Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Belum berlalu


__ADS_3

"Tinggal lah di sini bersama anak-anak.. Demi mereka,keamanan mu dan lee..!" ucap arjuna


"Tidak,aku akan pulang,pulang ke rumah ku..!" balas dinda


"Tidak kah kau memikir kan lee,mengerti lah,ini untuk keamanan..!" jelas arjuna menekankan


"Apa kau tidak memikir kan lee,bagaimana jika malam itu lee bersama mu di rumah,apa kau yakin target mereka hanya kau dan bukan lee,tidak kah kau memikir kan ke depan..?" jelas arjuna


"Jika kau tidak nyaman dengan keberadaan ku di mansion,aku akan pindah ke apartemen, tapi ku mohon tetap lah di sini bersama lee,dan ijin kan aku berkunjung sesekali..!" bujuk arjuna kembali


"Siapa dalang dari penculikkan itu,bukan kah anda yang datang malam itu..?" tanya dinda menatap arjuna.


Arjuna memicingkan mata nya pada dinda ,ia melihat sosok mata yang teduh di sana.


"Yunita...!" ucap arjuna


Duar


Dinda kaget dan meneteskan air mata


Tes


Tes


Tes


"Kaka..!" lirih dinda dengan bergetar.


"Jika dia seorang kaka,dia tidak mungkin melukai adik nya sendiri,kau jelas tau itu..!" ucap arjuna .


"Kenapa kaka begitu..!" tangis dinda pecah seketika,dan ini yang membuat arjuna sakit,air mata pesakitan dari wanita yang di cintai nya.


Arjuna menceritakan dendam yunita saat diri nya keluar secara paksa dari mansion ayah dinda ,mereka hidup menderita dengan kekurangan uang,bahkan untukl untuk makan saja,mereka kadang harus mengemis hingga sang ibu yang nekat bunuh diri karena tak sanggup hidup dalam kemiskinan.


Hal itu lah yang menjadi dendam tertahan saat beberapa tahun ia pendam,dengan kelicikan yunita,ia menggaet seorang bos mafia yang mempunyai pengaruh besar di dunia hitam,hingga ia di ajarkan seni bela diri dan pertarungan, sampai ia benar-benar memiliki kemampuan,meski tak di berikan status apa pun dari sang bos mafia,namun ia di berikan kepercayaan memimpin salah satu kelompok yng berjumlah ratusan orang.

__ADS_1


"aku sudah menjelaskan nya,jadi ku mohon mengerti lah,tinggal lah di sini bersama Lee,aku akan menyuruh orang berkemas barang ku,aku tidak akan pulang sampai kau sendiri yang meminta nya,tapi aku akan berkunjung..jaga diri mu baik-baik..!" Ucap Arjuna sambil memberanikan diri untuk mengelus rambut Dinda sebelum pergi,karena ia tak bisa menahan saat bersama Dinda ,ia ingin selalu memeluk dan menyentuh Dinda .


Sudah hampir satu Minggu Dinda menjalani hari-hari bersama Lee dan Tasya di mansion Arjuna ,benar apa yang di katakan Arjuna sebelum pergi,jika ia hanya akan berkunjung sesekali saja,itu pun hanya saat Dinda sedang istirahat atau Dinda sedang di kamar.


"Mom...!" Panggil Lee saat makan malam


"Hhuummm...!" Jawab Dinda .


"Tadi sore Daddy mengajak ku dan Tasya jalan-jalan di akhir pekan,apa mommy mengijinkan nya..?" Tanya Lee.


Dinda tau jika ia tak bisa egois untuk memberikan jarak kembali pada Arjuna ,ia tau jika Lee begitu bahagia saat bersama Arjuna ,benar jika apa yang di kata kan orang,kalau hubungan ayah dan anak tak bisa di bohongi.


"Iya,tapi berjanji lah kau jangan nakal..!" Ucap Dinda memberikan senyuman


Setelah makan malam berakhir,Lee dan Tasya sudah tidur di kamar masing-masing,setiap malam Dinda akan mengecek kembali ke dua kamar anak yang berada tepat di depan kamar tidur nya.


