
Sebentar lagi waktu nya makan malam,namun Arjuna juga belum pulang, sebenarnya Dinda ingin menelpon Arjuna dan menanyakan keberadaan nya,namun itu semua Dinda urung kan,karena takut Arjuna salah paham tentang nya dan Dinda juga tak mau terlihat seperti mencampuri urusan pribadi Arjuna lebih jauh.
Dinda menatap jam,ini sudah hampir jam 9 namun Arjuna belum juga pulang, Dinda berjalan ke kamar untuk mengambil handphone nya dan akan menelpon Arjuna,belum sampai dia masuk kamar, Dinda mendengar suara mobil berhenti,dia bisa menduga kalau itu Arjuna.
Dinda keluar kamar dan menghampiri Arjuna yang baru masuk dari pintu utama. Dia melihat penampilan Arjuna seperti sedang ada masalah,Dinda tak berani bertanya banyak.
"kakak sudah makan malam..!" sapa Dinda saat Arjuna berjalan ke arah nya
"kakak sudah makan tadi di luar bersama Baim.." jawab nya dengan senyum .
Arjuna terus berjalan ingin menuju kamar nya,namun dia berhenti ketika melihat ke meja makan di samping tangga itu. Makanan sudah tersaji,namun seperti belum tersentuh. Arjuna berbalik dan menarik Dinda menuju meja makan.
"kenapa belum makan Din,ini sudah jam 9..?" tanya Arjuna dengan perhatian
"Dinda sebenarnya.......!" Dinda tak tau harus berkata apa,dia tidak enak kalau bilang menunggu Arjuna pulang dan ingin makan bersama,Dinda takut Arjuna salah paham pada nya .
Arjuna yang paham dengan keadaan langsung berkata " Din,kalau sudah waktunya makan,kau makan saja,tidak perlu menunggu kakak..!"
__ADS_1
Dinda hanya tersenyum dan mulai makan. Arjuna hanya meminum kopi untuk menemani Dinda yang sedang makan malam.
"kakak kalau capek ke kamar aja,Dinda tidak apa-apa sendirian ..!" ucap nya pada Arjuna .
"tidak,kau makan lah..kakak akan menemani mu sampai selesai..!" jawab Arjuna sambil melihat handphone nya.
Setelah habis makan,Dinda beranjak untuk mencuci piring nya,namun tangan nya di tahan oleh Arjuna.
"biarkan di situ,nanti pelayan yang akan
membereskan nya kau istirahat saja.." suruh Arjuna.
"baik lah Dinda ke kamar dulu ka,selamat malam " ucap nya yang akan berlalu dari hadapan Arjuna,namun langkah nya terhenti saat Arjuna memanggil nya kembali.
"Din,kau mau kemana..kamar ku sekarang juga kamar mu,kita sudah menikah,aku tak ingin para pelayan disini berfikiran yang bukan-bukan tentang pernikahan kita..!" jelas Arjuna pada Dinda.
Dinda sangat terkejut dengan perkataan Arjuna yang meminta nya untuk tidur di kamar yang sama.
__ADS_1
Dinda terlihat berfikir tanpa mengeluarkan suara,hingga Arjuna menyadarkan nya kembali.
"Din,cepat lah ganti baju tidur mu,aku sudah sangat lelah,besok akan aku suruh pelayanan memindahkan semua barang mu ke atas..!" ucap Arjuna sambil berlalu.
Dinda dengan cepat masuk ke kamar nya dan berfikir bagaimana agar bisa menolak Arjuna,
"duuhh gimana nih..aku ga bisa tidur sama kakak,tapi aku juga ga bisa kakak berfikir macam-macam pada ku.." ucap Dinda sendiri di kamar.
Dinda sudah berganti baju dan berjalan menaiki tangga. sampai di depan pintu Arjuna dia bingung ingin mengetuk atau bagaimana,kalau langsung masuk,itu terlihat tak sopan bagi nya.
Saat akan mengetuk, Arjuna sudah membuka kamar nya .
"Masuk lah Din..!" ucap nya dengan raut wajah biasa tidak seperti Dinda yang khawatir.
" kenapa lama sekali,kakak sudah mengantuk sekali,," Arjuna berkata sambil berjalan menuju ranjang.
Dinda duduk di sofa,Karena tak berani langsung ke ranjang .
__ADS_1
"kenapa duduk lagi,cepat tidur lah,dan matikan lampu nya..!" Arjuna menepuk samping tempat tidur nya.
Arjuna sudah memikirkan semua nya secara matang,biar bagaimanapun Dinda itu istri nya,dia tak mungkin tidur terpisah kamar,karena ingin menjaga perasaan Dinda.