
Ada rasa nyeri yang menggerayangi hati Dinda,dada nya begitu sesak saat Arjuna membentak nya dengan sorot mata yang tajam .
Ia begitu khawatir tentang Arjuna,namun ia di usir dari sana ,air mata nya mengucur deras,membasahi pipi mulus nya.
"Nyonya, sekarang kita sudah tiba di mansion,mari saya antar ke kamar anda..!" Ucap bodyguard yang di tunjuk oleh Derry
"hhhhmmm..tidak perlu,aku bisa sendiri,kalian pulang lah. .!" Jawab Dinda yang turun dari mobil dan memasuki mansion nya.
Dinda masuk ke kamar,menutup pintu kemudian terduduk di belakang pintu dengan memeluk ke dua kaki nya,
"apa yang mereka lakukan,kenapa Feby sampai pingsan..?" Gumam Dinda pelan sambil menyapu kasar air mata nya.
Dinda bimbang ingin menghubungi Arjuna ,karena bagaimanapun ia perlu penjelasan tentang kejadian yang di lihat nya,ia menekan nomor Arjuna ,namun seperti nya handphone Arjuna tidak aktif.
"Kenapa seperti ini lagi..!" Gumam Dinda yang duduk di sofa.
Di rumah sakit.
"Bagaimana keadaan nya. ?" Tanya Arjuna pada Kelvin.
"Aku belum bisa memastikan, seperti nya ada racun yang merambat melalui kulit yang terkena semprotan air itu,dan parah nya lagi,racun itu akan mematikan organ nya hingga mengakibat kan lumpuh,tapi ini hanya kesimpulan sementara,kita tunggu sampai Nona itu sadar dulu,baru kita bisa memastikan..!" Jelas Kelvin.
Arjuna terdiam mendengar penjelasan dokter di depan nya,ia membeku mendengar kata yang begitu menakutkan "Lumpuh".
"Siapa mereka,dan apa yang mereka ingin kan sebenarnya hingga menyerang ku..?" Gumam Arjuna.
#Flasback#
Arjuna pergi ke toilet tanpa memiliki perasaan curiga atau apa pun,ia masuki toilet pria yang kala itu sepi,hanya ada diri nya dan dua orang yang tiba-tiba menyerang nya,satu orang berusaha memegangi kedua tangannya,namun Arjuna bisa melawan dan berhasil terlepas hingga terjadi aksi kejar-kejaran di lorong panjang yang menghubungkan toilet wanita dan laki-laki.
Arjuna yang berlari ke arah luar tak sengaja bertabrakan dengan Feby ,mereka terjatuh bersamaan.
Feby yang melihat seseorang mengarah kan suatu benda kecil seperti botol parfum pada Arjuna ,ia mendorong Arjuna hingga terkena air yang entah apa itu membasahi sedikit tubuhnya nya.
Ke dua orang itu lari setelah menyemprotkan air yang mungkin sudah tercampur racun di dalam nya.
Awal nya Arjuna dan Feby tidak mengerti cairan apa itu,namun tiba-tiba Feby merasakan sesak nafas,dan tubuh nya tak bisa di gerakan,hingga kesadaran nya hilang.
#Flasback off#
__ADS_1
Arjuna menatal arloji yang melingkar di punggung tangan nya.
"Hampir subuh.." gumam Arjuna yang sedari tadi masih duduk di depan kursi tunggu.
Arjuna ingin pulang,tapi ia tak bisa meninggalkan Feby di sana yang masih belum sadar,ia merasa bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa Feby.
"besok beritahu kan tentang Feby pada keluarga nya..!" Ucap Arjuna pada Derry yang setia menemani nya.
Derry mengangguk paham ,ia tak habis pikir bagaimana penyerangan itu bisa terjadi di hotel yang memiliki banyak penjagaan .
"Apa kah anda tau siapa dalang dari semua ini..?" Tanya Derry yang duduk di seberang Arjuna,namun ia hanya menggeleng.
Di mansion.
Dinda terbangun saat mentari menelisik mengenai mata nya,ia mengerjap beberapa kali sambil memegang kepala nya yang terasa berdenyut.
