
"morning papa...?" Sapa khas sedikit cadel anak kecil yang mengulas senyum saat mendongak kan kepala menatap lelaki yang tengah duduk di samping nya.
"Haaii...little princess..!" Balas lelaki yang tak lain adalah Arjuna ,ia meletakkan buku bacaan yang ia baca pagi itu saat menunggu gadis kecil yang masih terlelap itu bangun.
Arjuna lantas ikut berbaring dan memeluk hangat Tasya yang masih sedikit malas bangun.
"Papa jangan pergi terus..!" Ucap Tasya yang melingkar kan tangan kecil nya di leher nya Arjuna .
"Kenapa begitu,bukan kah kau tau jika papa harus bekerja untuk mu..!" Jelas Arjuna memberikan pengertian bagi gadis kecil yang entah dia paham atau tidak.
"No..bukan itu maksud ku,papa jangan pergi lama lagi,di sini saja menemani ku..!" Pinta nya dengan tatapan sayu yang meneduh kan.
Arjuna mengulas senyum kecil sambil mengusap kecil pucuk kepala nya.
"Bukan kah di sini banyak suster yang menemani mu,bahkan paman Baim pun sering menemani mu bukan...!" Ucap Arjuna membujuk kecil gadis itu.
"Papa tidak mengerti,sudah lah..aku akan mandi...!" Balas Tasya melepaskan pelukan Arjuna dan turun dari ranjang besar nya .
"Sus...sus..temani aku mandi..!" Teriak Tasya membuka pintu kamar nya ,yang di depan kamar itu sudah berjejer beberapa suster yang menunggu nya .
Arjuna menyewa banyak suster untuk menjaga Tasya di mansion besar nya,karena ia tak bisa setiap saat menemani Tasya di sana ,ia kadang harus bolak-balik ke luar kota dan luar negeri untuk urusan pekerjaan,tak jarang ia pun sering mendapat kan protes dari anak kecil seumur Tasya .
Saat suster lain menemani Tasya mandi,suster yang lain bertugas menyiapkan keperluan Tasya sekolah dan ada yang bertugas membersihkan kamar Tasya .
"Aku akan menunggu nya di ruang makan,kalian siap kan semua kebutuhan nya...!" Ucap Arjuna berlalu dari sana.
Arjuna turun menapaki tangga yang berliuk panjang itu,dengan langkah pasti ia meneliti setiap mansion di sana,
"Selamat pagi Tuan..!" Sapa Baim yang telah rapi di ujung tangga. Baim tinggal bersama Arjuna ,namun bukan di mansion yang sama,meski Arjuna sering menyuruh nya pindah ke salah satu kamar di mansion itu,tapi Baim selalu menolak,ia lebih memilih salah satu paviliun yang berjejer 5 buah di belakang mansion nya,meski kecil,namun itu cukup nyaman ,fasilitas yang di sediakan Arjuna di paviliun di sana cukup lengkap.
Bukan hanya Baim yang tinggal di sana,namun para suster dan satpam serta ART pun tinggal di sana.
__ADS_1
"Aku ingin kau mengosongkan jadwal ku hari ini..!" Perintah Arjuna .
"Apa yang terjadi kemarin..?" Tambah Arjuna yang menanyakan langsung,kemarin saat di mobil ia melihat kaki Tasya tergores dan saat ia akan menanyakan pada Tasya ,anak itu lebih dulu terlelap di pangkuan nya .
"Kemarin...!" Baim menggantung kalimat nya,karena tak tau harus mengatakan apa,ia tak bisa menebak bagaimana ekspresi Arjuna saat tau jika kemarin ia bertemu dengan Dinda.
"Kenapa berbelit-belit...!" Sambar Arjuna yang menatap tajam Baim.
"Kemarin nona hampir tertabrak dan di selamat orang ..dan orang itu...!"
"Papa....!" Teriak Tasya yang berlari dari tangga ,hingga membuat Baim diam kembali tak melanjutkan kalimat nya.
Arjuna berdiri dan menghampiri Tasya yang sudah begitu cantik.
