
"Tuan,apa nyonya tidak akan takut dengan Gerry..?" tanya Baim yang khawatir saat ia pergi bersama Arjuna.
"aku rasa tidak,aku sudah mengatakan pada nya tadi malam,aku juga tak percaya dengan yang lain,kau tau bukan,jika sekarang musuh datang dari berbagai arah..!" jawab Arjuna yang masih menatap layar laptop di pangkuan nya.
Perjalanan jauh menuju sebuah pantai ,di sana Arjuna harus menaiki kapal lagi untuk menuju pulau,ia bersama Baim,bukan ia takut akan ancaman Mario,namun bagi nya lebih baik berdamai dan membuat Yunita menyesal serta menangani Mario,rasa nya Arjuna lelah jika harus memikirkan Dinda dan Lee yang menjadi taruhan nya.
"berapa lama kita sampai di sana..?" tanya Arjuna.
"sekitar 30 menit tuan..!" jawab Baim.
Arjuna tak sekalipun lepas dari gadget nya ,di mana di sana memperlihatkan keadaan mansion nya,ia tak ingin lengah sedikit pun .
"tuan,mungkin di pulau keadaan sinyal kurang mendukung,saya berharap kita bisa dengan cepat menemukan target..agar tak terlalu lama meninggalkan nyonya dan tuan muda ..!" jelas baim yang mendapat anggukan dari Arjuna .
dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya, Arjuna menatap laut lepas dengan berbagai ide di kepala nya untuk mengajak Dinda dan anak-anak liburan.
Sementara di mansion terjadi kehebohan Tasya dan suster yang menjaga nya,Tasya bersikeras untuk membantu Dinda di dapur,bahkan bukan untuk membantu,namun membuat semua nya jadi berantakan.
"sus,biar aku yang menjelaskan nya..!" ucap Lee menghampiri Tasya.
"kakak,suster melarang ku bersama mamah..!" adu Tasya dengan wajah iba nya.
"Tasya sayang,bukan seperti itu,kau sekarang sudah kotor bukan gara-gara tepung tadi,dan lagi,ini kau lihat rambut mu berantakan..kau mandi dulu,kita tunggu mommy di sini saja sampai selesai..mau kan..!" bujuk Lee
Tasya memeluk Lee sambil tersenyum.
"hhhmmm..aku mau,tapi aku mandi dulu,kakak jangan marah sama aku yaa..!" ucap Tasya dengan manja pada Lee.
sementara Dinda tersenyum di ujung dapur sana melihat interaksi antara Lee dan Tasya.
"Tuhan, terimakasih atas kebahagiaan ini, kehadiran Tasya menjawab kesunyian Lee selama ini,ia menginginkan teman dan adik dalam hari-hari nya,kau begitu baik.. terimakasih..!" lirih Dinda yang mengusap air mata bahagia nya.
Hembusan angin yang kuat membuat suara kicauan burung seakan begitu merdu,sejuk tenang dan damai,namun tidak bagi seorang wanita yang tengah bersandar pada kayu pohon yang telah tumbang.
"kau masih hidup..?!" ucap Arjuna seolah mengejek wanita yang tersenyum hambar pada nya.
"kau ingin menertawakan ku..apa kah masih pantas..?" tanya Yunita yang masih merasakan sedikit kemarahan di hati nya.
__ADS_1
"bahkan aku belum puas sampai kau benar-benar menderita,apa yang kau rasa tak sebanding dengan apa yang di rasakan isteri ku,rasa trauma dan sakit yang diderita nya akibat perlakuan mu dan ibu mu..!" sarkas Arjuna .
"lalu untuk apa kau mendatangi pendosa seperti ku,ingin membunuh ku secara langsung..?" tanya Yunita yang menatap tubuh tinggi di depan nya.
"aku bahkan enggan melihat wajah mu jika bukan karena terpaksa,aku lelah mengurus orang seperti mu,dan mati seperti ini rasa nya tak akan sepadan dengan penderitaan istri ku..!" ungkap Arjuna .
"apa maksud mu,katakan dengan jelas..!" ucap Yunita tak sabaran.
