Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Insiden


__ADS_3

Seorang lelaki yang sedang duduk di meja menatap layar laptop dengan serius,padahal ini baru pukul delapan pagi,karyawan baru saja berdatangan,namun beda dengan lelaki yang berkaca mata dan terlihat sedikit gemulai itu.


"Kau siapa..?" Tanya Feby dengan bingung, karena menduduki tempat kerja nya yang sudah seminggu ini dia tempati.


Lelaki yang tengah mengetik itu mendongak menatap seorang wanita cantik yang berdiri tepat di depan nya dengan sinis.


"Saya asisten tuan Arjuna..!" Jawab nya dengan sedikit kemayu.


Feby kaget dengan jawaban lelaki gemulai itu,bukan kah dia yang sejak seminggu lalu menggantikan Baim,lalu lelaki gemulai ini datang dari mana dan mengaku kalau dia asisten Arjuna.


"Jangan mimpi, jelas-jelas aku asisten nya sejak seminggu lalu..!" Ketus Feby.


"Iya benar seminggu lalu,tapi mulai sekarang,aku lah yang akan menjadi asisten tuan Arjuna..!" Jawab lelaki itu tak kalah ketus.


Feby geram sambil mengepalkan tangan ingin melayang kan pada lelaki di depan nya itu,namun belum sempat terjadi saat kedatangan seseorang yang baru saja keluar dari lift khusus CEO,siapa lagi jika bukan Arjuna.


Namun kali ini ada hal yang berbeda,seorang wanita cantik dengan perut buncit tengah bergelayut manja di tangan Arjuna,ya benar Dinda mengikuti suami nya pagi ini.


"Apa yang terjadi..?" Tanya Arjuna yang berhenti di depan meja lelaki itu.


"Selamat pagi Tuan dan Nyonya Wiguna. !" Ucap mereka serempak sambil menunduk memberi hormat.


"apa maksud lelaki ini berkata jika dia asisten anda,bukan kah saya asisten anda saat ini..!" Tanya Feby dengan sedikit menggebu.


Dinda terlihat bingung sekaligus kaget dengan keributan yang terjadi pagi ini.


"Sayang,kau masuk dulu ke dalam,aku ada urusan sebentar dengan mereka..!" Ucap Arjuna sambil membuka kan pintu ruangan nya .


Dinda mengangguk dan masuk lebih dulu.


"Ini Derry asisten baru ku mulai sekarang,dan kau silahkan kembali ke tempat kerja mu semula.." Ucap Arjuna menjawab pertanyaan Feby.


"Tapi....!" Perkataan Feby terputus saat Arjuna mengangkat tangan nya.


"Ini keputusan akhir,nona Feby,silahkan kembali ke ruangan anda..!" Tambah Arjuna kemudian langsung berlalu dari sana.


Feby mendengus kesal dan marah atas keputusan itu,iya marah karena belum bertindak apa pun lagi,ia bahkan belum mencapai tujuan nya.


"Bagaimana ini,aku akan kembali jauh dan kesempatan untuk mendapatkan nya makin sulit..!" Gumam Feby menyayangkan kesempatan satu Minggu terbuang percuma.


"apa yang terjadi ..?" Tanya Dinda saat Arjuna memasuki ruangan nya.


"Tidak ,hanya kesalahpahaman saja..!" Jawab Arjuna mendekat ke arah Dinda.

__ADS_1


"Benar kah seperti itu,lalu siapa laki-laki tadi..?" Tanya Dinda kemudian.


"Dia sepupu Baim dari kampung,aku sengaja meminta nya untuk menggantikan Feby,aku tak ingin kita terus bertengkar hanya gara-gara salah paham..!" Jelas Arjuna sambil mengusap rambut Dinda kemudian mengecup lembut kening Dinda.


Dinda sangat tersentuh, Arjuna begitu pengertian pada nya,bahkan selalu menjaga perasaan nya agar selalu bahagia.


"Terimakasih...!" Ucap Dinda dengan memeluk Arjuna.


"Aku tidak menerima ucapan terimakasih seperti ini..!" Goda Arjuna yang membuat Dinda mendongak dan tersenyum karena sudah paham dengan Arjuna.


"Sudah bekerja lah sekarang,aku mau ke kamar dan menonton Drakor dulu..!" Kata Dinda melepaskan pelukan nya sambil berlalu ke ruangan pribadi Arjuna yang berada di balik rak buku.


Arjuna hanya menggeleng pelan melihat kelakuan Dinda.


