
"kenapa belum tidur..?" Tanya Arjuna yang baru keluar dari kamar mandi.
"Aku sudah menyiapkan obat untuk kakak..!" Sambil menyodorkan obat dan air putih untuk Arjuna.
"Terimakasih,aku mencintaimu...!" Ucap Arjuna dengan menerima obat dari tangan Dinda .
"Ini sudah larut,tidur lah,besok orang ku akan memindah kan barang ku ke sini,besok aku akan mengurus pernikahan kita ..kau mau kan..?" Tanya Arjuna kembali yang mendapat anggukan dari Dinda .
"Tidur lah,aku mencintaimu..!" Ucap Arjuna mencium kening Dinda dan beralih ke sofa.
Beberapa menit berlalu , namun Dinda masih membolak-balikkan diri,Arjuna kembali menghampiri Dinda.
"Apa yang terjadi,kenapa belum tidur..?" Tanya nya dengan lembut sambil mengelus pipi Dinda .
"Aku sulit tidur jika malam,bahkan aku sering bermimpi buruk,aku ...!" Ucap Dinda terpotong
"Sudah,tak perlu di jelaskan lagi,aku akan di sini menemani mu,aku janji tidak akan melakukan apa pun,aku hanya akan memeluk mu,apa kah boleh aku di samping mu..?" Tanya Arjuna menyodorkan diri,biar lah ia utarakan langsung ,ia rindu akan pelukan Dinda setiap malam seperti dulu.
Dengan canggung Arjuna merebahkan diri di samping Dinda , dengan pelan ia pun menghadap Dinda dan menarik pelan Dinda ke pelukan nya .
Deg
Jantung mereka bersahutan ,ibarat syair lagu merdu yang menenangkan.
"Tidur lah,pejamkan mata mu,aku bersama mu.., selamat malam sayang.. Ucap Arjuna yang menutup mata nya,padahal dia tidak tidur,Dinda jelas mendengar betul detak jantung itu,detak jantung yang telah lama hilang dari hidup nya.
Srek
Arjuna menarik pelan tangan Dinda untuk melingkar kan ke pinggang nya.
Nafas teratur dari Dinda , menunjukkan jika ia telah tertidur,sedikit melonggar kan pelukan nya,ia menatap wajah cantik yang begitu lama ia rindukan,kini telah tidur dalam dekapan nya bersama melewati malam yang hangat.
"Aku sungguh bahagia, terimakasih sudah menerima ku kembali,aku berjanji akan membahagiakan kalian,aku mencintaimu...!" Ucap Arjuna yang di akhiri kecupan hangat di pucuk kepala Dinda.
__ADS_1
Pagi menyapa,terasa berbeda setelah lama nya,Arjuna membuka mata,pandangan pertama yang ia lihat adalah wajah ayu yang selalu tersimpan rapi di hati nya,bukan hanya memandang foto besar nya lagi kali ini,tapi nyata,ia mendekap nya hangat semalaman penuh dengan kasih dan cinta yang ia punya.
Seulas senyum menghiasi pagi nya,Singgih sang kuasa maha baik pada nya,ia di berikan kesempatan ke dua untuk memperbaiki semua nya,dan ia akan menjaga kembali kesempatan ini untuk membahagiakan Dinda dan Lee,orang yang begitu berarti dalam hidup nya.
Arjuna merapikan anak rambut yang menutupi sebagian wajah ayu itu,dengan pelan ia menyibak dengan jari nya, sungguh hal ini sangat membuat nya bahagia,gadis dalam dekapan yang sebentar lagi akan menjadi nyonya Wiguna.
"Selamat pagi sayang..!" Serak Arjuna khas bangun tidur dengan pelan,bukan untuk membangun kan Dinda ,ia hanya ingin mengucap kata indah itu untuk wanita spesial.
Cup
Ia mengecup lama kening Dinda sebelum benar-benar bangun ,dengan pelan ia menarik tangan yang terasa sangat pegal,karena semalaman penuh di jadi kan bantal untuk Dinda tidur, kemudian menaikkan selimut nya.
