
Brraakkk
Arjuna menghamburkan semua yang berada di meja kerja nya,ia melemparkan gelas hingga mengenai pigura foto di ruang kerja nya,bukan tanpa alasan ia melakukan itu,semua terjadi hanya karena satu nama yaitu Dinda .
Sesampai nya di loby kantor ,ia telah di sambut Baim dengan senyuman khas nya,namun ternyata senyuman Baim pagi ini berakhir naas pada nasib nya.
"Kau sedang mengejek ku..?" Tanya Arjuna dengan tatapan tajam nya.
"Mengejek..?" Gumam Baim pelan yang berjalan di belakang nya.
"Jika kau bosan bekerja pada ku,kau bisa mengambil pesangon mu sekarang juga..!" Tambah Arjuna yang berjalan cepat di depan Baim.
"Apa sedang terjadi sesuatu ..!" Gumam Baim yang masih bingung dengan sikap Arjuna pagi ini,sungguh ia tak berani berkata apa pun.
Pagi ini tak ada keramahan atau sekedar sapaan selamat pagi,hanya ada tatapan intimidasi kepada siapa pun yang tak sengaja bertatapan dengan sang CEO.
Tak ada satu orang pun yang berani masuk ke ruangan nya saat ini,semua berawal dari perdebatan Dinda dan diri nya di mobil.
# flashback on #
"Apa kau yakin dengan keputusan mu kali ini ingin membuka bisnis ini..?" Tanya Arjuna dengan menggenggam tangan Dinda .
"Apa kakak tidak yakin dengan kemampuan ku,atau kakak takut jika aku akan membuat kakak rugi dan malu...?" Tanya Dinda balik .
"Apa yang kau katakan,aku tak mempermasalahkan uang yang akan kau pakai, hanya saja aku tak ingin kau bekerja dan kelelahan hingga membuat mu sakit..!" Jelas Arjuna .
"Aku senang kakak perhatian pada ku,tapi setidak nya percaya lah pada ku,dan satu lagi,tentang modal,aku akan memakai tabungan ku,uang yang aku kumpulkan dari kak Cantika dulu,ku rasa itu akan cukup..!" Ucap Dinda mengatakan sebagian rencana nya.
Arjuna menatap kesal pada Dinda .
__ADS_1
"Kau menganggap ku apa,kau bahkan tak ingin aku membantu mu dalam bisnis ini..!" Sanggah Arjuna yang jelas terlihat kesal.
"aku menghargai setiap bantuan kakak kali ini,tapi aku akan melakukan semua yang aku bisa sendiri,aku ingin berdiri sendiri,setidak nya aku ingin bersanding dengan pantas untuk kakak,agar kelak anak-anak ku dan suami ku merasa tak malu memiliki ku di samping mereka..!" Tambah Dinda .
"Apa yang kau katakan,itu hanya pendapat mu,kau tak perlu membuktikan apa pun untuk itu..!" Ucap Arjuna .
Dinda tersenyum,namun ia punya argumen sendiri yang membuat Arjuna tak bisa berkata lagi.
"Bukan hanya bagi kakak,aku ingin mereka yang meremehkan ku,setidak nya akan malu jika berpikir untuk mendekati apa lagi untuk merebut kakak dari ku,aku tak ingin di remeh kan orang lagi,Feby , Angel mereka berdua seolah membuat aku rendah karena mampu mendekati suami ku...!" Jelas Dinda .
Arjuna melongo mendengar penuturan Dinda ,kenapa ia bisa berfikir seperti itu,bahkan Arjuna tak menginginkan ini,ia begitu takut sesuatu terjadi pada Dinda ,ia tak ingin Dinda memikirkan orang lain,apa lagi sampai Dinda berdiri sendiri,tidak ia tak ingin itu,wanita manja nya akan berubah menjadi seekor kijang yang mampu melompat dengan kaki nya hingga puluhan jarak dalam beberapa waktu.
