Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Berbaikan


__ADS_3

"Kenapa tersenyum..?" Tanya Dinda yang makin kesal dengan Arjuna.


"Apa kau begitu mencintai ku,hingga hal sepele seperti itu bisa membuat mu cemburu dan salah paham..?" Tanya Arjuna yang duduk di samping Dinda sambil menyelipkan rambut Dinda ke belakang telinga nya.


"Seperti itu kakak bilang salah paham,aku sudah melihat sendiri semua nya dan tak mungkin salah..!" Jawab Dinda.


Dinda berdiri dari duduk nya,namun Arjuna menarik nya kembali dan terduduk di pangkuan Arjuna,ia mengeratkan pelukannya pada Dinda.


"tidak seperti itu,kau salah paham..!" Ucap Arjuna yang masih tersenyum,


"Aku tidak tertarik pada wanita manapun,tadi itu saat Feby membawakan kopi hangat,ia tak sengaja menumpahkan nya dan mengenai jas kerja nya,aku memberikan jas ku karena aku tak suka Melihat wanita hanya memakai kaos tipis di ruangan ku,dan kenapa aku melepaskan kemeja ku,karena kopi yang tumpah itu mengenai kemeja ku,jadi aku ganti,hanya itu..!" Jelas Arjuna yang menatap intens Dinda .


Dinda tertunduk ,sedetik kemudian ia menangis mengeluarkan kekesalan nya,bagaimana ia tak kesal saat melihat wanita lain menggunakan pakai an suami nya dan itu terjadi di ruangan yang hanya ada suami nya dan wanita itu.


Arjuna tersenyum dan memeluk Dinda ,ia mengelus lembut punggung Dinda.


"Jangan menangis lagi.., sekarang ayo kita makan siang..!" Ucap Arjuna menenangkan Dinda ,ia mengambil tissue dan membersihkan air mata Dinda yang membasahi pipi nya,kemudian dengan sayang ia mengecup kening Dinda.


"Ingat,aku hanya mencintai mu,aku tak pernah tertarik dengan wanita lain..!" Tambah Arjuna.

__ADS_1


Arjuna menurun kan Dinda dari pangkuan nya,ia membuka isi paper bag yang di bawa Dinda, menyiapkan makanan untuk Dinda.


Arjuna sangat menyayangi Dinda, ia tak ingin Dinda bersedih,terlebih saat ini Dinda tengah mengandung anak nya,ia selalu menjaga perasaan Dinda agar selalu bahagia.


"Kenapa tidak mengabari dulu mau ke sini,aku kan bisa menjemput ..?" Tanya Arjuna pada Dinda yang baru menyelesaikan makan siang nya.


"Kalau aku mengabari kakak,aku tak kan melihat kejadian tadi,dan bisa saja kejadian nya berlanjut ke mana-mana..!" Jawab Dinda dengan sinis.


Arjuna tersenyum mendengar perkataan Dinda yang menurut nya lucu.


"Apa kau cemburu...?" Tanya Arjuna dengan PD nya.


Arjuna masih terkekeh pelan menatap Dinda yang gelagapan di samping nya.


Dengan cepat Arjuna mendekat kan wajah nya dan mengecup lembut bibir Dinda di depan nya.


Cup


Dinda memejamkan mata menerima kecupan lembut dari Arjuna,cukup lama mereka bergelayut manja di atas sofa,hingga Arjuna melepaskan Dinda yang hampir ke habisan nafas.

__ADS_1


"Katakan jika kau mencintai ku..!" Ucap Arjuna yang masih menekan tengkuk Dinda hingga wajah mereka begitu dekat.


Dinda malu menatap mata Arjuna,ia menunduk menutupi wajah nya yang sudah memerah .


"Din,tatap mata kakak sekarang,kata kan jika kau mencintai kakak,dan tadi kau sedang cemburu bukan..!" Goda Arjuna.


Dinda makin menunduk dan dengan cepat ia menyembunyikan senyum nya dengan memeluk Arjuna dengan erat.


"kakak menyebalkan..!" gumam Dinda yang berada di pelukan Arjuna.


Arjuna terkekeh geli dengan sikap Dinda yang seperti itu,ia membalas pelukan Dinda dengan sangat erat sambil sesekali mengecup sayang pucuk kepala Dinda.


🌹🌹🌹🌹


Double up yaa hari ini☺️☺️


jangan lupa like dan vote nya


mampir juga di cerita aku yang lain

__ADS_1


"Cinta Nayna"


__ADS_2