"Good night sayang..!" Ucap Dinda memberikan kecupan hangat pada kening Lee.


Beralih ke kamar Tasya ,ia pun melakukan hal sama,karena murni memberikan kasih sayang,ia tak mempunyai dendam atau apa pun pada Tasya ,kasih sayang yang Dinda berikan tulus seperti seorang ibu.


Setelah itu ia beralih dan membuka pintu ,namun langkah Dinda terhenti saat akan memasuki kamar ,telinga nya mendengar suara jejak kaki dari arah dapur yang arti nya ia harus ke bawah untuk melihat apa yang terjadi.


Kembali menghidupkan lampu utama,ia di kaget kan dengan seorang lelaki bertubuh besar yang sedang membawa jaring laba-laba.


Bughhh


Kaki Dinda melemas tanpa suara ,ia masih di liputi ketakutan karena kejadian seminggu lalu .


"nyonya ..?" Teriak lelaki di depan nya yang tak lain adalah tukang kebun yang masuk memalui pintu belakang mengambil jaring laba-laba untuk menangkap kucing liar yang tak sengaja masuk ke taman belakang.


Padahal Arjuna sudah mewanti-wanti para pekerja laki-laki agar tak masuk ke mansion nya dulu,dan jika pun ingin melakukan sesuatu,itu harus di saat malam,saat Dinda sudah di kamar nya,hal ini di antisipasi Arjuna agar Dinda tidak kembali trauma saat melihat laki-laki yang tak ia kenal.


Dinda pingsan dengan wajah pucat,ia segera di bawa ke sofa yang lebih panjang ,salah satu dari pelayan di sana menghubungi Arjuna dan tak sampai 10 menit ia datang dengan tergesa-gesa.


"Dinda..!" Ucap Arjuna yang langsung mendekat ke arah Dinda terbaring tak sadar kan diri.

__ADS_1


Arjuna menggenggam tangan Dinda dan menyapu keringat di kening nya.


"Apa yang terjadi...?" Tanya Arjuna dengan sorot mata yang tajam meneliti setiap pelayan di mansion yang menunduk karena takut.


"tunggu aku di halaman belakang..!" Ucap Arjuna kemudian menggendong Dinda kembali ke kamar nya .


Dengan pelan,Arjuna meletakkan tubuh Dinda ,kemudian menarik selimut, sedikit rasa gusar,ia takut jika Dinda sadar,maka ia akan histeris kembali.


"Tunggu aku..!" Ucap Arjuna sambil mengusap pipi Dinda yang masih tak sadar kan diri.


Di halaman belakang,semua dengan getir mendengar langkah kaki sang tuan.


Arjuna berdiri dengan tatapan tajam nya.


"Jelas kan..!" Ucap Arjuna .


Dengan sedikit ke beranikan,pelayan yang di temui Dinda menceritakan semua awal kejadian.


"Bodoh...buuggh..!" Dengan emosi ia memukul pria itu .


"Jangan ulangi kesalahan yang sama,atau kalian semua akan habis..!" Ucap Arjuna kemudian berlalu.


Sebelum kembali ke kamar,ia memasuki dapur untuk membawakan Dinda air putih yang di lihat nya sudah habis saat di kamar tadi.


Ceklek


Arjuna membuka pelan pintu kamar,dan memasang kunci sandi yang memang sejak lama tidak ia gunakan, kembali di gunakan ,ia takut tertidur dan Dinda keluar dari kamar dengan histeris hingga membuat anak-anak takut,tak hanya itu,Arjuna menghidupkan peredam suara pada kamar nya ,agar tak ada yang mendengar apa pun jika Dinda kembali histeris.


"ini sudah seminggu setelah kejadian itu,kenapa kau masih ketakutan bertemu lelaki...?" gumam Arjuna pelan sambil mengusap sayang rambut Dinda yang tebal,dan Arjuna menyukai itu.


🌹🌹🌹


Datang lagi ne..


jangan di hujat yaa🤭,maaf ga bisa setiap saat up nya,tapi selalu di usahakan up untuk kalian semua

__ADS_1


jangan lupa like komen dan vote kalian yang selalu di tunggu


__ADS_2