Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Bangun lah


__ADS_3

Ketegangan terjadi di dalam ruangan ini,Arjuna yang di dampingi oleh Baim mencoba kuat dengan kejelasan yang akan ia dengar langsung dari para tim dokter yang telah menangani Dinda.


"Bagaimana keadaan isteri ku dan kandungan nya..?" tanya Arjuna yang melipat ke dua tangan nya di depan dada.


"Nyonya wanita yang kuat,saat terakhir kali kami berinteraksi dengan nya,dia selalu mengkhawatirkan bayi nya,namun....!" ucapan dokter itu menggantung saat ia menatap wajah seorang suami yang begitu rapuh di depan nya.


"kata kan lah semua nya..!" tekan Arjuna yang seolah tak sabar .


"kami sudah berusaha menghentikan pendarahan yang terjadi,namun itu hanya mengurangi,tak bisa sepenuh nya teratasi saat ini,kita akan menunggu beberapa waktu untuk melihat keadaan nyonya,namun jika tidak bisa lagi,terpaksa kita akan melakukan operasi..!" jelas dokter dengan hati-hati.


"maksud mu... caesar ..?" tanya Arjuna memastikan.


"hhhmmm...!" anggukan dokter itu seolah membuat Arjuna tersambar petir.


Caesar,bukan kah ini bukan waktu nya Dinda melahirkan,batin Arjuna berkata.


"kita tak punya pilihan lain untuk menyelamatkan Nyonya,hanya itu pilihan terakhir,dan itu pun beresiko pada ke dua nya...!" tambah dokter.


Dengan langkah gontai,Arjuna yang di iringi Baim keluar dari ruangan itu dengan hati yang bertambah hancur,kenapa ini terjadi pada keluarga kecil nya,bukan kah sebentar lagi kehidupan ini akan sempurna untuk nya dan Dinda.


Dengan keteguhan hati,Arjuna berusaha kuat ,ia berjalan menuju ruang perawatan Dinda ,banyak alat medis yang terpasang pada tubuh Dinda yang pucat.


"sayang...!" panggil Arjuna yang lirih di samping Dinda yang terbujur lemah.


Tak ada kata lagi yang bisa Arjuna ungkap kan saat melihat keadaan Dinda saat ini,ada beberapa lebam kebiruan di tangan Dinda dan beberapa goresan kecil di pipi nya,Arjuna hanya mampu mengelus pelan memar itu dengan penyesalan nya.


ceklek


Arjuna terbangun saat pintu terbuka,ia tertidur sambil memegang tangan Dinda,terlihat beberapa suster dan dokter masuk dan melakukan pemeriksaan lanjut pada Dinda.


"dokter,bagaimana isteri ku..?" tanya Arjuna


"pendarahan sudah bisa teratasi,namun keadaan nyonya masih sangat lemah,tubuh nya seperti tidak merespon,kita akan tau saat nyonya sadar nanti..!" jelas dokter kemudian berlalu.

__ADS_1


Arjuna kembali mendekat ke samping Dinda ,mengusap wajah ayu yang sedang terpejam itu.


"sayang,bangun lah..jangan membuat ku takut..!" pinta Arjuna sembari mengecup hangat tangan Dinda.


"maaf kan aku jika aku salah,ku mohon bangun lah,aku hampir tidak bisa bernafas...!" lirih Arjuna .


Sudah satu Minggu Dinda terbaring di rumah sakit,namun ia seolah enggan untuk bangun,ia masih terlena pada mimpi indah yang menjanjikan nya kebahagiaan.


Tak ada kata lelah,Arjuna selalu menemani Dinda ,ia hanya pergi saat meeting yang memang tak bisa di tangguh kan,semua urusan perusahaan ia percaya kan pada Baim,ia tak ingin meninggalkan Dinda walau hanya sesaat,ia takut jika Dinda bangun nanti dan tak mendapati diri nya di samping.


"sayang,cepat lah bangun..apa kau tak merindukan ku...?" ucap Arjuna sambil mengusap lembut tubuh Dinda dengan menggunakan handuk yang telah di basahi dengan air hangat,ini bukan yang pertama kali ia lakukan,setiap hari ia melakukan itu agar tubuh Dinda tetap segar.


