
"sayang,bicara lah..jangan mendiamkan ku seperti ini..!" pinta Arjuna memelas di samping Dinda yang sedari diam memandang layar televisi .
"aku lelah..!" ucap Dinda dengan singkat.
Arjuna memandang Dinda ke samping,ia dapat menangkap arti lain dari kata lelah.
"aku telah banyak salah pada mu,bahkan aku terus menyakiti hati mu,tapi percaya lah,aku sungguh tak bermaksud seperti itu,kau hanya salah paham..!" jelas Arjuna sambil menggenggam tangan Dinda dan sesekali mengecup nya.
Dinda terperangah mendengar penjelasan Arjuna ,benar kah ia hanya salah paham dengan semua nya,atau ini hanya kebohongan Arjuna saja.
tidak,Dinda tidak ingin percaya begitu saja saat mata dan telinga sendiri yang menjadi saksi semua yang terjadi antara Angel dan Arjuna .
"Angel..dia hanya masa lalu ku,dia hanya seorang teman sekarang,tak lebih..percaya lah...!" tambah Arjuna .
"Teman yang masih memiliki perasaan..!" ejek Dinda tanpa menoleh Arjuna .
Arjuna menunduk,ia mengumpat diri nya sendiri,bagaimana ia menjelaskan semua nya pada Dinda .
"kau hanya mendengar separuh dari obrolan ku dan Angel,apa yang kau dengar,itu cerita masa lalu,di mana dia begitu penting bagi ku,dulu jauh sebelum aku mengenal mu dan Cantika..!" ucap Arjuna meyakinkan Dinda.
Dinda hanya tersenyum tanpa mau menanggapi nya lebih,pikiran nya melayang jauh,ia berpikir ingin pergi saja dari Arjuna jika seandainya sekarang ia tak hamil anak Arjuna ,karena ia begitu lelah,begitu banyak wanita di sekitar Arjuna ,belum selesai masalah Feby yang selalu datang,sekarang di tambah masalah Angel,wanita dari masa lalu Arjuna yang memiliki banyak cerita indah di antara mereka.
"ini kah ujian yang selalu akan aku hadapi,resiko memiliki seorang suami yang begitu tampan dan kaya..?" batin Dinda berucap sambil memandang wajah suami nya itu.
"sayang...?" panggil Arjuna yang mengayun kan tangan nya di depan wajah Dinda yang melamun.
"kenapa...?" tanya Dinda yang baru sadar akan lamunan nya.
"kau tidak mendengar apa yang aku katakan barusan..?" tanya Arjuna balik.
"aku mendengar...!" jawab Dinda singkat.
Arjuna sedikit frustasi menghadapi Dinda yang terus mengacuhkan nya,ia tak mengerti bagaimana lagi membujuk Dinda.
Hari ini adalah jadwal kepulangan Dinda ,ia sudah menjalani berbagai pemeriksaan dan hasil nya sudah baik,hanya sebagai wanita hamil ,ia tak boleh terlalu lelah,hingga menuntut Arjuna agar lebih mengawasi nya lagi.
Dinda melihat jalan,ia tau betul jika mobil yang ia tumpangi tak menuju mansion Arjuna ,hingga sesaat kemudian ia menatap Arjuna yang duduk di samping nya dengan mata fokus pada tablet besar di tangan nya.
__ADS_1
"ini bukan jalan mansion..!" ucap Dinda seolah bertanya pada Arjuna .
"hhhmmm,kita tak pulang ..!" jawab Arjuna,hingga membuat Dinda bingung dan ingin bertanya lagi,namun di urung kan nya saat Arjuna menerima telepon dari seseorang di handphone nya .
"kau siap kan saja semua nya,20 menit lagi aku akan sampai..!" ucap Arjuna kemudian mematikan telepon nya dan kembali fokus pada tablet besar nya.
Hampir 10 menit Arjuna sibuk dengan t
tablet besar di tangan nya hingga nafas halus terdengar .
"huuffff selesai...!" ucap Arjuna kemudian menyimpan tablet nya di samping.
Arjuna meraih tangan Dinda di samping nya ,kemudian mengecup pelan.
"kau akan ikut aku ke kantor, mulai sekarang aku sendiri yang akan mengawasi dan memenuhi semua kebutuhan mu..!" jelas Arjuna yang mendapat tatapan terkejut dari Dinda .
