
Sore hari Dinda tengah bersiap untuk ke apartemen,dia duduk di meja rias untuk menyisir rambut nya,sedang kan Arjuna mengerjakan sesuatu di laptop nya.
"kau mau kemana..!" tanya Arjuna pada Dinda yang sedang menyemprotkan parfum.
"aku mau ke apartemen sebentar untuk mengambil beberapa baju dan sepatu buat kuliah aku. !" jawab Dinda yang memakai sepatu nya.
"aku berangkat dulu..!" pamit nya pada Arjuna yang masih duduk di kasur.
"tunggu,aku akan mengantarmu.." ucap Arjuna berlalu ke ruang ganti.
Sebenarnya Dinda ingin menolak namun dia tak enak,dia menunggu Arjuna di bawah. Tak berapa lama,Arjuna turun dengan pakaian santainya sambil memakai jaket nya,sungguh pemandangan yang sangat indah bagi Dinda.
Arjuna berlalu sambil menarik Dinda ke mobil. Mobil melaju dengan pelan karena begitu macet,Arjuna memutuskan untuk mengambil jalan lain yang jarang di lalui kendaraan.
"kakak kenapa lewat sini,bukan kah jalan ini jarang di lewati orang-orang..?" tanya Dinda
"kenapa,apa yang kau takut kan ..bukan kah kau bersama suami mu sendiri..!" jawab Arjuna yang membuat pipi Dinda bersemu. Dinda menundukkan kepala, Arjuna yang melihat nya hanya tersenyum.
__ADS_1
Sampai di pertigaan jalan,terlihat dua buah mobil mendahului mobil Dinda dan Arjuna.
Tepat saat itu Arjuna langsung menghentikan mobil nya karena mobil di depan nya berhenti dengan mendadak.
Terlihat sekitar 8 orang laki-laki turun dari mobil itu,kemudian menggedor kaca mobil,Dinda sangat ketakutan melihat itu,namun Arjuna berusaha untuk menenangkan nya.
"kau percaya kan dengan kakak,kau jangan keluar dari mobil ini apa pun yang terjadi..!" ucap Arjuna meyakinkan Dinda yang mulai takut.
"kakak jangan turun,gimana kalo mereka berbuat jahat,Dinda ga mau..!" kata Dinda yang mulai menangis karena ketakutan.
"kita telepon polisi saja kak...!" tambah Dinda.
"kalian siapa ..!" tanya Arjuna dengan nada dingin nya.
"kau tidak perlu tau,kau hanya harus mati di tangan kami...!" jawab salah satu dari mereka.
Arjuna tetap tenang,namun mereka maju untuk memukul Arjuna,awal nya Arjuna bisa menghindar pukulan para preman itu,tapi saat di lengah ada yang berusaha melukai tangan Arjuna yang menyulut emosi nya keluar.
__ADS_1
Terjadi perkelahian yang membuat Dinda dalam mobil histeris,sampai seorang dari preman itu membuka pintu mobil dan menyeret Dinda keluar.
"lepas bodoh.." teriak Dinda yang di dengar Arjuna.
Arjuna menoleh pada suara itu hingga membuat nya lengah,dan salah satu dari preman itu ingin memukul kepala Arjuna namun terdorong karena Dinda melempar tas nya tepat mengenai wajah preman itu,preman yang memegang tangan Dinda marah dan ingin memukul nya tapi terhenti karena mendengar suara tembakan,dia mendorong Dinda dengan keras sampai jatuh di jalan dan kepala Dinda terbentur pohon hingga membuat nya pingsan.
Semua terjadi begitu cepat, Arjuna tak bisa menghalau tubuh Dinda yang akan jatuh, sehingga membuat nya tersungkur di jalan. Polisi dengan sigap menangkap para preman itu.
Arjuna langsung berlari dan mengangkat tubuh Dinda ke mobil. Di dalam mobil terlihat Arjuna begitu khawatir.
"nyawa mu tergantung dari ke kecepatan mobil ini..!" ucap Arjuna yang menatap tajam Baim yang sedang menyetir
Saat dari rumah Arjuna sudah melihat dua mobil itu mengikuti nya,dan dia juga sudah menghubungi Baim untuk mengirim polisi ke tempat yang di atur oleh Arjuna.
🌹🌹🌹🌹🌹
Dari sini akan bermunculan masalah dalam kehidupan Dinda dan Arjuna.
__ADS_1
Terus ikuti update kita ya kakak..