# flashback off #
Kini Dinda tengah di bantu beberapa orang untuk menyulap gedung yang tak begitu besar ini menjadi sebuah butik yang cantik,dengan rancangan yang ia suka ,mengubah setiap sudut ruangan agar tetap nyaman,ia menatap jam mahal nya yang hampir menunjukkan pukul 12 siang.
"Apa kah masih sempat jika aku menghampiri kakak ke perusahaan sekarang,sedang kan jarak perusahaan dengan cafe yang aku pesan jarak nya lumayan jauh,apa aku langsung ke cafe saja sekalian makan siang dan menunggu Edwin di sana..!" Gumam Dinda mempertimbangkan langkah apa yang akan ia ambil.
"Tuan sebentar lagi jam makan siang,apa anda menginginkan sesuatu ,biar saya pesan kan..!" Ucap Baim yang saat ini sedang bersama Arjuna di ruangan nya.
Arjuna beralih menatap handphone di atas meja yang sedari tadi tak ada satu pun notifikasi pesan atau pun panggilan dari Dinda .
Tak menanggapi Baim yang sedari tadi menawari nya makan siang,Arjuna tetap diam dan sesekali melirik ponsel yang sedari tadi senyap.
"Kemana dia..!" Gumam Arjuna yang begitu dongkol karena di abaikan oleh Dinda,ia mengalahkan ego nya sendiri karena perasaan yang teramat kesal,ia meraih benda pipih itu menekan nomor Dinda di seberang sana,namun bukan Dinda yang menjawab,melainkan sang operator yang menyapa nya.
Prankkk
Ia melempar ponsel itu ke dinding dengan perasaan marah hingga ke ubun-ubun.
__ADS_1
"Kenapa dia berubah seperti ini,apa maksud nya mengacuhkan ku..!" Gerutu Arjuna yang di saksikan oleh Baim yang sedari tadi seperti patung duduk di sofa menunggu perintah selanjutnya.
"Ya Tuhan bantu aku keluar dari sini..!" Lafal Baim meminta pertolongan pada yang kuasa.
Dengan cepat ia meraih kunci mobil sport nya kemudian pergi dari ruangan itu tanpa menghiraukan Baim dengan segala kekacauan yang terjadi di ruangan nya.
"Kirim kan dua orang office boy untuk membereskan ruangan Bos..!" Ucap Baim di telepon setelah melihat kepergian Arjuna yang ia pun tak tau kemana pergi nya sang Bos itu.
Dua office boy yang di perintahkan telah sampai di depan ruangan Arjuna ,namun mereka tak berani masuk setelah mendengar kekacauan pagi ini,mereka tak mau menjadi sasaran empuk kemarahan bos nya jika terjadi kesalahan dalam pekerjaan mereka.
Ceklek
Baim membuka pintu dan mendapati dua office boy yang berdebat kecil tentang siapa yang akan mengetuk ruangan itu.
"Masuk lah,tuan pergi keluar,kalian bisa membersihkan nya sekarang..!" Perintah Baim yang seolah paham jika mereka takut berhadapan dengan Arjuna.
Di lain tempat,Arjuna masih berada di ujung jalan dengan mobil yang masih menyala,ia menatap dua orang yang tengah mengobrol sambil di iringi tawa,entah apa yang mereka bicara kan,namun terlihat candaan mereka seperti orang yang telah lama akrab,ia mengepalkan tangan dan memukul stir beberapa kali untuk meluapkan kekesalan nya kali ini.
Arjuna diam di tempat tanpa mau menghampiri Dinda yang sedang mengobrol bersama seorang pria yang Arjuna tebak jika ia adalah Edwin yang akan menjalin kerja sama bersama Dinda di waktu mendatang.
"apa yang harus aku lakukan agar Dinda menurut pada keinginan ku lagi..!" gumam Arjuna dengan sorot mata tajam.
🌹🌹🌹
Selamat berakhir pekan
terimakasih atas dukungan kakak semua
terimakasih juga untuk komentar kalian yang terus membuat saya semangat untuk menulis,saya baca kok semua komentar nya,namun maaf tak membalas satu-satu
__ADS_1
sekali lagi terimakasih dan jangan pernah bosan memberi like dan komentar kakak semua