
Arjuna duduk di balkon kamar nya dengan kekhawatiran yang menggebu-gebu.
"apa yang dinda lakukan..?" Gumam nya pelan seraya menggenggam erat ponsel di tangan nya.
Arjuna bukan orang bodoh yang tidak mengantisipasi semua yang akan terjadi,jauh hari ia sudah memprediksi segala kemungkinan yang akan terjadi ,seperti hari ini ,tidak perlu waktu lama untuk nya mengetahui di mana dinda berada.
Arjuna memasang pelacak di liontin dinda tanpa sepengetahuan siapa pun,ia merancang dengan sangat rapi hingga tak ada yang mampu mengira jika kalung yang di pakai dinda adalah pelacak khusus,orang hanya akan melihat iu sebuah berlian cantik yang kecil penuh dengan kilauan sangat memandang nya.
Arjuna menghubungi baim untuk menyelidiki semua dari awal kenapa dinda memutuskan untuk pergi.
"Aku harus tau semua yang terjadi hingga dinda memutuskan untuk pergi dari mansion ini..,periksa semua cctv di mansion..kirim data nya ke email ku..!" Ucap arjuna dengan aura dingin nya di balik telepon
Arjuna menyesap rokok nya,ini bukan diri nya,namun rasa frustasi nya membuat ia melakukan ini,beberapa batang telah tandas ia bakar,namun tak bisa menutupi rasa cemas nya pada Dinda .
Brakk
Arjuna membuka kasar pintu ruang kerja Albert dengan emosi menggebu,ia tak bisa menahan diri saat tau Albert lah yang menjadi dalang hilang nya Dinda .
"Di mana papah..?" Tanya Arjuna pada Edo sekertaris Albert yang sedang membereskan meja.
"Tuan muda..!" Sapa Edo sembari membungkukkan sedikit badan nya pada Arjuna yang diliputi emosi.
"Di mana papah..!" Tekan Arjuna sekali lagi dengan sedikit mengeraskan suara nya.
"Tuan besar dan nyonya terbang ke negara B beberapa jam yang lalu..!" Jelas Edo sedikit takut melihat kilatan emosi yang jelas di wajah tampan nya
Deg
Arjuna menegang di tempat nya,untuk apa orang tua nya melarikan diri setelah membuat kekacauan pada hubungan nya dengan Dinda.
"Lacak keberadaan Dinda sekarang..!" Ucap Arjuna di balik telepon sembari berlari dari ruangan kerja Albert menuju mobil nya.
Di pikiran nya terbesit beberapa ketakutan akan Dinda yang di bawa ikut bersama orang tua nya,untuk apa...?
Arjuna melesat kan mobil mewah nya ke kawasan sepi namun sangat sejuk dan rindang,dengan berbekal sinyal dari liontin Dinda ,ia menyusuri jalan dengan perasaan takut,kenapa Albert membawa Dinda ke tempat yang jauh dari kota,apa maksud Albert melakukan nya.
mobil mewah nya terparkir sempurna di halaman mansion besar,namun sedikit lebih kecil dari milik nya,sepatu mewah nya mendarat sempurna di halaman kecil itu ,dengan langkah lebar ia menuju pintu utama yang berada tak jauh dari mobil nya.
Ting
__ADS_1
Ting
Arjuna memencet bel beberapa kali ,namun tak ada yang membuka kan pintu,tangan nya terulur tak sabar untuk membuka pintu besar itu.
krekk
pintu terbuka menampakkan seorang wanita paruh baya yang begitu kaget melihat sosok tampan di depan pintu.
"bibi...!" ucap Arjuna
"tuan muda .!" lirih wanita itu dengan senyuman nya,ia sudah lama tak bertemu Arjuna ,sejak Arjuna kecil,ia lah yang merawat dan membesarkan Arjuna di mansion Albert.
"kenapa bibi di sini..?" tanya Arjuna yang mendekat.
"saya menjaga mansion ini ..!" jawab asih terbata ,ia takut ketahuan ikut menyembunyikan Dinda di sana.
