Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Benarkah


__ADS_3

Ingatan Dinda berputar,mencoba mengulang kejadian sebelumnya,berpikir keras mengapa ia kini berada di rumah sakit,ia melepas selang oksigen di hidung nya untuk menggapai air yang ada di meja sana.


Pranggg


Pecah,jelas karena tangan nya belum cukup kuat untuk meraih segelas air,tangan nya begitu kaku setelah lebih dari satu Minggu terbaring lemah.


Dinda memegang kepala nya yang berdenyut hebat.


Klik


Pintu terbuka dengan sedikit keras menampakkan beberapa orang yang masuk ke ruangan Dinda ,namun mata nya tak bisa lagi menangkap dengan jelas ,ia terlalu pusing hingga membuat pandangan nya menghitam dan...


Greppp


Dengan cepat Baim menangkap tubuh Dinda yang akan jatuh


"cepat periksa nyonya..!" Ucap Baim yang membenarkan posisi Dinda .


Dengan wajah khawatir sekaligus senang karena melihat sadar,Baim terus bolak-balik berjalan.


"Apa kau bisa diam..!" Ucap dokter Kelvin yang baru keluar dari ruangan Arjuna.


"Aku mengkhawatirkan mereka berdua..!" Jelas Baim.


"Mereka akan baik-baik saja,apa kau ingin aku temani malam ini berjaga..!" Tawar dokter Kelvin pada Baim.


"Tidak perlu,aku bisa sendiri..!" Jawab Baim dengan pasti.


Baim masuk ke ruangan Dinda setelah para dokter memeriksa Dinda.


Dengan pelan Dinda membuka kembali mata nya menatap Baim yang duduk tak jauh dari ranjang nya.


"Kakak..!" Panggil Dinda pelan


Baim langsung berdiri dan menghampiri Dinda yang akan bangun


"Jangan bergerak dulu,kau harus menurut,ini untuk kesembuhan mu..!" Jelas Baim.


Dinda diam,namun sedetik kemudian ia mulai mengedarkan pandangan nya mencari sosok Arjuna.


"Tuan sedang istirahat di ruangan lain, sebentar lagi akan ke sini..!" Ucap Baim memberitahu kan Dinda dengan kebohongan,ia takut jika berkata jujur dan akan membuat Dinda drop kembali.

__ADS_1


"Kau tidur lah,aku akan berjaga di sana,jika perlu sesuatu panggil aku..!" Kata Baim yang kembali ke sofa.


Dinda menutup mata nya kembali,namun tidak untuk tidur,ia masih mendengar keadaan di luar dengan jelas.


Klik


Pintu ruangan Dinda terbuka,terdengar suara yang Dinda kenal.


"Bagaimana keadaan nya..?" Tanya Angel yang memelankan suara


"Dia sedang istirahat..!" Jawab Baim dengan singkat.


" Hhuumm,aku mendengar dari perawat,kalau dia sudah sadar,apa dia tau tentang Arjuna..?" Tanya Angel ,namun Baim mengisyaratkan Angel untuk diam dan tak membahas itu.


Baim mengajak Angel keluar agar bisa berbicara lebih leluasa.


"Apa yang terjadi pada kakak..?" Gumam Dinda kecil,namun karena pengaruh obat yang baru saja di suntikan oleh perawat,membuat nya sangat mengantuk dan tertidur.


Di cafe rumah sakit, Angel dan Baim duduk sambil berbicara ringan.


"Bagaimana kabar mu sekarang..?" Tanya Angel


"Aku baik..kenapa sekarang kau memutuskan kembali ke kota ini..?" Ucap Baim yang langsung tanpa basa-basi.


"Aku rindu dengan kehidupan kecil ku ,di sini,di kota ini begitu banyak kenangan yang terukir indah,seolah memanggil ku setiap waktu..!" Jawab Angel yang sedikit melamun kan waktu dulu.


"Benar kah hanya seperti itu..?" Tanya Baim lebih jauh.


"Kau mencurigai ku sesuatu..?" Balas Angel dengan senyuman khas nya.


"Tidak,hanya saja aku ingin mengingatkan mu sedikit,bahwa apa yang terjadi saat ini,semua sudah berbeda,tak sama lagu,ku harap kau jangan mengejar rasa penyesalan itu..!" Jelas Baim berusaha mengingat kan Angel.


