Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Ketakutan Arjuna


__ADS_3

Dengan diam Dinda menerima setiap suapan Arjuna ,ia masih takut menatap mata Arjuna ,ia takut saat Arjuna marah pada nya.


Arjuna mengusap lembut pucuk kepala Dinda dengan sayang,kemudian mengecup kening nya sambil tersenyum .


"Sekarang minum vitamin mu,setelah itu istirahat lah..!" ucap Arjuna sambil memberikan air minum dan vitamin untuk Dinda,ia berjalan menuju bufet mengambil remote TV agar Dinda bisa melihat acara TV.


"aku akan mandi sebentar,kau diam lah di sini,jangan berbuat macam-macam lagi atau berfikir untuk pergi dari sini..!" ancam Arjuna yang berjalan menuju kamar mandi.


"apa aku tanya langsung saja pada kakak tentang dokter Angel ,tapi apa kakak akan jujur pada ku..!" gumam Dinda kecil sambil melihat Arjuna yang menutup kamar mandi.


Dinda megambil sisir di samping laci meja ranjang nya,ia menyisir pelan rambut nya, kemudian menguncir tinggi karena merasa panas.


klik


tak lama pintu kamar mandi terbuka,tercium aroma sabun khas dari Arjuna yang begitu menyegarkan penciuman.


diam-diam Dinda melirik Arjuna yang sedang mengeringkan rambut nya.


"kenapa...?" tanya Arjuna yang tersenyum mendekati Dinda.


"aku...aku ingin ke toilet..!" ucap Dinda gagap


"hati-hati ..!" pinta Arjuna yang membantu Dinda berjalan.


"aku ingin ganti baju...!" kata Dinda dengan pelan.


Arjuna menggiring Dinda ke kamar mandi dan mendudukkan nya pada kursi kecil yang ia bawa


"aku akan mengambil kan baju ganti untuk mu,tunggu lah di sini..!" ucap Arjuna berlalu menyiapkan baju ganti untuk Dinda.


Tak lama Arjuna kembali masuk membawa beberapa barang keperluan Dinda.


"aku bisa sendiri,kakak keluar lah...!" tolak Dinda saat Arjuna ingin membantu nya membuka baju.


"kenapa ...kau tidak ingin aku yang membantu mu..?" tanya Arjuna menatap Dinda .


"aku masih bisa,kakak keluar lah,nanti aku panggil jika aku tak bisa sendiri..!" jawab Dinda yang masih tak mau menatap Arjuna


Arjuna pasrah dan tak mau berdebat lagi,ia keluar tanpa mengucapkan apa pun lagi,ia pun takut jika terpancing emosi lagi jika berdebat,ia keluar dari kamar mandi dan menutup sedikit pintu nya,tapi tak tertutup sempurna ,agar ia bisa lebih cepat jika terjadi sesuatu pada Dinda di dalam.


tok

__ADS_1


tok


tok


pintu ruangan Dinda terketuk pelan,karena Arjuna sengaja mengunci dari dalam agar tak ada yang masuk saat Dinda di kamar mandi.


klik


Arjuna membuka pintu dan terlihat angel yang membawakan beberapa kotak cake dan kopi serta jus buat Dinda .


"boleh aku masuk..?" tanya Angel.


Arjuna hanya mengangguk tanpa bersuara, Angel masuk dan menata beberapa cake dan membuka minuman.


"bagaimana keadaan Dinda..?" tanya Angel yang belum sempat menjenguk nya saat kejadian itu.


"Dia sekarang lebih baik..!" jawab Arjuna datar yang membereskan tempat tidur Dinda .


Angel menatap Arjuna yang tengah sibuk


"tak bisa kah kau menatap ku saat kita bicara..?" ucap Angel .


"sudah selesai..?" tanya Arjuna .


"belum , sebentar lagi...!" jawab Dinda yang di dengar oleh Angel.


"jangan menghindari ku,maaf kan aku jika salah,tapi kita masih bisa berteman bukan..?" pinta Angel yang duduk di seberang Arjuna .