"apa bibi sendiri..?" tanya Arjuna seolah menelisik wanita yang mulai berkeringat dingin di depan nya .
"saya.....!" belum sempat asih menjawab,suara lembut yang begitu Arjuna rindu kan itu terdengar dari belakang.
"bibi cepat bantu aku...!" teriak Dinda yang tak mengetahui keberadaan Arjuna .
"ini belum selesai,bibi terlibat dalam masalah ini,aku beri kesempatan untuk . mejelaskan semua nya ...!" ucap Arjuna berlalu dari wanita tua yang masih menunduk ketakut itu.
Arjuna berjalan pelan menuju arah suara yang ia dengar,aroma kue yang menyengat begitu pekat di hidung nya.
Di dapur yang cukup besar,terlihat seorang wanita hamil dengan dress selutut nya tengah mengipas kue yang baru keluar dari oven.
"seperti nya ini enak..!" ucap Dinda pelan namun masih terdengar oleh Arjuna yg bersembunyi di balik pilar besar nan kokoh di dapur mewah itu.
"aww...!" pekik Dinda yang memasukkan jari ke mulut nya karena menyenggol ujung oven yang panas,jari yang putih bersih itu mendadak menjadi merah lebam.
Arjuna mendekat dari arah belakang Dinda yang meringis merasa sakit,ia menarik tangan Dinda dan memasukan jari Dinda yang terbakar ke mulut nya.
cup
mata Dinda tertutup menahan rasa perih di jari nya,ia mengira itu asih,namun wangi maskulin sangat ia kenal ,ia rasa.
"kakak...!" gumam Dinda dengan mata yang tertutup.
__ADS_1
Deg
Rasa bahagia ,kaget dan takut Dinda menjadi satu,saat netra cantik nya menatap mata elang yang memerah di samping nya.
Arjuna menarik pelan tangan Dinda , mendudukkan nya di sofa ruang tengah dengan asih yang membawakan kotak obat .
Arjuna tetap diam ,sesekali ia melihat wajah Dinda yang ketakutan sambil mengobati jari Dinda .
"kak...!" panggil Dinda dengan rasa takut nya,namun Arjuna tetap diam,ia tak menjawab,tangan nya masih aktif mengoleskan salep luka bakar di jari Dinda yang memerah.
beberapa saat hanya hening tanpa ada obrolan hangat dari ke dua nya.
"sudah selesai..!" ucap Arjuna ,kemudian berdiri dari sana ,namun Dinda menarik tangan Arjuna .
"kakak mau ke mana...?" tanya Dinda.
"aku akan pulang ,ada pekerjaan...!" jawab Arjuna tanpa mau melihat Dinda.
grep
Dinda memeluk Arjuna dari belakang,ia tak bisa menahan rasa sesak nya,padahal baru sehari,namun rasa rindu nya begitu besar pada suami nya.
"maaf kan aku...!" ucap Dinda pelan.
"kenapa minta maaf..bukan kah ini pilihan mu..!" balas Arjuna yang masih menahan emosi nya
"aku mencintai kakak,tapi aku juga tak berdaya,aku tak bisa melihat orang lain meremehkan kakak karena memilih ku..!" jelas Dinda yang masih memeluk Arjuna .
"begitu sempit pemikiran mu tentang ku,kau bahkan tak bertanya lebih dulu bagaimana perasaan ku saat aku tak menemukan mu pagi ini...!" ucap Arjuna yang begitu kesal pada Dinda yang memutuskan semua nya sendiri tanpa bertanya pada nya.
"kau ingin meninggalkan ku bukan,maka aku akan pergi dari mu,bahkan dari dunia ini..!" tambah Arjuna melepas pelan tangan Dinda yang melingkar di perut nya .
Dinda menegang di tempat mencerna perkataan Arjuna barusan yang membuat otak nya membeku seketika.
"pergi dari dunia ini..!" gumam Dinda mengulang perkataan Arjuna.
🌹🌹🌹
tinggalkan like dan komen yang banyak..☺️☺️
__ADS_1