
Ting
Ting
Ting
Dinda mengerjakan mata,menatap jam dinding di kamar nya,ini hampir tengah malam,siapa yang sudah memencet bel di apartemen nya berulang kali,ia kemudian beranjak dari tempat tidur nya,menatap layar kecil persegi yang terhubung langsung dengan CCTV di depan pintu apartemen nya.
"kakak...!" gumam Dinda merasa sedikit takut,ia melihat kemarahan dari raut wajah Dinda .
"tidak,aku tidak mau ketemu kakak dulu..!" batin Dinda berucap kekhawatiran.,namun suara bel itu terus berbunyi nyaring,Dinda keluar dari kamar dan mendekat ke arah pintu.
"aku tau kau di dalam..buka sekarang,atau aku akan memaksa membuka pintu ini..!" ucap Arjuna yang tau jika Dinda berada di balik pintu dari bayangan yang terlihat dari bawah pintu itu.
Dinda tetap diam tidak mengeluarkan suara,ia sengaja mengubah sandi pintu apartemen itu,berjaga jika suatu saat ia tak ingin bertemu dengan Arjuna ,karena hanya Arjuna yang tau sandi itu.
"Dinda ,sekali lagi aku bilang, buka sekarang,jangan sampai aku marah...!" tekan Arjuna hingga membuat Dinda gemetar mendengar ucapan Arjuna .
"kenapa dia tidak mau bertemu dengan ku, benar-benar menguji kesabaran ku saja..!" gumam Arjuna pelan di depan pintu,ia menatap jam mewah yang melingkar di punggung tangan nya
"lakukan sekarang..!" ucap Arjuna pada Baim di balik telepon,ya ia menyuruh Baim untuk menyusul nya ,karena ia sudah mengira ini akan terjadi,dan benar Dinda mengubah sandi nya.
Baim yang menunggu di parkiran pun langsung berjalan menuju kamar Dinda atas perintah Arjuna .
"dia mengubah sandi nya,aku memberi mu waktu 5 menit,kau harus bisa membuka pintu ini..!" ucap Arjuna penuh penekanan.
Baim mengangguk paham dan mulai melakukan tugas nya,sedang kan di dalam sana Dinda yang tengah gugup jika Baim bisa membuka sandi itu dan ia akan bertemu dengan Arjuna ,sedangkan ia belum siap.
"bagaimana ini..!" gumam Dinda pelan yang kemudian langsung menuju kamar kemudian mengunci kamar itu.
Tut Tut Tut..
klik
Pintu apartemen itu terbuka ,hingga membuat sudut bibir Arjuna berkedut .
"kau selalu bisa di andalkan..!" ucap Arjuna sambil menepuk bahu Baim dan berlalu masuk ke dalam,ia mengedarkan pandangannya mencari sosok Dinda di dalam sana,ia berlalu menuju dapur dan membuka kulkas,meneguk minuman soda yang ada di sana,meski apartemen Dinda lama kosong,namun setiap Minggu nya akan selalu ada orang yang datang untuk merawat apartemen Dinda .
__ADS_1
"tuan,apa saya boleh pulang..?" tanya Baim yang menyusul Arjuna ke dapur,karena ia sudah sangat lelah dengan tugas nya hari ini.
Arjuna menatap tajam pada Baim yang kemudian menundukkan kepala nya.
"baik lah,saya akan menunggu di ruang tv..!" ucap Baim yang paham akan tatapan Arjuna.
setelah habis meneguk minuman soda nya,Arjuna berjalan menaiki tangga untuk sampai pada kamar Dinda,dengan pelan ia memutar handle pintu,namun tak bisa.
bugh
bugh
bugh
pukulan keras dengan kepalan tangan yang kuat,Arjuna labuh kan pada helai pintu kamar yang tengah terkunci rapat.
deg
deg
deg
"buka pintu nya..atau aku dobrak..!" teriak Arjuna sedikit emosi,ia hampir tak bisa menguasai diri nya lagi,wanita hamil ini benar-benar menguji nya hari ini .