Tak jarang Arjuna sering melewatkan makan siang dan sarapan nya,ia terlalu sibuk,sampai pekerjaan kantor pun ia kerjakan di rumah sakit.


ceklek


Seorang dokter masuk dengan raut wajah yang tak enak,ia memandang Arjuna yang tertidur di sofa ,ia bisa melihat ketulusan cinta dari seorang suami di diri Arjuna .


"maaf aku ketiduran..!" ucap Arjuna yang terkejut saat mendapati dokter sudah di dalam ruangan Dinda


"maaf kan saya tuan,tapi saya harus mengatakan ini .. sebenarnya...!" ucapan dokter menggantung saat pintu terbuka.


"papah...!" sapa Arjuna yang begitu terkejut melihat Albert dan Yanti datang ke rumah sakit.


Albert dan Yanti bergantian memeluk Arjuna .


"sabar lah..dia akan baik-baik saja...!" kata Yanti menenangkan Arjuna dengan mengusap punggung nya.


"maaf kan kami baru datang..!" tambah Albert.


Arjuna hanya mengangguk,ia senang dengan kedatangan orang tua nya,setidak nya mereka peduli pada Dinda.


"maaf pembicaraan kita jadi terpotong..jadi apa yang akan dokter sampai kan..!" tanya Arjuna yang di dampingi ke dua orang tua nya.

__ADS_1


"keadaan nyonya mulai membaik,namun karena nyonya sedang hamil,tidak baik bagi janin yang di kandungan ,kita harus melakukan operasi jika dalam beberapa hari ini nyonya belum sadar..!" jelas dokter dengan tertata.


Arjuna terduduk lemas,ia tau betul konsekuensi itu,jika Dinda harus melahirkan sekarang,maka jelas bayi nya prematur,ia tak sanggup jika harus menghadapi itu lagi,saat ini saja ia sudah begitu rapuh melihat Dinda .


"mah...!" lirih Arjuna yang berada di pelukan Yanti.


"tenang lah,kau harus jadi motifasi nya untuk cepat bangun,agar operasi itu tidak terjadi,mamah yakin kau bisa melakukan..!" ucap Yanti menyemangati Arjuna .


sedang kan Albert hanya memandang sedih pada sosok wanita di depan nya itu,menantu yang tak pernah ia harap kan,namun jauh di lubuk hati nya,ia merasa kasihan pada Dinda .


Setelah kepergian Albert dan Yanti,kini tinggal Arjuna yang sendiri di dalam ruangan itu,ia menatap dalam pada Dinda .


"sayang..ku mohon bangun lah..,aku tidak sanggup jika harus seperti ini,aku tak sanggup lagi,ku mohon bangun lah..!" Isak Arjuna dengan pilu.


"apa kau tau,selama satu Minggu ini,aku tak selalu telat makan,bahkan terkadang perut ku terasa sakit,aku tak bisa menelan makanan..aku ingin masakan mu..!" tambah Arjuna yang merayu berharap Dinda bangun dari tidur panjang nya.


"jika bisa,aku ingin mengganti kan posisi mu,lebih baik kita bertukar tempat,aku bahkan akan menukar kau dengan nyawa ku,ku mohon bangun lah..!" bujuk Arjuna .


Sebuah tepukan hangat menyadarkan nya ,ia mengangkat kepala dan menatap wanita cantik di depan nya yang masih memakai perban di kepala.


"kau..!" ucap Arjuna terkejut mendapati Angel berada di ruangan Dinda .


"aku ingin melihat Dinda ..maaf jika mengganggu mu..!" balas Angel merasa tak enak.


"tidak..duduk lah..aku akan ke kamar mandi sebentar..!" ucap Arjuna yang berdiri dari sana dan berlalu untuk mencuci wajah.


Angel menatap sedih pada Dinda ,terbesit penyesalan pada diri nya ,ia menyalahkan diri nya,kenapa ini bisa terjadi.


🌹🌹🌹


selamat beristirahat


sehat selalu

__ADS_1


jangan lupa like dan komentar nya serta dukungan yang membangun


terimakasih 🙏🙏


__ADS_2