Dengan kaos putih dan celana selutut ,Arjuna keluar dari kamar mandi ,karena memang masih terlalu pagi,jadi ia menggunakan pakaian santai dulu.
Dengan handuk kecil yang di gunakan untuk mengeringkan rambut,Arjuna berjalan ke arah tempat tidur,di mana Dinda masih tenang dalam tidur nyenyak nya.
Arjuna duduk di samping tempat tidur sembari menunggu Dinda bangun,ia membaca pasar saham dari laptop kecil nya.
Pukul 6 pagi,Dinda menggeliat pelan,ia begitu tidur dengan nyenyak tadi malam,bahkan ia tak mengalami mimpi buruk yang selama ini menghantui nya.
Mata indah itu terbuka perlahan ,tangan nya melingkar indah tepat di pinggang seseorang yang tengah duduk di tepi ranjang,ya siapa lagi kalau bukan Arjuna yang sekarang bersama nya,ia memutar kembali ingatan nya tadi malam.
Arjuna tersenyum saat mata indah Dinda menatap ke arah nya.
"Selamat pagi sayang..apa tidur mu nyenyak..?" Tanya Arjuna lembut setelah meletakkan laptop nya ke samping.
Dinda segera menarik tangan nya dari pinggang Arjuna ,sungguh ia begitu malu, bisa-bisa nya ia memeluk Arjuna seperti itu.
"Maaf...!" Cicit Dinda pelan sambil menarik tangan nya.
Arjuna hanya tersenyum melihat tingkah Dinda pagi ini.
"Mandi lah,aku sudah menyiapkan air untuk mu...!" Ucap Arjuna mengusap kepala Dinda
__ADS_1
Dinda berlalu dengan rasa malu nya dan Arjuna jelas melihat itu.
Dinda sudah rapi dan berpakaian lengkap turun untuk sarapan bersama,di mana semua sudah menyambut nya.
"Mama,sudah sehat..?" Tanya Tasya dengan gaya manja nya bergelayut di samping Dinda .
Lee tersenyum melihat Dinda pagi ini,terlihat mommy nya sedikit lebih ceria dari biasa ,itu terbukti saat Dinda dan Tasya saling bertukar cerita.
"Kau senang son..?" Tanya Arjuna sedikit membisik
Lee melirik ke arah Arjuna dan tersenyum kemudian memeluk nya.
"Thanks Daddy..!" Ucap Lee sambil melakukan toss ala anak ABG (Gimana tuh TOS nya kira-kira 🤭)
"mom,Lee dan Tasya berangkat dulu..!" Pamit Lee sambil mencium Dinda yang berjongkok.
"Aku akan mengantar anak-anak,kau istirahat lah,aku sudah menyuruh pelayan menyiapkan buah dan jus di kamar,jangan melakukan apa pun yang akan membuat mu lelah..!" Ucap Arjuna berpamitan pada Dinda sambil mengelus lembut pipi nya.
"Hari ini Baim akan mengurus persiapan pernikahan,aku mencintaimu..!" Kata terakhir Arjuna setelah itu pergi mengantarkan anaknya ke sekolah dan langsung ke kantor.⁰
Entah ini awal baru untuk kebahagiaan mereka atau akan ada lagi jalan kerikil yang menghantam rumah tangga kecil ini,mereka hanya berharap yang terbaik dari yang ada.
Dinda membuka hati nya kembali, memberikan kesempatan ke dua pada seorang ayah dari anak nya,ia tak bisa egois dengan terus berlari dari kenyataan di depan mata,yang ia tau ia haru melangkah dan maju, menghadapi apa yang harus di lalui nya,untuk apa lagi jika bukan untuk harapan esok hari akan ada pelangi yang cerah setelah badai berlalu.
🌹🌹🌹🌹
like
koment
vote
hadiah
__ADS_1
dan jangan lupa bintang kehidupan nya😘😘
Please jangan jadi pembaca bayangan☺️