Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Membawa Dinda


__ADS_3

"aku masih ada kerjaan di kantor,ayo kita pulang sekarang..!" Dengan berani Arjuna menggenggam tangan Dinda ,ia sudah berpikir matang dan ini keputusan nya,ia akan membawa Dinda ke mansion nya dengan atau tanpa persetujuan Dinda .


"Kita..maksud tuan..?" Tanya Dinda dengan canggung.


Arjuna menatap tajam ke arah Dinda saat di panggil tuan.


"Aku bukan tuan mu,sekarang cepat masuk lah..!" Perintah Arjuna yang sudah membuka kan pintu mobil nya.


"Tidak,aku akan pulang ke rumah naik taxi saja..!" Tolak Dinda ,padahal ia sendiri pun begitu takut menyebutkan kata taxi,ia takut bertemu orang jahat lagi.


"Hhmm..benar kah kau akan pulang dengan taxi ..?" Tanya Arjuna remeh,karena ia tau jelas jika Dinda sekarang belum baik-baik saja.


Dinda diam mematung,ia tak ingin ikut Arjuna ke mansion nya ,kemudian bertemu keluarga baru Arjuna ,anak nya Tasya dan ibu dari Tasya yang otomatis adalah isteri Arjuna ,tidak pikir Dinda ,itu terlalu konyol.


"Aaakuuu.....!" Ucap Dinda .


Arjuna mendorong Dinda dengan sedikit paksaan sampai ia masuk ke mobil nya dan langsung menutup pintu mobil itu.


"Kau langsung saja ke kantor,aku akan pulang sendiri..!" Ucap Arjuna pada Baim yang berada di samping nya.


"Apa yang akan di lakukan nya pada Dinda..?" Gumam Baim saat mobil sport Arjuna melaju meninggalkan pelataran rumah sakit.


"Biar kan aku pulang..!" Pinta Dinda melihat ke samping pada Arjuna ,namun yang di ajak bicara hanya fokus pada kemudi nya.


"Pasang sabuk pengaman mu..!" Hanya itu yang di katakan Arjuna saat melirik Dinda ke samping .


Dinda masih dalam pikiran nya yang menolak untuk ikut Arjuna ,hingga Arjuna di buat kesal.


Cciiittt


Dencitan mobil Arjuna terdengar jelas saat ia menginjak rem nya dan itu membuat Dinda kaget dan hampir saja wajah nya terkena kaca depan jika Arjuna tak menghalanginya dengan tangan besar nya .


"Apa yang kau pikir kan,kau tidak mendengar kan ku..pasang sabuk pengaman mu Dinda..!" Ucap Arjuna menekan kan.

__ADS_1


Kini jarak mereka dekat,sangat dekat,bahkan Dinda merasa kan hangat nya hembusan nafas Arjuna yang mengenai kulit wajah nya.


Dinda berpaling dan memasang sabuk pengaman nya dengan gugup,sungguh ia begitu gugup saat wajah itu berada tepat beberapa centimeter di depan mata nya.


Arjuna tersenyum tipis dan sangat tipis hingga tak terlihat,namun di hati nya bisa bersorak ria,karena jelas ia melihat kegugupan Dinda ,boleh kah ia bahagia ,dengan percaya diri nya menganggap jika Dinda masih memiliki rasa pada nya.


Mobil Arjuna memasuki pekarangan mansion besar yang cukup megah dari mansion nya yang dulu ia tempati bersama Dinda .


"Turun..!" Perintah Arjuna dengan membuka pintu mobil nya.


Dinda masih menatap sekitar,entah apa yang di pikir kan nya saat ini.


"Mommy...!" Teriak Lee yang membuyarkan lamunan Dinda .


Dinda berbinar melihat Lee,ia menghampiri Lee dan langsung memeluk Lee dengan haru.


"Maaf kan mommy meninggal kan mu..!" Lirih Dinda di pelukan mungil tangan Lee.


Arjuna bersandar pada mobil nya melihat interaksi ke dua orang yang ia kasihi,tersenyum senang,ia bahagia melihat momen ini, sungguh ia menunggu ini sejak lama.


Lee mengangguk sambil tersenyum pada Dinda .


