Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Berbeda


__ADS_3

Dinda memiliki keinginan mempunyai butik dengan fashion nya tersendiri,namun ia tak tau bagaimana cara memulai nya ,ia juga tak bisa menggambar ,hanya ia memiliki beberapa rancangan yang tergambar di otak nya.


Saat ini Arjuna memang tak sepenuhnya memenuhi keinginan Dinda ,namun sebisa mungkin ia melakukan nya agar Dinda mau ikut bersama nya ke mansion.


"kau perlu bantuan ku mencari seseorang untuk menggambar desain mu..?" tanya Arjuna yang melihat Dinda sedari tadi tengah sibuk dengan laptop nya mencari beberapa nama yang sudah di rekomendasikan oleh Baim .


"aku akan mengatakan jika perlu..!" jawab Dinda tanpa melihat Arjuna,ini bukan sikap Dinda ,entah mengapa semenjak pulang dari mansion nya,Dinda seperti berubah,dia bukan lagi Dinda yang manja atau sekedar perhatian lebih pada Arjuna ,Dinda menjadi orang yang sedikit cuek menurut Arjuna


Arjuna diam ,menatap Dinda yang masih fokus,ia berdiri membuat kan susu untuk Dinda .


"minum dulu,kau tidak boleh terlalu capek..!" tegur Arjuna yang meletakkan susu di depan Dinda , kemudian ia beralih menuju kasur sekedar berbaring menunggu Dinda ,ini belum terlalu malam ,masih sekitar pukul 8 malam,tak biasa nya Dinda begitu antusias seperti ini,biasa jam seperti ini Dinda hanya berbaring , menonton drama Korea kesukaan nya atau sekedar membaca novel.


Dinda menyisihkan beberapa lembar kertas hasil print desain foto yang menurut nya bagus dan sesuai dengan keinginan nya,ia meneliti kembali dan satu gambar yang membuat nya tertarik,desain yang begitu mendalam.


"aku mendapat kan nya..!" ucap Dinda dengan senyum mengembang,ia membawa laptop di pangkuan nya menuju Arjuna .


"aku menginginkan orang ini bekerja bersama ku..!" kata Dinda menyerah kan laptop nya agar Arjuna mencari data orang itu.


"Edwin...?" gumam Arjuna menatap Dinda yang mengangguk mengiyakan.


"dia laki-laki,kenapa tidak wanita saja,aku tak mau kau memiliki kerja sama dengan seorang pria..!" jelas Arjuna


"masih banyak wanita yang lebih hebat menggambar dari pada pria itu..!" tambah Arjuna .


Dinda diam kemudian berbalik menatap Arjuna.


"pilihan ku sudah jatuh pada nya,kalau kakak tidak bisa membantu,aku akan menemukan cara lain agar dia bekerja bersama ku,aku menginginkan nya..!" ucap Dinda kemudian berlalu dari sana sebelum Arjuna menyahut perkataan nya.


Arjuna melongo ,begitu terkejut dia mendengar apa yang Dinda kata kan,kenapa Dinda tidak merengek kepada nya atau sekedar bermanja pada nya saat meminta .

__ADS_1


"aku lelah,tidur lah,besok aku akan mencari ruko untuk toko baru, setelah itu bertemu dengan Edwin saat jam makan siang..!" jelas Dinda yang berbaring di samping Arjuna dan langsung menutup mata.


Arjuna ingin sekali marah dan mengeluarkan suara,namun ia takut Dinda berbuat hal lain.


Pagi berganti dengan cepat,Dinda telah bersiap di depan cermin nya sambil mencocokkan beberapa baju yang menurut nya bagus .


Arjuna mengusap rambut nya yang basah dengan handuk kecil sambil memperhatikan Dinda yang sedang sibuk,tak seperti biasa,ini terlalu bagi untuk Dinda .


"apa tidak lelah..?" tanya Arjuna menghampiri Dinda yang sedang memasang jam tangan mewah nya.


