
Setelah hujan badai yang menerpa hidup,percaya lah jika akan hadir pelangi yang indah menghiasi,dengan kesejukan embun yang menyejukkan.
Belajar dari kesalahan masa lalu,bersikap dewasa dalam segala hal, adalah hal yang patut untuk di lakukan ,karena memang benar jika pengalaman adalah guru yang paling berharga dalam hidup.
"Sa..yaa...ngg..!" Ucap Dinda serak berusaha menahan suara nya karena ulah sang suami nya.
"Kau suka..?" Tanya Arjuna yang menggoda,namun terus melancarkan aksi nya yang sudah dalam mode on .
Dinda yang berusaha menahan agar tak lepas kendali dalam permainan itu "tunggu dulu..!" Ucap Dinda kembali.
"Apa yang harus di tunggu..!" Balas Arjuna yang mendongak kan kepala.
"Sebenarnya a..kku...hhhmmmpppp...!" Belum sempat Dinda menyelesaikan ucapan nya,Arjuna lebih dulu membungkam bibir mungil itu dengan lembut,dan jangan lupa kan tangan yang begitu aktif menyusuri setiap keindahan pada Dinda .
Cukup lama memanjakan isteri nya dengan kecupan hangat ,hingga ia sampai pada titik yang ia suka.
Deg...
Tangan Arjuna seperti merasa sesuatu di bawah sana,hingga membuat gerakan nya terhenti seketika.
"Kau....?" Tanya Arjuna yang masih meraba di bawah sana.
Dengan rasa bersalah Dinda mengangguk malu.
"Hahhh....!" Arjuna jatuh seketika di samping Dinda dengan posisi tertelungkup membenamkan wajah tampan nya.
Sementara Dinda masih mengatur nafas nya yang telah di buru habis oleh Arjuna .
"Maaf...!" Cicit Dinda merasa bersalah.
"sayang...ini begitu menyiksa...!" Lirih Arjuna yang masih dalam mode on namun tak bisa berbuat apa pun karena Dinda tak bisa di sentuh untuk malam ini ,esok atau entah sampai kapan.
Dinda bangun memperbaiki penampilan nya yang sudah kusut akibat ulah Arjuna.
"Kenapa baru bilang sekarang sayang,huufff....!" Desah Arjuna kemudian.
"sayang maaf...!" Ucap Dinda merasa tak enak.
"Tadi aku sudah akan mengatakan jika aku sedang kedatangan tamu,tapi kau tak memberikan aku kesempatan pun..!" Jelas Dinda .
Memang benar,Arjuna tak memberi waktu Dinda untuk bicara,ia terus membungkam bibir mungil itu dengan lahap seolah begitu lapar .
"Sejak kapan..apa masih lama..?" Tanya Arjuna dengan wajah cemberut nya.
__ADS_1
"Baru kemarin..mungkin 4 atau 5 hari lagi baru selesai...!" Jawab Dinda
"What....kenapa lama sekali...ah kau menyiksa ku sayang...!" Kesal Arjuna yang berlalu ke kamar mandi dengan lemas.
Dinda membereskan pakaian yang sempat Arjuna lempar ke sana ke mari ,dengan sabar ia memunguti satu persatu dan menyalakan lampu hingga kamar itu terang,ia malu sendiri saat mengingat kejadian tadi.
"Kenapa mesum sih...!" Gumam Dinda
Di mansion Arjuna .
Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam,Albert masih di kamar Tasya bersama Lee juga.
Begitu senang, sampai Albert lupa waktu,ia bisa melihat Arjuna kecil di mata Lee.
"Kenapa mamah dan papah tidak ikut bersama kita...?" Tanya Tasya dengan polos.
"Mereka masih sibuk dengan tamu-tamu nya,bukan kah kau melihat sendiri jika di sana banyak orang..!" Jelas Albert.
"Kakek istirahat lah,biar aku yang menemani Tasya ,kakek pasti capek...!" Ucap Lee
Albert beralih pada Lee,ia sungguh berpikir dewasa.
"Aku masih merindukan kalian,tidur lah ..aku akan menjaga kalian di sini..!" Jelas Albert
Cukup lama Albert memandang wajah Lee yang tertidur,ada sedikit rasa ngilu yang ia rasa saat menatap wajah itu,wajah yang sejak kecil tak pernah merasa kan kasih sayang Arjuna seorang ayah ,yang ia miliki hanya Dinda .
