
Dinda terlihat gelisah ,menengok ke setiap arah ,ia meremas ujung dress nya,tangan nya berkeringat.
"Tenang lah, sebentar lagi kau akan melihat nya ..!" Ucap Arjuna menenangkan Dinda dengan menggenggam tangan Dinda.
"Bagaimana jika ayah tak datang..?" Tanya Dinda ragu.
"Baim sudah mendapat jadwal cek ayah mu dari dokter nya langsung,jadi ayah mu pasti datang..!" Jawab Arjuna meyakinkan Dinda.
Bagaimana Dinda tak khawatir,ini sudah sangat terlambat dari jadwal cek ayah nya yang di beri kan Dokter itu.
"Memang ayah sakit apa jadi harus cek rutin ke rumah sakit..?" Gumam Dinda dengan pelan.
"Tuan,lihat lah ke depan..!" Ucap Baim memberi tahu kedatangan seseorang yang di tunggu sejak tadi.
Mata Dinda berbinar bahagia saat melihat wajah yang begitu dia rindu kan selama ini,air mata nya meleleh membasahi pipi nya.
"Ayah...!" Gumam Dinda terasa perih menahan rasa rindu nya.
Arjuna mengusap lembut pundak Dinda mencoba memberikan kekuatan.
"Apa kau ingin menghampiri nya..?" Tanya Arjuna.
Dinda menggeleng pelan "ini sudah cukup bagi ku,aku belum siap untuk menatap mata ayah. .?" Jawab Dinda masih dengan tangisan kecil nya.
"Sudah lah,jangan menangis lagi,itu akan mempengaruhi baby boy ku..!" Ucap Arjuna .
Dinda tersenyum mendengar itu,ia menghapus bulir-bulir air mata nya dengan tissue yang berada di depan nya.
__ADS_1
"Ayo aku belikan es cream dulu, setelah itu kita pulang,kau harus tidur siang..!" Kata Arjuna.
Dinda mengangguk dan mendekat kan diri pada Arjuna kemudian memeluk nya dengan erat.
"terimakasih...!" Ucap Dinda yang berada di pelukan Arjuna.
Arjuna mengusap lembut rambut panjang Dinda yang di biarkan tergerai.
"Aku tidak menerima ucapan terimakasih seperti ini..!" Ujar Arjuna dengan senyuman khas nya.
Dinda melepaskan pelukan nya kemudian mendongak menatap Arjuna yang tersenyum.
"Dinda tidak punya uang ,lagian kakak juga sudah punya semua nya,..!" Ucap Dinda.
Arjuna menutup sekat yang menghubungkan kursi kemudi dan kursi belakang,ia mendekat dan berbisik di telinga Dinda.
"Beri aku diri mu malam ini sampai aku puas..!" Bisik Arjuna yang di akhiri dengan gigitan kecil di telinga Dinda.
"Kenapa perasaan ku tidak enak..!" Gumam Dinda pelan.
Arjuna tersenyum setelah menggigit telinga Dinda,ia membetulkan posisi duduk nya,kemudian menarik Dinda ke pelukan nya lagi,Dinda diam dan mendongak kembali ke arah Arjuna.
"Apa...?" Tanya Arjuna
Dinda menggeleng,namun belum sempat ia menunduk,Arjuna dengan cepat menarik tengkuk Dinda dan ******* bibir Dinda dengan lembut tanpa melepas pelukan nya.
"apa yang mereka lakukan di belakang..?" gumam Baim yang kaget saat Arjuna menurun kan sekat mobil itu.(nasib jomblo🤪🤪)
__ADS_1
Arjuna melepaskan bibir nya dari Dinda yang hampir kehabisan nafas,ia terkekeh melihat wajah Dinda yang memerah.
"kenapa tertawa..?" tanya Dinda.
"wajah mu lucu sekali..!" jawab Arjuna yang masih tertawa .
Arjuna mengambil tissue dan me lap bibir Dinda yang basah akibat ulah nya.
kini mereka tiba di depan kedai es cream,saat Arjuna akan keluar membeli es cream,Dinda menahan tangan Arjuna.
"apa lagi,masih kurang yang tadi..?" goda Arjuna.
Dinda melongo mendengar nya namun ia juga kesal,ia melepaskan tangan Arjuna yang masih seperti mengejek nya.
"keluar saja sana,biar saja di tertawa kan orang..!" gumam Dinda masih kesal.
Saat sudah menutup pintu mobil,Baim pun ikut keluar mobil ,namun ia tersenyum kemudian membalikkan badan menahan tawa nya.
"apa yang terjadi,kenapa kau tertawa..?" tanya Arjuna yang kesal melihat Baim seperti mengejek nya.
"tuan,apa bisa di bersihkan dulu bekas lipstik di sekitar bibir tuan itu..?" ucap Baim yang kemudian melepas kan tawa nya.
🌹🌹🌹🌹
Selamat malam, selamat beristirahat kakak semuanya..
stay terus yaa..jangan lupa like dan vote nya
__ADS_1
mampir juga di cerita aku yang lain
"Cinta Nayna"