kepala Dinda .


"Din,kau wanita baik..aku harap suatu saat aku bisa menerima mu sebagai isteri ku,tapi untuk saat ini aku belum bisa karena aku masih belum bisa melupakan Cantika.." Ucap Arjuna dengan pelan sambil membenar kan rambut Dinda yang berantakan.


Arjuna berlalu ke ruang kerja untuk menyimpan laptop nya kembali,tanpa Arjuna sadari,Dinda mendengar semua perkataan Arjuna itu,yaa ada sedikit kesedihan di hati Dinda tentang pernyataan itu,namun dia tak mau egois akan keadaan saat ini.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


****makasih kakak sudah mampir di cerita ku,mohon dukungan kalian semua.


Mampir juga yaa di cerita aku "Cinta Nayna"


__ADS_2