Arjuna berjalan menuju dapur tempat penyimpanan semua kunci ,dengan emosi ia menarik kasar kunci yang tergantung hingga membuat Gucci di samping nya jatuh dan menimbulkan suara pecahan yang cukup keras.
prankkk
Baim yang sedang bersandar memejamkan mata di ujung sofa sana kaget dan mencari arah suara .
"apa tidak bisa bicara baik-baik,mengagetkan saja..!" gumam Baim sambil mengelus dada nya saat melihat pecahan Gucci yang telah berserakan.
tidak jauh dengan Baim ,Dinda yang berada di kamar pun begitu kaget dan semakin takut bertemu Arjuna ,ia takut Arjuna lepas kendali dan akan melakukan kekerasan pada nya.
"sayang tenang lah...mamah akan melindungi mu..!" ucap Dinda pelan sambil mengelus perut buncit nya.
klik
__ADS_1
pintu kamar terbuka pelan,hingga membuat Dinda segera beranjak dari duduk nya berusaha masuk ke kamar mandi,namun langkah kaki nya kalah cepat dengan Arjuna yang langsung menangkap punggung tangan Dinda .
"kau ingin bersembunyi ke mana lagi,kau keras kepala,selalu bertindak semau mu saja,kau egois..!" ucap Arjuna yang memegang erat tangan Dinda .
Dinda diam di tempat mendengar segala ucapan Arjuna,benar kah ia terlalu egois atau hanya Arjuna yang menganggap nya semua itu.
"kenapa diam..!" tambah Arjuna yang menarik paksa Dinda hingga menghadap pada nya,namun Dinda terus menunduk tanpa mau melihat Arjuna yang sedang di liputi emosi kali ini.
"lihat aku..dan jawab pertanyaan ku..kenapa diam dan terus menghindar...!" suara Arjuna sedikit keras karena meluapkan kekesalannya pada wanita di depan nya ini.
"aku...aku...!" Dinda tak bisa menjawab apa pun,ia tak bisa memikirkan apa pun sekarang karena terlalu lelah dan tertekan .
"kau bahkan dengan egois mengambil keputusan sendiri,pergi dari mansion,setelah itu kau ingin lari kemana membawa bayi ku...!" jelas Arjuna yang begitu marah pada Dinda .
"aku hanya ingin sendiri..aku tak mau membebani kakak ,aku bisa mengurus bayi ku sendiri,aku tidak mau jadi beban orang lain..!" lirih Dinda yang mulai sedih dengan ingatan nya tadi sore.
"kenapa bicara seperti itu,aku suami mu,aku bertanggung jawab penuh atas diri mu dan bayi ini..!" tunjuk Arjuna pada perut buncit Dinda.
"ia kakak bertanggung jawab,tapi setelah kakak menikahi Feby,apa semua masih sama,aku tak ingin di madu,aku ingin berpisah,aku bisa mengurus hidup ku sendiri...!" ucap Dinda sambil menatap Arjuna dengan lelehan bening yang terus mengalir.
"menikah...apa maksud mu..bicara yang jelas...!" tanya Arjuna yang bingung dengan perkataan Dinda.
"semua sudah jelas, sekarang kakak pulang lah..biar kan aku di sini sendiri...!" jawab Dinda yang menarik paksa tangan nya.
"auu .." pekik Dinda saat tak sengaja kaki nya menyenggol ujung meja yang ada di kamar itu.
Arjuna berjongkok membantu Dinda melepaskan sendal nya,tumit Dinda yang putih terlihat kebiruan akibat bergesekan dengan meja .
"kau begitu ceroboh..!" ucap Arjuna yang menatap Dinda dengan marah,tanpa persetujuan Dinda ,ia menggendong Dinda dan membawa nya ke ranjang.
"aku masih bisa berjalan,kakak pulang lah..ini sudah larut..!" bantah Dinda yang tak mau melihat wajah Arjuna .
Arjuna menatap tajam pada Dinda yang memalingkan wajah nya tanpa mau melihat nya.
🌹🌹🌹🌹
bantu like,komen dan juga vote
__ADS_1
mampir juga ke cerita aku yang lain
Cinta Nayna