"apa tidak merepotkan jika aku ikut setiap hari ke kantor...?" tanya Dinda
"tidak,aku sudah mengubah kamar pribadi ku menjadi nyaman ,agar kau bisa beristirahat dan aku bisa memantau mu setiap saat...!" jawab Arjuna dengan posesif.
"kau sekarang bertambah cerdik,dan pikiran mu selalu berubah-ubah,aku takut kau akan kabur seperti kemarin-kemarin ..!" tambah Arjuna .
"baju kakak...?" ucap Dinda yang menyadari jika Arjuna hanya memakai kaos putih dan celana panjang biasa.
"tidak perlu khawatir,di ruangan ku ada baju ganti di sana,aku akan mengganti sesampainya di atas..!" jelas Arjuna .
Memang tak masalah jika Arjuna memakai apa pun,toh ini di perusahaan dia sendiri,namun Dinda ingin melihat suami nya selalu tampil seperti biasa dengan stelan jas dasi dan sepatu seperti biasa,seperti layak nya seorang CEO.
Arjuna menggiring tangan Dinda dengan berjalan pelan,di iringi Baim di belakang yang membawa beberapa keperluan Dinda untuk di atas.
Semua mata wanita di kantor itu meleleh melihat ketampanan Arjuna yang tak biasa dengan stelan santai baju kaos putih dan sendal biasa,tak formal seperti biasa,ini lebih terlihat seperti seorang lelaki muda yang sangat mengagumkan di mata kaum hawa.
"duh gila..tampan sekali CEO kita.."
"beruntung sekali wanita di samping nya..!"
"lihat,betapa teduh nya mata elang itu saat menatap wanita di samping nya ..!"
__ADS_1
"sikap nya juga sangat lembut...!"
"Tuhan,sisa kan satu buat gue..!"
"jangan satu dong..!"
"benar..!".
"setidak nya 5 yang kaya gitu..kan kita berlima..!"
Seperti itu lah obrolan yang terjadi di meja resepsionis di depan saat melihat sosok CEO mereka masuk dengan menggandeng tangan Dinda .
"pelan-pelan..!" pinta Arjuna saat Dinda melangkah kan kaki menuju ruangan nya yang memang sedikit lebih tinggi di banding kan ruangan karyawan yang berada satu lantai dengan nya.
Arjuna membantu duduk Dinda agar lebih nyaman dengan mengganjal belakang nya menggunakan bantalan sofa.
"apa sudah lebih nyaman,atau kau ingin langsung istirahat di kamar..?" tanya Arjuna .
"tidak,aku di sini saja dulu,tidak apa-apa kan..?" ucap Dinda .
"hhhmmm,baik lah,kau duduk dulu, sebentar lagi Baim akan mengantarkan mu jus dan camilan..aku akan ganti baju ke kamar dulu..!" pamit Arjuna sambil mencium singkat pipi Dinda di akhir perkataan nya ,dan itu sontak membuat Dinda terkejut dan menatap punggung yang menjauh dari nya.
seperti anak remaja yang baru jatuh cinta,Dinda terus saja merasa jantung nya berdegup hebat saat Arjuna melakukan hal manis pada nya,pipi nya bersemu merah dan senyum mengembang di bibir nya,hingga pergerakan kecil di perut nya menyadarkan nya .
"sayang,kau senang juga saat papah mu mencium mamah barusan..!" ucap Dinda pelan sambil mengelus perut nya .
klik
Arjuna keluar dengan stelan jas yang lengkap dan aroma parfum yang selalu di sukai Dinda .
"5 menit lagi,aku akan rapat di bawah,kau tunggu di sini ,jika kau bosan,kau bisa menonton televisi di kamar,dan jika kau menginginkan sesuatu kau bisa menghubungi sekretaris ku di depan..!" jelas Arjuna yang berjongkok di depan Dinda dengan kepala nya sejajar dengan perut Dinda .
"sayang,papah kerja dulu..kau jaga mamah mu..!" tambah Arjuna dan mengecup hangat perut Dinda yang buncit.
🌹🌹🌹
Selamat beraktifitas semua
__ADS_1
sehat selalu
jangan lupa like dan komen nya ya kakak