"tidak,hari ini seperti nya aku akan sangat sibuk, jadi aku harus mengatur lebih awal agar tidak berantakan..!" jawab Dinda yang kemudian duduk dan memoles wajah nya dengan make up.


"kenapa harus berdandan seperti itu..?" tegur Arjuna yang merasa terganggu dengan cara Dinda


Dinda diam dan masih tetap pada kesibukan nya,memasukkan beberapa lembar kertas yang sudah ia print tadi malam ke dalam tas.


"jika sempat,sehabis melihat gedung,aku akan ke tempat kakak untuk makan siang bersama..!" ucap Dinda yang dengan sigap menyiapkan segala keperluan nya untuk di luar nanti.


Dinda yang merasa sudah selesai dengan segala persiapan diri nya dan Arjuna pagi itu,berjalan menuju pintu,dan berniat akan langsung turun sarapan,namun pintu terkunci tak bisa di buka akibat remote kontrol yang sedang di pegang Arjuna kali ini,ia berpaling menatap Arjuna yang tengah duduk sambil menyilang kan kaki di atas sofa.


"kenapa..?" tanya Dinda yang bingung dengan pintu yang terkunci otomatis.


Arjuna berdiri dengan memasukkan remote kontrol ke saku celana nya,mendekat ke arah Dinda yang terlihat bingung.


Tepat berada di depan Dinda ,Arjuna menunduk menatap wajah Dinda seolah memindai setiap inchi wajah isteri nya itu,memang terlihat lebih fresh dan cantik,namun Arjuna justru tidak menyukai itu,ia mengeluarkan sapu tangan di saku jas nya,menyapu lipstik yang bertengger cantik di bibir Dinda ,dan ikut menyapu perona pipi yang Dinda gunakan.


"kenapa di hapus..?" tanya Dinda dengan kesal.


"aku tidak akan membiarkan mu keluar dari kamar ini dengan riasan seperti itu..!" jawab Arjuna yang kemudian membuka kunci pintu kamar nya dan berlalu dari sana tanpa bersalah.

__ADS_1


"menyebalkan sekali..!" gerutu Dinda yang memperbaiki penampilan nya di depan meja rias.


Di meja makan Arjuna tengah menyiapkan susu dan sarapan untuk Dinda ,tak lupa juga menaruh vitamin untuk dikonsumsi ibu hamil itu,ia mengalihkan pandangannya pada suara sepatu yang memang tak terlalu jelas,namun dari aroma parfum ,Arjuna bisa menebak itu adalah Dinda .


"kenapa masih terlihat cantik,sial.. lama-lama aku jadi seperti orang gila jika memikirkan yang tidak-tidak seperti ini..!" gumam Arjuna .


sikap posesif Arjuna jelas membuat nya takut saat melihat Dinda berpenampilan yang menurut nya cukup menarik dari biasa nya.


"kenapa memakai riasan itu lagi,bukan kah aku sudah melarang mu..!" tegur Arjuna sambil menyuap roti panggang milik nya.


"apa kakak tidak malu melihat ku kusam saat di luar sana,apa kakak ingin orang berspekulasi bahwa kakak tak bisa memenuhi kebutuhan ku..?" tanya Dinda tanpa ekspresi apa pun


Arjuna melongo mendengar penuturan Dinda ,ia sudah bisa beragumen seperti itu,dan membuat Arjuna diam tanpa berkata apa pun.


"besok aku akan membawa mobil sendiri.." tambah Dinda tanpa menatap Arjuna yang makin melotot.


"tidak..!" ucap Arjuna yang meletakkan gelas kopi dengan keras hingga menimbulkan suara gesekan yang nyaring.


"kenapa..?" jawab Dinda


"kau isteri ku,dan aku berhak atas mu,semua yang kau lakukan harus dengan ijin ku,jangan membantah..!" tegas Arjuna yang kemudian berdiri dari sana sebelum Dinda berargumen yang lain.


🌹🌹🌹🌹


Selamat sore


sehat selalu


jangan lupa like dan komentar nya

__ADS_1


kasih hadiah dan vote sebanyak mungkin ya kakak semua


__ADS_2