"Jangan berlari seperti itu,kau bisa jatuh..!" Ucap Arjuna dengan lembut sambil menggendong Tasya dalam dekapan hangat nya.
Setiap hari nya Arjuna akan sarapan bersama Tasya dan Baim jika berada di mansion,seperti sekarang ia menggunakan momen kebersamaan nya untuk menikmati sarapan.
"Biar aku yang menyuapi nya...!" Ucap Arjuna pada suster yang akan menyuapkan makanan pada Tasya.
Baim yang duduk di seberang mereka hanya tersenyum senang,ia bahagia melihat kebersamaan itu,bagi nya begitu indah di pandang.
"Apa luka di kaki mu masih sakit..?" Tanya Arjuna .
"No papa..aku sudah lebih baik..!" Jawab Tasya dengan tingkah lucu nya.
"Kenapa sampai seperti itu..?" Tanya Arjuna lebih detail.
"Aku terjatuh,dan di selamat kan oleh laki-laki sebesar ini...!" Jawab Tasya mengingat kembali tinggi tubuh Lee yang berada di atas nya.
"Bukan cuma itu,aku juga di selamat kan oleh Tante yang begitu cantik..!" Tambah Tasya mengingat wajah Dinda yang begitu ayu.
__ADS_1
"Benar kah,kalau begitu nanti papa akan berterima kasih langsung pada Tante itu karena sudah menyelamatkan bidadari papa ini..!" Jelas Arjuna yang mengusap sayang rambut Tasya
"kau,cari tau alamat wanita itu,aku akan mengirim kan beberapa hadiah untuk nya sebagai ucapan terima kasih..!" Ucap Arjuna menatap Baim yang begitu aneh .
Baim mengangguk canggung pada Arjuna . "Kau begitu aneh..!" Arjuna bersungut pada Baim yang menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
Pagi ini adalah pagi yang membahagiakan bagi Tasya ,karena hari ini ia di antar oleh Arjuna ,biasa nya ia hanya di temani suster yang merawat nya atau tak jarang Baim yang mengantar nya sebelum ke kantor.
"Nanti pulang,papa jemput ya..belajar yang benar..!" Pesan Arjuna sebelum Tasya membuka mobil nya.
Tasya anak yang patuh ,ia tak pernah membuat Arjuna marah atau apa pun,meski kadang ia sering merajuk karena di tinggal Arjuna pergi dalam waktu yang tak tentu dengan alasan pekerjaan.
Arjuna menatap Tasya yang berjalan memasuki gerbang sekolah dengan tatapan penuh bahagia.
Saat mobil Arjuna berlalu ,tak sengaja mata nya menatap sekilas wajah anak lelaki yang entah mengapa begitu familiar menurut nya,namun ia tak tau siapa,ujung bibir nya berkedut saat melihat anak kecil itu dengan lihai memainkan rubik di tangan nya.
"Anak yang hebat,orang tua nya pasti sangat bangga memiliki nya..!" Gumam Arjuna yang kemudian mengalihkan tatapan nya ke layar di depan nya.
Arjuna tiba di perusahaan,ia berjalan tegap dengan aura kuat,tak ada yang berani beradu mata dengan nya,ia sudah jarang sekali menginjak kan kaki di kantor nya ini,entah mengapa ,hanya ia yang tau,ia lebih senang bepergian ke luar negeri dan mengurus perusahaan di sana,kali ini ia berniat hanya ingin bersantai bersama Tasya,karena sudah hampir 3 bulan tak bertemu.
"semua masih sama..!" gumam Arjuna saat memasuki ruangan nya,tak ada yang berubah,semua masih pada tempat nya,ia menduduki kursi kebesaran nya dan membuka brangkas kecil di bawah meja nya,mengambil sepotong foto yang masih terawat.
"bagaimana kabar mu...!" ucap nya lirih dengan lelehan bening yang keluar dari ujung mata elang nya.
🌹🌹🌹🌹
Tolong bantu
like
vote
__ADS_1
komentar
terimakasih