"Terimakasih kau sudah mengingatkan ku,aku akan selalu mengingat kata-kata mu..!" Ucap Angel.


Waktu terus berputar,menghanyutkan setiap manusia yang bernyawa,malam yang panjang berganti dengan pagi,ini pagi pertama Dinda membuka mata nya setelah satu Minggu lebih tidur .


Terlihat lebih segar dan kuat dari kemarin,kini tak ada lagi selang oksigen yang terpasang pada Dinda,hanya ada infus yang menempel pada tangan nya.


"aku dengar kemarin tuan Wiguna jatuh pingsan dan di rawat,apa kau tau bagaimana kondisi nya sekarang..?" ucap seorang perawat yang berada di depan pintu ruangan Dinda.


"kakak...!" gumam Dinda kecil,ia bangun dan berjalan mendekati pintu untuk mendengarkan lebih jelas.

__ADS_1


"kau tau ,saat aku memeriksa nya tadi malam,dia belum sadar..dia sangat tampan, beruntung sekali nyonya Dinda sebagai isteri nya..!" tambah perawat yang lain.


Dinda mematung di balik pintu,ia menyesal sudah membuat Arjuna susah ,dengan pelan ia membuka pintu ruangan nya,berusaha menuju ruangan Arjuna yang di maksud oleh perawat tadi, beruntung lantai di atas tempat Dinda di rawat tak banyak orang yang berkeliaran di sana,hanya ada beberapa perawat yang berjaga di tempat nya.


Dinda telah sampai pada ruangan yang ia yakini Arjuna berada di sana,masih dengan keadaan yang pelan,ia berjalan dan mengintip sedikit pintu yang terbuka,terlihat Arjuna bersandar pada ranjang pasien dengan di temani seorang wanita entah siapa itu,yang Dinda lihat ia berusaha membujuk Arjuna untuk sarapan.


"sedikit lagi,ku mohon..!" ucap wanita itu memelas


"aku sudah kenyang..!" balas Arjuna .


"ini untuk kesembuhan mu,akan sangat sedih jika kau terus seperti ini...!" jelas wanita itu .


deg


"aku mengenal suara ini...dokter Angel..!" gumam Dinda pelan.


"jangan seperti ini..aku tak ingin seperti dulu..!" lirih Arjuna menatap Angel di depan nya.


Angel menengadah mencoba menahan air mata nya "maaf kan aku,apa kah tak bisa kau memaafkan aku dan bersikap seperti dulu lagi..!" tanya Angel.


"bersikap seperti apa yang kau maksud,sebaik nya kau pergi jauh..!" ucap Arjuna .


"kenapa,apa kau tak senang aku kembali..?" sodor Angel meraih tangan Arjuna .


"aku sangat senang kau kembali,aku bahagia melihat mu lagi dan aku juga mencintai mu,sangat mencintai mu...!" ucap Arjuna menatap Angel dalam.


deg


Tubuh Dinda bergetar hebat,ia sakit dan terluka mendengar suami nya mengungkapkan perasaan nya,tapi tunggu dulu, seperti nya bukan ungkapan perasaan,ini lebih dari itu,sebuah pernyataan yang terpendam sejak dulu.


Apa ini,apa kah Angel mendekati nya hanya untuk dekat dengan suami nya,apa Angel sejahat itu pada nya,dan apa kah Arjuna juga tega pada nya,begitu tega dengan memupuk kembali kisah cinta mereka dulu.


Semua terus berputar di kepala Dinda ,tubuh nya yang lemah tak bisa menahan tekanan sebesar ini,ia terlalu rapuh,terlalu hancur mendengar nya secara gamblang.


Dinda berusaha tenang ,namun tak bisa ,hati nya berontak ingin berteriak dan menghampiri Arjuna ,tapi ia tak mempunyai cukup keberanian jika Arjuna berkata lebih dari itu,ia takut Arjuna akan meminta nya pergi dari sekarang dan memilih Angel dari pada diri nya dan bayi di dalam kandungan nya.


🌹🌹🌹


Selamat siang semua


selamat beraktifitas

__ADS_1


sehat selalu


Jangan lupa like nya dan komentar yang bisa bikin aku terus update setiap hari nya..


__ADS_2