Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Dinner


__ADS_3

Mereka sudah dalam perjalanan menuju restoran,Arjuna masih tersenyum melihat wajah Dinda yang di tekuk,dia memegang tangan Dinda yang duduk di samping nya.


"Din,jangan marah lagi,aku kan tadi cuma bercanda..!" Bujuk Arjuna dengan senyuman.


"Kakak nyebelin tau...!" Balas Dinda yang membuat Arjuna terkekeh geli.


Arjuna memarkir kan mobil nya di salah satu restoran mewah di kota nya,mereka turun bersama,namun Dinda di buat heran dengan keadaan restoran yang sangat sepi,hanya ada para pelayan restoran yang berjejer di depan pintu masuk seolah menunggu kedatangan tuan nya.


"Kakak,ini....?" Tanya Dinda menggantung.


Arjuna merangkul pinggang Dinda dan membawa nya masuk melewati para pelayan itu,mereka menunduk saat Arjuna dan Dinda masuk.


Di dalam restoran sepi,tak ada satu orang pun,hanya ada satu meja bundar yang tidak terlalu besar dan di sepanjang jalan menuju meja itu sudah terdampar karpet merah yang berhias lilin-lilin kecil di kedua sudut nya dan bertaburan kelopak bunga mawar.


Dinda sungguh terkesima dengan apa yang di lihat nya,mata nya mulai berkaca saat melewati karpet itu.


Arjuna menarik kursi untuk Dinda duduk,dan memanggil pelayan untuk menyiapkan makanan.

__ADS_1


"aku sudah memesan tempat ini untuk kita berdua..!" Ucap Arjuna.


Dinda menutup mulut nya terkejut dengan apa yang di katakan oleh Arjuna.


"Kenapa kakak membuang uang hanya untuk semua ini..!" Tanya Dinda yang menyayangkan .


Arjuna terkekeh mendengar pertanyaan Dinda yang dianggap nya lucu.


"Kenapa kakak tertawa,aku sudah bahagia meski kita hanya makan di rumah saja,tak perlu menghamburkan uang kakak seperti ini..!" Jelas Dinda


Arjuna sengaja membeli restoran mewah itu,karena dia akan selalu mengingat malam ini,dia akan melamar Dinda seperti impian para gadis-gadis di luaran sana,meski sudah menikah,tapi dia ingat saat menikahi Dinda dulu,dia hanya menjalankan wasiat sang istri,bukan karena dia mencintai Dinda,dan dia akan mengulang nya dari awal mulai malam ini.


Mata Dinda tak bisa lagi menahan buliran air mata itu hingga menetes,Arjuna memeluk nya sambil mengusap punggung Dinda.


"Maaf kan aku karena dulu tidak melamar mu secara langsung,akan menebus semua nya..!" Ucap Arjuna.


Dinda makin tersedu-sedu mendengar ucapan Arjuna.

__ADS_1


"Sudah jangan menangis lagi, seharusnya kau senang bukan..!" Tambah Arjuna.


Dinda melonggarkan pelukan nya kemudian berdiri di bantu Arjuna untuk duduk kembali di bangku nya.


Para pelayan sudah menghidangkan makanan dan kini mereka berdua tengah menikmati makan malam,sesekali Arjuna menyuapi makanan milik nya pada Dinda.


Sungguh demi apapun Dinda sangat bahagia karena menemukan Arjuna yang begitu baik pada diri nya.


Mereka telah selesai makan ,kemudian lampu tiba-tiba padam,Dinda awal nya takut,namun sesaat ada lampu ya menyorot diri nya dan Arjuna kemudian di tambah alunan musik biola yang sangat menghanyutkan, Arjuna meraih tangan Dinda untuk mengajak nya berdansa bersama.


Di akhir dansa mereka,Arjuna kembali berjongkok di hadapan Dinda dengan sebuah kotak cincin berlian berwarna putih berkilau.


"Mau kah kau selama nya menemani ku sampai tua dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak..!" Ucap Arjuna .


🌹🌹🌹🌹🌹


terimakasih kakak,di tunggu vote dan like nya yaa.

__ADS_1


__ADS_2