Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Ketakutan Dinda


__ADS_3

Dinda mengerjap kan mata saat cahaya matahari mengenai mata nya,dia mendapati Arjuna yang sudah rapi dengan stelan kantor nya duduk di sofa ruangan itu.


"kakak akan ke kantor ..?" tanya Dinda yang menyandarkan kepala nya di ranjang itu.


"kau sudah bangun,apa kepala mu masih sakit..?" ucap Arjuna yang mendekati Dinda.


Dinda tersenyum mendapatkan perhatian hangat dari Arjuna.


"aku sudah tidak apa-apa,kakak pergi lah..!" jawab Dinda.


"sebentar lagi akan ada perawat yang mengantarkan sarapan mu dan akan membantu mu membersihkan diri..!" tambah Arjuna yang mengusap rambut terurai milik Dinda.


"kakak berangkat dulu,jangan lupa minum obat nya..dan juga nanti siang kakak akan menjemput mu pulang. .!" pamit Arjuna pada Dinda.


Arjuna mencium kening Dinda lalu keluar dari ruangan itu.


Siang hari Arjuna telah bersiap pergi untuk menjemput Dinda pulang.

__ADS_1


"aku akan menjemput Dinda pulang sekarang..!" pamit nya pada Baim.


"baik tuan, hati-hati dijalan.." pesan Baim pada Arjuna yang dibalas anggukan kepala.


Arjuna mengendarai mobil nya menuju rumah sakit,di perjalanan dia mendapati puluhan panggilan tak terjawab dari nomor Dinda,yaa handphone Arjuna tertinggal di mobil saat buru-buru menghadiri rapat tadi pagi,dia menghubungi Dinda kembali,namun tak ada jawaban,hingga deringan ke lima,sebuah suara yang dia kenali mengangkat telepon itu.


"bro,cepat ke rumah sakit..Dinda tak bisa di tenang kan..!" ucap dokter Kelvin,di balik telepon terdengar tangisan Dinda dan barang yang pecah,entah apa itu,Arjuna tak tau,dia hanya mendengar ke gaduhan dari balik telepon. Arjuna langsung mematikan telepon itu,dan melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh.


Sampai di parkiran,dia berlari menuju lift untuk sampai secepatnya ke ruangan Dinda,dia melihat para perawat berkumpul di depan kamar Dinda.


"tuan, menurut rekaman CCTV yang kami lihat,tadi ada 3 orang tamu yang mengunjungi Nyonya,dua orang pria dan Wanita,namun kami tak tau pasti apa yang terjadi, Nyonya tiba-tiba histeris dan tak bisa di kendali kan..!" jelas perawat itu


"dimana sekarang ke tiga orang itu..?" tanya Arjuna dengan tajam.


"Saat kami tiba di ruangan ini,mereka sudah pergi, rekaman CCTV di kamar nyonya juga rusak setelah itu hingga kami tak bisa melihat lagi apa yang terjadi di dalam..!" tambah perawat yang lain.


Arjuna diam tak bertanya lagi,dia berlalu masuk ke kamar Dinda,terlihat kamar yang berantakan dan jarum infus yang terlepas dengan tarikan hingga membuat tangan Dinda mengeluarkan darah,tidak hanya itu Dinda juga seperti orang yang sangat ketakutan,di dalam ada dokter Kelvin yang mengajak nya bicara,namun Dinda tetap tak mau di dekati,di tangan nya memegang pisau buah hingga orang yang di sana tak ada yang berani mendekat takut terjadi hal yang tak di inginkan seperti melukai para perawat di sana atau bahkan bisa melukai Dinda sendiri.

__ADS_1


"kau dari mana saja..?" cicit dokter Kelvin saat menyadari Arjuna sudah berada di ruangan itu.


Arjuna hanya diam melihat Dinda yang meringkuk di sudut ruangan itu dengan satu pisau di tangan nya.


"kalian keluar lah..aku akan menenangkan nya..!" ucap Arjuna di ruangan itu.


dokter Kelvin mengerutkan kening mencoba menerima perkataan Arjuna.


"apa kau bisa,dia bisa saja melukai mu..!" kata dokter Kelvin memperingati..


"dia istri ku..aku bisa melakukan nya....!" tambah Arjuna yang menggerakkan satu jari menyuruh mereka keluar.


Dokter Kelvin mengisyaratkan keluar pada orang-orang nya,mereka berjalan mundur dan menutup pintu itu.


🌹🌹🌹


apa yang terjadi sama Dinda yaa ..???

__ADS_1


__ADS_2