"Ayo masuk,di luar dingin sehabis hujan tadi..!" Ucap Arjuna menghampiri ke dua nya.


Kenapa Arjuna berani mengajak Dinda masuk ke dalam,apa kah Arjuna tak takut jika isteri nya marah atau ..ah..entah lah,Dinda pun tak mengerti kali ini,ia takut di anggap merebut suami orang.


Arjuna menggiring ke dua nya sampai pada ruang yang begitu luas yang menghadap langsung pada kolam renang, seperti ruang keluarga yang cukup nyaman.


"Apa kau ingin istirahat dulu..?" Tanya Arjuna menatap Dinda di depan nya.


"Aaakkkuu..aku dan Lee akan pulang selepas magrib nanti..!" Ucap Dinda yang duduk memangku Lee


"Pulang ...?" Tanya Arjuna dengan sorot mata yang tajam menatap wajah yang tertunduk tiba-tiba.

__ADS_1


"Lee,sayang..kau bisa tolong Daddy memanggil Tasya..!" Kata Arjuna mengalihkan suasana agar Lee tak mendengar pembicaraan nya dengan Dinda kali ini.


Lee anak penurut,ia pun beranjak dari pangkuan Dinda dan menghilang dari sana.


"Kau dan Lee akan tetap di sini,aku tak mengijinkan kalian pergi lagi..!" Ucap Arjuna dengan egois..ya dia akan egois kali ini,ia sudah tak bisa menahan lagi untuk menjerat Dinda lagi,menjerat untuk menebus rasa bersalah nya,terserah orang akan menilai nya apa,yang ia mau,Dinda dan Lee kembali bersama nya,ia tak perduli dengan pikiran orang yang menganggap nya jahat dan sangat egois.


"Apa kah kau sedang membual tuan Wiguna..?!" Tanya Dinda dengan berani menatap wajah tegas itu.


"Aku serius Dinda ,kau akan tetap di sini bersama ku dan Lee..!" Ucap Arjuna tak terbantah kan lagi.


"Kau pikir aku bodoh,apa hak mu menahan ku di sini..?" Tanya Dinda .


"Karena kau mommy nya Lee..!" Jawab Arjuna .


"Maaf,tapi aku tak bisa ..!" Tolak Dinda kekeh


"Kau harus mau,aku tidak suka menolak..kau ingat bukan bagaimana semua keinginan ku terpenuhi..?" Ucap Arjuna kembali.


"Aku ingat dan tau betul,kau seperti apa,tapi itu dulu , sekarang kau tidak bisa memaksa ku lagi,aku berhak menentukan hidup yang ku mau..!" Jelas Dinda.


"Tidak..kau tidak punya pilihan..!" Tegas Arjuna .


"Aku tidak ingin berdebat,kau tak berhak atas ku dan Lee..!" Tantang Dinda .


"Maka berikan aku hak itu,menikah lah dengan ku..?" Pinta Arjuna menatap Dinda.


Deg


hati Dinda berdenyut nyeri dan ia begitu kaget mendengar permintaan Arjuna kali ini,kenapa ia di hadap kan pada situasi ini,tidak,Dinda tak ingin ini,ia masih memikirkan perasaan ibu Tasya , bagaimana mungkin Arjuna meminta nya untuk menjadi isteri nya kembali,lalu mau di kemana kan ibu Tasya .


Arjuna menatap Dinda yang diam, sungguh ia begitu takut mendengar apa yang akan di kata kan Dinda selanjut nya,entah keberanian dari mana pula ia meminta itu pada Dinda ,tidak kah ia takut di tolak,ah sudah lah,ia tak memikirkan itu lagi saat ini,yang terpenting ia masih memiliki kesempatan itu,karena Dinda hingga saat ini tak memiliki hubungan dengan siapa pun,ia sudah menyelidiki semua nya,dan lagi ia tau betul Dinda tak bisa pergi dari mansion ini,karena rasa takut nya akibat kejadian kemarin,jadi boleh kah ia bersyukur atas semua ini,ah sudah lah,yang terpenting Dinda sudah bersama nya sekarang,tinggal membujuk Dinda saja lagi agar memberikan hak yang ia minta.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


Selamat malam semua


jangan lupa like koment dan bunga atau secangkir kopi juga boleh๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2