
Dokter Kelvin masuk untuk memeriksa Dinda,namun dia di kejutkan dengan tangisan Dinda yang terisak.
"hei...apa yang terjadi..?" tanya nya pada Dinda.
"aku ingin dokter menyuruh kakak keluar dari sini,dan aku juga ingin pulang sekarang..!" ucap Dinda dengan memohon pada sang dokter agar di ijin kan pulang.
"tidak..kau belum sehat ..!" sambar Arjuna
Dokter Kelvin menatap Arjuna mengisyaratkan agar dia pergi dulu untuk sementara sampai Dinda tenang.
"kau jangan coba-coba melakukan hal nekat lagi..!" ucap Arjuna berlalu sambil menatap tajam pada Dinda.
Arjuna beranjak dari kasur menyambar dompet dan handphone nya keluar dari kamar kemudian berjalan turun ke kantin rumah sakit itu untuk menenangkan pikiran nya yang rumit.
Arjuna duduk sendiri memesan kopi sambil mengecek beberapa email dari Baim,namun mata nya terbelalak kaget melihat rekaman CCTV yang di kirim oleh Baim ,kemudian dia memutuskan untuk langsung menelpon Baim.
"apa kah aku salah mengenali orang di rekaman itu..!" tanya Arjuna di balik telepon
__ADS_1
"seperti anda,saya pun sangat terkejut tuan,saya tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi..!" Jawab Baim kembali.
"baik lah, terimakasih ..aku akan menyelesaikan sendiri..!" ucap Arjuna dan langsung mematikan telepon nya.
"kenapa mereka menemui Dinda,,apa yang mereka katakan hingga membuat nya seperti tadi..!" gumam Arjuna.
Setelah menghabis kan kopi nya,Arjuna beranjak dari duduknya dan membayar tagihan kopi itu,dia berjalan menuju ruangan Dinda kembali,di sana masih terlihat dokter Kelvin yang menemani nya. Dinda sudah tenang,tidak menangis lagi seperti saat dia pergi tadi.
Dinda yang sedang asyik mengobrol dengan dokter Kelvin,langsung terdiam saat Arjuna masuk dengan keadaan diam dan duduk di sofa seperti tengah memperhatikan mereka.
Dokter Kelvin merasa ada aura kurang enak saat Arjuna masuk "Din,aku keluar dulu ya..kalau ada sesuatu yang kurang enak,kau bisa memanggil perawat,atau aku sendiri yang akan datang..!" ucap nya yang hendak pergi,namun di tahan oleh Arjuna.
Dinda langsung menatap Arjuna,dia terkejut mendengar Arjuna akan pulang ke mansion papah nya.
"Apa kakak sudah mengetahui semua nya..!" Batin Dinda
"Dan kau..!" Ucap Arjuna menatap tajam Dinda yang menatap nya.
__ADS_1
"Kau tetap lah di sini,jangan berbuat sesuatu yang akan membuat ku marah..!" Tambah Arjuna sambil berjalan kemudian mengecup kening Dinda sambil mengelus rambut panjangnya.
"Kau, pastikan kalau dia makan malam,dan minum obat nya..jangan biar kan dia keluar dari ruangan ini..!" Tambah Arjuna saat di samping dokter Kelvin.
"huuufftt ...suami mu itu memang sangat pemarah sekali..!" Ucap dokter Kelvin pada Dinda saat Arjuna sudah keluar dari ruangan itu.
Arjuna tiba di depan sebuah mansion yang sangat besar,yaa itu adalah mansion ke dua orang tua nya,dia turun dari mobil dan masuk untuk mencari orang tua nya.
Arjuna melihat di ruang keluarga semua orang sedang berkumpul di sana,dia masuk kemudian membungkuk kan badan untuk memberikan hormat pada sang ayah.
"Juna ,apa yang membuat mu datang ke sini ..?" Tanya Albert sang ayah yang terkejut melihat kedatangan putra tertua nya itu.
"Apa yang kalian kata kan pada Dinda tadi siang..?" Ucap Arjuna dengan tatapan tetap tenang.
"Apa maksudmu sebenarnya..?" Kata Albert
"Kalian tak perlu menyembunyikan nya dari ku,aku tidak seperti orang-orang bodoh di rumah sakit itu yang tak mengenali kalian..!" Tambah Arjuna yang masih tetap tenang.
__ADS_1
Albert tersenyum sinis mendengar perkataan Arjuna yang begitu menohok,dia dan Yanti sang istri serta adik Arjuna mengunjungi Dinda dengan sedikit mengubah tampilan mereka agar tak ada yang mengenali.
"Apa dia mengadu pada mu..?" Yanti angkat bicara tentang obrolan yang mulai memancing emosi itu.