
Arjuna terbangun menutup wajah nya dengan menggunakan guling karena silau dengan cahaya mentari yang masuk melalui gorden,dia terdiam sejenak kemudian meraba tempat tidur di samping nya,kosong..
"Dinda..?" gumam nya ,kemudian dia terbangun mencari Dinda ke kamar mandi.
"Din,kau di dalam..?" panggil Arjuna sambil mengetuk pintu kamar mandi,namun tak ada jawaban di sana,kemudian dia membuka pintu itu,dan ternyata benar,tidak ada Dinda di sana.
"apa dia benar-benar pulang ke apartemen..?" gumam Arjuna
Arjuna bergegas menyambar jaket dan kunci mobil ,tak lupa dia memasukkan dompet dan handphone nya ke dalam saku celana jeans nya.
Arjuna bergegas membuka pintu untuk menuju tempat Dinda,yaitu apartemen nya. Saat diri nya menunggu lift terbuka,dia di kaget kan dengan dua orang yang tengah asyik bercanda di dalam lift itu,mereka adalah Dinda yang sedang duduk di kursi roda dan seorang lelaki yang tidak Arjuna kenal.
"Kakak ..!" Ucap Dinda yang kaget melihat Arjuna di depan lift.
Arjuna memicingkan mata meneliti lelaki yang sedang mendorong kursi roda Dinda.
"Kau dari mana saja,kenapa tidak membangun kan kakak..?" Tanya Arjuna pada Dinda.
"Tadi aku ke taman bersama perawat,karena bosan di kamar terus,dan aku ga sengaja ketemu ka Reza di taman..!" Jelas Dinda.
Arjuna hanya diam mendengar kan penjelasan Dinda tanpa bertanya lagi,kemudian dia beralih menatap sosok lelaki yang di sebut Dinda sebagai ka Reza itu.
"Terimakasih sudah mengantar Dinda ke sini, sekarang waktu Dinda untuk sarapan dan minum obat,dia akan istirahat karena belum sembuh .!" Usir Arjuna secara halus pada Reza .
__ADS_1
Reza tersenyum menanggapi ucapan Arjuna,dia beralih ke depan Dinda dan berjongkok untuk mensejajarkan tubuh nya.
"Adik kecil,kakak pulang dulu ya..nanti hubungi saja kakak jika kau perlu teman seperti tadi..!" Pamit Reza sambil mengelus pucuk kepala Dinda.
Dinda tersenyum membalas ucapan Reza
"kakak, terimakasih,nanti aku akan telepon kakak..!"
Reza berlalu pergi,mereka berpisah di depan lift. Arjuna mendorong kursi roda Dinda menuju kamar,tak ada percakapan di antara mereka.
Sampai di kamar tanpa aba-aba Arjuna langsung menggendong tubuh Dinda dan meletakkan di kasur,dia melepas jaket yang sudah dia pasang tadi karena berpikir untuk keluar menuju apartemen Dinda.
Arjuna duduk di samping Dinda yang hanya diam sambil menunduk,kemudian suara ketukan pintu mengalihkan mereka.
"Biar aku yang melakukan nya..!" Ucap Arjuna merebut nampan itu,kemudian perawat itu keluar.
Arjuna meletakkan nampan itu di samping tempat tidur Dinda,dia mengambil bubur nya dan berniat untuk menyuapi Dinda makan.
"Kakak,aku bisa sendiri..!" Tolak Dinda sambil ingin merebut mangkok bubur itu dari tangan Arjuna.
Arjuna hanya diam dan menjauh kan bubur itu dari Dinda.
"Kau diam saja,dan buka mulut mu ,aku akan menyuapi mu..!"
__ADS_1
Dinda tak bisa melawan ucapan Arjuna,dia terus menerima suapan bubur itu sampai habis.
Arjuna meletakkan mangkok bubur,setelah itu menyodorkan air putih dan obat untuk Dinda minum.
"Sekarang minum obat mu,setelah itu istirahat..!" Perintah Arjuna pada Dinda.
Tatapan Dinda sedari tadi tertuju pada tangan Arjuna yang terluka,namun dia tak berani bertanya.
Sampai akhir nya Arjuna hendak beranjak dari duduk nya setelah selesai memberikan Dinda obat.
"Tangan kakak kenapa..!" Tanya Dinda dengan memegang tangan Arjuna yang hendak pergi.
Arjuna berbalik memutar tubuh nya untuk menghadap Dinda.
"kakak tidak apa-apa,kau istirahat lah,jangan memikirkan hal yang aneh lagi,kakak tidak suka" jawab Arjuna.
🌹🌹🌹🌹🌹
kakak semua, terimakasih sudah mampir ya
jangan lupa tinggalkan jejak kalian untuk mendukung karya aku..
mampir juga di cerita aku "cinta Nayna"
__ADS_1