"Kakak..!" Gumam Dinda dengan pelan,ia memutar kembali rentetan kejadian tadi malam hingga memori nya terhenti saat Arjuna dengan penuh penekanan menyuruh nya untuk pulang tanpa penjelasan tentang kejadian di hotel
Dinda meneliti setiap sudut kamar,ia tengah mencari sosok Arjuna ,namun tempat tidur di ujung sana masih tertata rapi,yaa Dinda tertidur di sofa sambil menangis hingga ia lupa untuk berpindah ke ranjang nya.
"ternyata kakak tidak pulang..!" Gumam Dinda dengan senyum getir nya,ia mengecek handphone di samping nya,namun tak ada satu notifikasi pun dari Arjuna,sekedar menanyakan keadaan nya di rumah.
"Nyonya,apa anda baik-baik saja..?" Tanya salah satu pelayan yang menemani Dinda .
Namun Dinda hanya diam,pikiran nya berkecamuk hebat,ia berdiri dan berjalan ke arah tangga,ia berpegang pada tembok memegangi perut nya yang terasa sakit.
"Aww..!" Pekik Dinda sambil memejamkan mata menahan rasa sakit di perut nya.
"Anda tidak apa..?" Tanya pelayan yang datang membantu Dinda yang sudah terduduk di lantai.
Semua orang panik mendapati Dinda yang kesakitan,hingga satu orang berinisiatif membawa Dinda ke rumah sakit.
Dengan di temani dua orang pelayan ,Dinda di bawa ke rumah sakit oleh supir pribadi Dinda.
Sang sopir terus menghubungi Arjuna untuk memberi tahu kan tentang kondisi Dinda,namun handphone Arjuna tak bisa di hubungi.
Dengan kecepatan penuh,sopir itu menerjang kemacetan pagi di jalan besar kota.
Dinda di yang terbaring diatas brangkar pasien itu di dorong cepat oleh beberapa tenaga medis,sebagian dari mereka tau,jika Dinda adalah isteri dari Arjuna pemilik rumah sakit itu.
__ADS_1
Derry yang baru tiba di parkiran rumah sakit melihat mobil Dinda di parkiran ujung,ia mengira jika Dinda tengah bersama Arjuna.
"Ini sarapan Anda..!" Ucap Derry memberikan makanan yang di belikan nya untuk Arjuna.
Derry celingukan mencari sosok Dinda,namun ia tak melihat di mana pun.
"Apa nyonya sedang ke kamar mandi..?" Tanya Derry yang merasa bingung karena tak menemukan Dinda.
"Dinda..?" Jawab Arjuna yang bingung.
Derry mengangguk mengiyakan jawaban Arjuna.
"Kenapa kau bertanya tentang nya,bukan kah kau tau jika dia pulang ke mansion..?" Jelas Arjuna.
"Benar kah,tapi saya yakin di depan melihat mobil Nyonya ..!" Ucap Derry
Arjuna menghentikan sarapan nya,ia menyambar handphone di tangan Derry,namun belum sempat menekan nomor Dinda ,ia di kejut kan dengan panggilan perawat yang mengawasi Feby sejak semalam.
"Pasien sudah sadar,ia ingin bertemu anda..!" Jelas perawat itu.
Arjuna mengembalikan handphone Derry dan langsung memasuki ruangan Feby,terlihat Feby yang masih berbaring dalam keadaan lemah.
"tuan apa yang terjadi..?" tanya Feby dengan terbata.
Arjuna menjelaskan kronologi kejadian di hotel tadi malam,namun ia tak menceritakan tentang racun yang menggerayangi tubuh Feby.
"tubuh ku tidak bisa di gerakkan ,bagaimana aku menemui anak aku,mungkin tadi malam ia menangis mencari ku..!" gumam Feby dengan pelan yang masih bisa di dengar Arjuna.
"aku sudah menyuruh orang ku untuk menjemput anak mu, sebentar lagi akan tiba..!" jelas Arjuna.
🌹🌹🌹🌹
Selamat siang semua..
stay selalu..
jangan lupa dukungan dan like kalian,itu sangat berarti buat aku😘😘
mampir juga ke cerita aku yang lain
__ADS_1
Cinta Nayna