Albert tak bisa membayangkan bagaimana Lee melewati hari nya dengan melihat kebahagian teman sebaya nya bersama ayah nya.
"maaf kan kami yang tidak adil pada hidup mu,tapi percaya lah, kesempatan ini aku dan Arjuna tak akan menyia-nyiakan nya,akan ku pastikan kau bahagia,aku menyayangimu ..maaf kan kami..!" Lirih Albert yang menatap wajah kecil Arjuna ,dengan sesekali menyeka air mata.
Albert ikut tidur di kamar Tasya ,namun bukan di ranjang yang empuk bersama Tasya atau bahkan di sofa besar bersama Lee,ia memilih tidur di lantai berlapis karpet bulu halus sambil memandang wajah Lee yang tertidur
Beralih ke hotel mewah sweet room yang menjadi saksi bisu kebahagiaan Dinda dan Arjuna,di mana di lantai atas sudah di hias dengan sedemikian rupa untuk menyambut kebahagian malam pengantin mereka.
Bertabur kelopak bunga dan hiasan dinding bertulis kan kata cinta Nang romantis,seharusnya bisa membuat saksi atas penyatuan mereka malam ini,namun tidak begitu ,Arjuna harus menahan nya karena Dinda tak bisa melakukan tugas nya malam ini.
Ceklek
Arjuna keluar dengan kaos putih yang hanya memakai celana pendek sambil mengeringkan rambut dengan handuk kecil,ia duduk di samping Dinda yang terkadang memandang nya dengan tersenyum .
"Kenapa,se senang itu kah bisa lepas dari singa lapar...?" Sindir Arjuna yang kesal karena ia begitu kedinginan di kamar mandi begitu lama akibat meredakan⁰ sesuatu yang begitu bergejolak.
"Tidak..!" Bantah Dinda yang menatap Arjuna sambil menopang dagu nya .
__ADS_1
"Sini biar aku bantu mengeringkan rambut nya..!" Tambah Dinda .
Dengan patuh Arjuna duduk di bawah Dinda sambil menyandarkan kepala pada pangkuan Dinda .
"Sayang,kau seksi sekali..jangan bilang kau ingin menggoda ku lagi,kaki ku sudah gemetar berendam di kamar mandi...!" Ucap Arjuna yang menatap Dinda di depan nya.
"Maaf..aku mencari koper ku,namun hanya ada satu koper,dan tidak ada baju ku,semua milik mu..jadi aku meminjam ini,gaun itu begitu berat dan gerah..!" Adu Dinda dengan tangan yang masih mengeringkan rambut Arjuna .
Bagaimana Arjuna tidak tergoda saat melihat wanita nya duduk di sofa dengan menggunakan kemeja milik nya,dengan panjang sebatas paha ,hingga memperlihat kan kaki jenjang yang begitu indah.
"aku ingin mandi, bagaimana dengan baju ganti dan...!" Ucap Dinda menggantung
Arjuna berbalik menatap wajah Dinda yang sudah merah karena malu.
"Pemb*l*t ...?" Sambung Arjuna yang di angguki Dinda.
"Baik lah,aku akan telepon Baim dulu..!" Tambah Arjuna sambil mengambil handphone nya.
"Jangan,...!" Tolak Dinda .
"Kenapa...?" Tanya Arjuna kembali.
"Kenapa kak Baim,aku malu,kau saja yang membelikan..mau ya..!" Pinta Dinda .
"Hmm baik lah..!" ,jawab Arjuna yang sebenarnya juga merasa malu membeli itu,tapi untuk Dinda ia bisa melakukan semua nya.
Dengan cepat Arjuna memasang celana jeans dan jangan lupa jaket yang begitu keren saat bertengger di bahu kokoh nya.
"Tunggu di sini,aku akan membelikan nya,ingat semua tidak gratis nyonya...!" Ucap Arjuna berlalu dengan kedipan mata nakal yang membuat Dinda takut.
"Kenapa perasaan ku tak enak..!" Gumam Dinda saat melihat Arjuna keluar .
🌹🌹🌹
Datang lagi
wajib sedekah
like
komentar
vote
__ADS_1
dan jangan lupakan hadiah yang selalu di tunggu