Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Mendapatkan Informasi


__ADS_3

Pagi hari Dinda bangun dari tidur nya,Arjuna sudah tak ada di tempat tidur nya,Dinda mencari keberadaan Arjuna.


"Kemana kakak sepagi ini..?" Gumam Dinda.


Dinda berjalan ke kamar mandi untuk menyegarkan diri,stelah mandi Dinda memutuskan ke bawah untuk ke dapur,di tangga dia berpapasan dengan pelayan di rumah itu.


"Apa bibi tau di mana kakak..?" Tanya Dinda


"Tuan sedang di ruang kerja nyonya..!" Jawab pelayan itu.


Dinda berlalu ke dapur dan membuat kan kopi untuk Arjuna.


Sudah hampir jam 8,namun Arjuna belum keluar dari ruang kerja nya,Dinda ingin ke ruang kerja itu,namun dia takut mengganggu Arjuna yang mungkin sedang sibuk.


"Kenapa kakak lama sekali..!" Ucap Dinda dengan pelan .


Saat Dinda akan beranjak untuk melihat Arjuna di ruang kerja nya, tiba-tiba dia melihat asisten Baim keluar dari ruang kerja itu dengan membawa beberapa dokumen.


"Kakak,kenapa sepagi ini sudah di sini,,dan kenapa pakaian kakak ini..bukan kah sekarang harus nya kakak ada di kantor ..!" Tanya Dinda yang bingung melihat Baim sepagi ini sudah ada di kediaman Arjuna dengan masih memakai piyama tidur nya.

__ADS_1


Baim semalaman tidak tidur,karena meretas rekaman CCTV hotel malam kejadian itu,dia juga mencari informasi seputar bisnis keluarga Sandra. Saat dia mendapat kan semua nya dia langsung mengirim ke email Arjuna dan langsung membawa semua hasil kerja nya malam itu ke rumah Arjuna.


"Selamat pagi Nyonya,saya kesini karena ada hal penting tentang perusahaan yang harus di selesaikan subuh tadi..!" Jawab Baim dengan formal.


Dinda mengangguk tanda paham,tapi dia bertanya sendiri "hal sepenting apa hingga dari subuh mereka bekerja di rumah!" Gumam Dinda dengan pelan.


Arjuna yang baru keluar dari ruang kerja nya langsung menatap bingung pada Dinda dan Baim yang berada di depan pintu.


"Kenapa kau belum pulang.." ucap Arjuna menatap Baim dengan tajam.


"Maaf,saya permisi dulu..!" Pamit Baim yang merasa tak enak seperti dipergoki sedang berbuat salah.


Tatapan Arjuna beralih pada Dinda yang diam mematung.


"Kaki aku sudah lumayan kak..!" Jawab Dinda.


Arjuna menarik tangan Dinda menuju meja makan.


"Kenapa kau belum sarapan,bukan kah aku sudah pernah bilang,kau makan saja jika sudah waktu nya,tidak perlu menunggu ku..!" Ucap Arjuna ketika sudah di meja makan.

__ADS_1


Dinda hanya diam dan menyiapkan sarapan untuk Arjuna. Mereka makan bersama tanpa ada suara,setelah sarapan Arjuna memutuskan untuk ke kamar sedangkan Dinda memilih untuk duduk di sofa ruang tamu sambil menonton tv.


Dinda melihat jam dinding ,disana sudah menunjukkan pukul 10.


"Kenapa kakak belum turun,apa dia tidak ke kantor.." ucap Dinda,dia beranjak dari duduk nya dan menaiki tangga untuk ke kamar.


Saat Dinda masuk ke kamar,terlihat sepi,dia mencari sosok Arjuna hingga tertuju pada kasur,Arjuna tengah tertidur dengan nyenyak disana dengan satu guling.


Dinda mendekat untuk membangun kan Arjuna.


"Kakak,apa tidak masuk kantor hari ini.." Dinda menggoyang kan bagi Arjuna dengan pelan,namun tak bisa membangun kan nya.


"Apa kakak begitu lelah atau kakak sedang demam.." Dinda meletakkan telapak tangan nya di dahi Arjuna untuk mengecek suhu tubuh nya.


"Tidak demam juga..!" Ucap nya dengan pelan.


Dinda merapikan selimut untuk Arjuna,dia berpikir kalau Arjuna memang sangat lelah karena bekerja dari tadi subuh.


****

__ADS_1


Terimakasih pembaca semua..


mampir juga ya ke "cinta Nayna"


__ADS_2