Di lain tempat "Brengsek...." Umpat seorang wanita yang tengah duduk di meja kerjanya


"Bagaimana pun aku harus menjadikan Arjuna milik ku,dan Dinda,aku akan menyingkir kan nya..!" Ucap Feby sambil tersenyum.


Di kantor


"kak,aku ingin membeli es kelapa sebentar,..!" Dinda meminta ijin untuk keluar karena ada yang ingin di beli nya,namun Arjuna menolak dengan tegas. Dengan melepas kaca mata yang bertengger di hidung nya,ia berjalan menghampiri Dinda yang baru keluar dari kamar nya.


"Tidak boleh,kau tunggu di sini saja,aku akan meminta orang lain yang membelikan,kau catat saja apa yang kau ingin kan..!" Kata Arjuna sambil memeluk Dinda dari belakang.


"Hhhhmmmm..baik lah..aku kalah..!" Balas Arjuna .


Mereka berjalan keluar dengan Arjuna yang merangkul pinggang Dinda.


"Aku akan keluar sebentar,kau urus semua nya dulu..!" Ucap Arjuna pada Derry yang berada di luar ruangan nya.


Bukan apa-apa,Arjuna percaya pada Derry,karena ia sepupu Baim yang sama-sama mengabdikan diri pada keluarga Wiguna .


Hanya saja beda nya,Derry baru saja lulus dari universitas di kota S,namun kemampuan nya cukup bagus .


Semua mata karyawan menatap dengan kagum pada Arjuna yang begitu perhatian pada Dinda.


"Aku ingin es kelapa yang di seberang itu..!" Tunjuk Dinda .


"Baik lah,aku ambil mobil dulu,kau tunggu di sana..!" Ucap Arjuna,namun Dinda menggeleng.


"Kenapa ga jalan kaki aja,kan tinggal nyeberang,akan lama jika menggunakan mobil harus memutar dulu,mana jauh lagi..!" Omel Dinda yang makin cerewet di kehamilan nya ini.


"Tidak,itu terlalu berbahaya untuk mu..!" Tolak Arjuna yang tidak setuju dengan permintaan Dinda.

__ADS_1


"kakak saja yang pakai mobil,aku ingin jalan kaki ..!" Kata Dinda yang keras kepala.


Dinda berjalan lebih dulu menuruni anak tangga,namun tiba-tiba ia menginjak tangga yang basah dan tak mampu mengimbangi tubuh nya.


"Aaaaa....!" Teriak Dinda.


Arjuna yang berada di belakang nya tak sempat lagi menghalau tubuh Dinda hingga terguling beberapa anak tangga.


Dinda memegangi perut nya "kakak sakit..!" Pekik Dinda di pangkuan Arjuna.


Dengan cepat Arjuna membawa Dinda ke rumah sakit menggunakan mobil kantor.


"Sayang,bertahan lah..!" Ucap Arjuna yang begitu khawatir melihat Dinda yang pucat dan ada noda darah di kaki nya.


Dinda terus merintih,ia terlihat lelah menahan rasa sakit itu,mata nya hampir terpejam,namun selalu berusaha agar terjaga.


"Din,kakak mohon jangan tertidur..tetap terjaga, tatap aku,kau menyayangiku bukan..!" Ucap Arjuna berusaha menjaga kesadaran Dinda.


Arjuna terus menggenggam tangan dengan,sesekali ia mencium kening Dinda yang sekarang berada di pangkuan nya.


Sampai di rumah sakit,Arjuna langsung berlari menuju UGD ,ia meneriaki siapa pun yang ada di sana.


"panggil Dokter Kelvin sekarang..!" teriak Arjuna.


Dinda menggenggam tangan Arjuna sambil menggeleng,ia tak ingin suami nya berteriak memarahi siapa pun,ia tau jika Arjuna marah,ia bisa memecat siapa pun orang yang ada di rumah sakit itu.


"kak tenang lah..!" pinta Dinda yang sudah lemah.


Arjuna melihat ke arah Dinda ,namun mata bening itu bertambah sayu hingga tertutup dengan sempurna...!!!


"Dinda.....!" teriak Arjuna ..


🌹🌹🌹🌹🌹


uuuuhhhh..


saya yang tulis ikut deg deg juga..


semoga dapet point cerita nya ya😅


mampir juga ke cerita aku yang lain


Cinta Nayna

__ADS_1


jangan lupa like dan vote nya kakak semua 🙏🙏🙏


__ADS_2