"aku mengembalikan dunia mu,dengan satu syarat,kau bawa Mario pergi dari kota ini,jangan pernah mengganggu hidup Dinda lagi,karena kali ini aku tak akan berbaik hati kembali ,kau akan tau siapa aku jika kau mengulang kesalahan sama..!" tutur Arjuna .
Baim membantu Yunita berdiri dan membawa nya keluar dari pulau itu,mereka meninggalkan Yunita di tempat yang telah di tentukan.
"sayang,jangan berlari..kau bisa jatuh..!" ucap Dinda sedikit berteriak.
greeepp
Tasya langsung mengejar Arjuna dan memeluk nya sambil membawa boneka kesayangan nya.
"kenapa ..seperti nya princess papah begitu senang..!" ucap Arjuna sambil menggendong Tasya.
"yess papah..aku senang karena papah di sini,bisa menemani Tasya,kak Lee dan mamah hari ini..!" jawab Tasya dengan polos.
"hhhmmm..benar kah kau senang jika papah di rumah..!" tanya Arjuna yang tersenyum menatap Tasya.
Tasya tersenyum antusias.
"sayang...kalian di sini...!" sapa Arjuna pada Dinda yang ikut menyambut nya.
__ADS_1
"hhmmm..kau terlihat berbeda hari ini..apa terjadi sesuatu yang membahagiakan..?" tanya Dinda
Arjuna hanya tersenyum,namun di hati nya kali ini sudah terasa tenang,karena ia sudah membebaskan Yunita , berharap Yunita sadar dan tak mengganggu hidup mereka lagi,bisa saja ia membunuh wanita itu,namun ia tak bisa menjelaskan nya pada Dinda nanti,ia tau meski Yunita menyakiti nya sejak dulu,namun Dinda tetap lah seorang Dinda yang memiliki ribuan kata maaf untuk saudara tiri nya,Dinda memiliki keyakinan sendiri jika suatu saat Yunita akan menyayangi nya seperti saudara lain.
Sungguh mulia hati Dinda ..
Sesampai nya di mansion,Arjuna menghabiskan waktu berharga itu bersama Dinda dan keluarga kecil nya.
Malam hari setelah makan malam,Arjuna masih terjaga di luar balkon bersama Dinda ,ia berniat membawa Dinda pergi berlibur tanpa anak-anak,menghabiskan beberapa untuk berdua,namun ia tak yakin jika Dinda mau, mengingat anak-anak yang tak bisa lepas dari nya.
"sayang,kenapa di sini..apa terjadi sesuatu..?" tanya Dinda khawatir saat tidak menemukan Arjuna di kamar mereka.
"kemari lah..!" suruh Arjuna sambil mengulurkan tangannya berharap Dinda menyambut nya.
"apa yang terjadi..?" tanya Dinda yang menggapai tangan Arjuna.
Arjuna memeluk Dinda dari belakang,ia menutup mata nya ,menunduk dan menghirup aroma vanila dari Dinda .
"sayang,aku sangat mencintai mu..i love you...!" ucap Arjuna dengan tulus.
"hhhmmm..aku tau..!" jawab Dinda tersenyum.
Arjuna mendongak menggapai wajah Dinda .
"hanya itu..i love you..!" ulang Arjuna berharap Dinda membalas nya.
"sebaik nya kita masuk,di luar sangat dingin..!" ucap Dinda membawa Arjuna ke dalam.
"sayang..i love you..!" rengek Arjuna yang terdengar lucu di telinga Dinda .
"kenapa tertawa..apa lucu..kau tak berniat membalas perkataan ku..!" paksa Arjuna .
Arjuna duduk di tepi ranjang dengan sedikit kesal,di susul Dinda yang ikut duduk ,namun bukan di tempat seharus nya,melainkan di pangkuan Arjuna,ia melingkarkan tangan nya di leher Arjuna sambil tersenyum.
"jangan tersenyum..aku sedang kesal..!" ucap Arjuna .
Dinda meraih wajah tampan di depan nya dengan masih tersenyum manis.
cup...
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
selamat malam semua
Miss you so much 😘😘😘