"jangan bahas apa pun,aku tak ingin..!" ucap Arjuna yang menatap layar ponsel nya.


angel hanya tersenyum menanggapi nya,ia kemudian berdiri untuk mencuci tangan,namun tiba-tiba sepatu yang ia pakai tergelincir karena menginjak koin yang ada di lantai.


grep


Dengan cepat secara refleks,Arjuna berdiri dan menggapai tangan angel hingga tertarik ke arah nya sampai jatuh pada sofa , Angel menutup mata nya kerena begitu takut mengenai lantai,namun posisi Arjuna berada di bawah nya ,mereka tidak jatuh ke lantai,ini terlihat seperti mereka tengah berpelukan dan menatap mesra seperti sepasang kekasih,ke dua nya seolah hanyut dalam pikiran masing-masing.


Pintu kamar mandi terbuka pelan, menampakkan Dinda yang berjalan,dan begitu kaget saat mata nya menangkap keadaan di sofa.


"kakak..!" lirih Dinda dengan tetesan bening yang jatuh begitu saja,ia tersenyum mengejek diri nya sendiri.


"aku memang bodoh,di ruangan ku saja mereka seperti itu, bagaimana jika aku tak ada..!" gumam Dinda yang menyapu kasar lelehan bening itu.

__ADS_1


Netra Arjuna seperti menangkap bayangan di samping nya,kemudian ia tersadar jika apa yang terjadi sekarang salah,dengan cepat ia mendorong Angel agar bangun,ia berdiri dan langsung mendekati Dinda.


"kenapa tidak memanggil ku..?" tanya Arjuna yang membantu Dinda berjalan.


Dinda mengelak dari pegangan Arjuna ,tanpa mau melihat wajah nya,ia berjalan menuju ranjang nya tanpa menghiraukan Angel.


Arjuna jadi salah tingkah,ia tau jika Dinda salah paham kali ini,ia membantu Dinda naik ke ranjang dan menggantung infus nya,kemudian menyelimuti Dinda .


"aku bisa sendiri,kakak bisa terus kan kegiatan kakak lagi,maaf sudah mengganggu,aku akan tidur sekarang..!" ucap Dinda yang langsung menutup mata tanpa menunggu Arjuna membuka suara.


Sedangkan di sofa sana, Angel masih tak bisa bersuara,ia begitu kaget atas yang terjadi barusan,ia tertegun,di pikiran nya berputar tentang masa lalu diri nya dan Arjuna ,kejadian barusan membuat nya semakin tak bisa melupakan Arjuna .


srekk


Arjuna menarik cepat Angel untuk keluar dari sana.


"apa yang kau lakukan..!" pekik Angel sedikit keras.


Dinda melirik dua orang yang baru keluar dari ruangan nya,kemudian kembali meneteskan air mata.


"apa yang harus aku lakukan...!" batin Dinda berucap


Namun di luar ruangan Dinda terjadi sedikit perdebatan antara Arjuna dan Angel.


Arjuna melepaskan tangan Angel sedikit kasar.


"awwww...!" pekik Angel memegang tangan nya yang sedikit merah akibat cengkram Arjuna .


Arjuna mengatupkan ke dua tangan nya


"aku mohon,jangan mendekat lagi,lebih baik kau tidak usah berada di sekitar ku lagi atau sekedar berteman dengan Dinda lagi,aku tak mau Dinda salah paham,ia sudah tau semua tentang kisah kita dulu,dan apa kau tau,di terus marah pada ku,dia menangis dan mendiamkan ku dari semalam,aku tak ingin hubungan ku dengan Dinda seperti ini..!" jelas Arjuna .


"kau begitu takut saat Dinda mendiamkan mu,dan wajah mu begitu mengkhawatirkan nya cuma gara-gara dia menangis dan salah paham,aku bisa menjelas kan pada Dinda semua nya,kalau aku tidak akan merebut posisi nya,aku hanya ingin di sini ,meski tak bisa memiliki mu lagi,setidak nya melihat mu setiap hari bisa membuat ku sedikit senang,ku mohon mengerti lah..!" pinta Angel dengan memelas.


🌹🌹🌹🌹


Selamat beraktifitas


sehat selalu


jangan lupa like dan koment serta hadiah dari kalian semua,sangat aku tunggu

__ADS_1


__ADS_2