
Dengan brutal Edwin dan Gery menyerang lawan nya,tak kalah dari sengit nya pertarungan di dalam ruangan itu,di luar pun anak buah Gery bertarung dengan sengit,lawan mereka memaki kalung khas seperti kelompok tertentu,dan itu bukan kelompok mafia biasa seperti Gery dan teman-teman nya.
Dinda makin ketakutan saat mendengar pertempuran itu,ia tak bisa melihat kebelakang karena tak memiliki tenaga lagi untuk berpaling.
Setelah Gery dan Edwin mampu melumpuhkan lawan nya,mereka beralih membantu Arjuna melawan musuh nya,bukan karena Arjuna tak bisa bertarung,namun kekuatan orang yang berjubah ini lebih hebat di banding kan 2 lawan yang sudah di bereskan Edwin dan Gery.
Meski tubuh lawan Arjuna lebih kecil dari nya,namun kegesitan yang ia tunjukkan sudah tak di ragukan lagi,jika orang ini sudah terlatih untuk bertarung.
"Tuan, selamat kan dulu nona itu...!" Ucap Gery yang mengambil alih posisi Arjuna .
Arjuna mendekat dan berjongkok di hadapan Dinda yang tertunduk dengan mata tertutup,namun bibir nya masih menggumam kecil memanggil nama seseorang.
"Lee...!" Lirih Dinda dengan lelehan bening .
Arjuna tak mampu berkata lagi melihat kondisi Dinda yang lemah,dengan cepat ia membuka ikatan tangan kaki Dinda tanpa mengeluarkan suara apa pun .
Setelah ikatan terbuka ia langsung mengangkat tubuh Dinda dalam dekapan nya,namun belum jauh ia melangkah dari tempat asal,sebuah tendangan keras mendarat di punggung nya.
"Kau tidak boleh membawa nya,dia harus mati dan menderita di tangan ku..!" Ucap seseorang itu dengan sarkas.
Tanpa melepaskan dekapan nya pada Dinda,Arjuna berdiri kembali dan menatap orang itu.
"apa yang kau ingin kan dari Dinda..?" Tanya Arjuna dengan tatapan elang nya.
"Aku ingin dia mati..!" Ucap nya dengan lantang.
Arjuna hanya menatap tajam dan akan maju,namun di tahan Gery dan Edwin yang sudah lemah dengan kekuatan tersedia.
"kau bawa Dinda pergi dari tempat terkutuk ini,aku akan menangani nya,aku dan Gery masih mampu..!" Ucap Edwin.
Sungguh Arjuna begitu ingin menghabisi orang di depan nya ini,namun ia juga mengkhawatirkan Dinda yang terlihat lemah di dekapan nya.
"Bawa dia untuk ku ,biar aku yang akan menghabisi nya sendiri...!" Ucap Arjuna pada Gery .
Arjuna keluar membawa Dinda seorang diri,sementara ada di sekeliling nya masih terdengar pertarungan dan beberapa kali tembakan,namun ia tak memikirkan hal itu,ia hanya fokus pada Dinda yang terlihat berantakan saat ini.
Saat melewati semak yang menuju mobil,tanpa di duga ia mendapat kan serangan lain dari lelaki bertopeng yang mengibaskan pisau panjang pada punggung nya dan membuat goresan pada belakang nya.
__ADS_1
Brruuukk
Arjuna terjatuh kembali,namun ia masih memegang Dinda dengan sekuat tenaga,ia yakin jika yang menyerangnya adalah bagian dari penculik itu.
"Kau akan menebus semua nya,ingat kata-kata ku..!" Ucap Arjuna dengan geram,beruntung beberapa anak buah Gery datang membantu Arjuna ,hingga ia langsung bisa menuju mobil dan membawa Dinda ke rumah sakit.
Di dalam mobil,Arjuna terus mendekap tubuh Dinda yang menggigil ,kesadaran Dinda sudah mulai hilang sejak di dalam gedung itu,ia pun tak tau siapa yang sudah membawa nya keluar dari tempat terkutuk itu.
"Lee..!" Lirih Dinda dengan lemah,wajah Dinda sudah pucat dan tubuh yang dingin.
"Bertahan lah..kau akan baik-baik saja..!" Ucap Arjuna yang di dengar Dinda samar.
"Tuan,punggung anda..!" Ucap dude yang mengendarai mobil .
"Aku tak apa,cepat lah lajukan mobil nya sampai ke rumah sakit kota..!" Tegas Arjuna ,ia tak memikirkan sakit nya punggung yang terluka akibat sabetan benda tajam ,ia hanya mengkhawatirkan Dinda saat ini.
Baju yang Arjuna pakai hampir penuh dengan darah karena luka nya,tapi ia tak mau sekali pun melepas dekapan Dinda .
"Maaf kan aku sudah datang terlambat,kau pasti sangat ketakutan..!" Ucap Arjuna yang memandang wajah cantik Dinda yang pucat.
Dengan mendekap Dinda erat,Arjuna berlari memasuki rumah sakit.
Dengan hati-hati Arjuna meletakkan Dinda pada ruangan khusus .
Kelvin berlari menuju ruangan di ikuti beberapa perawat .
Arjuna mengusap tangan Dinda yang dingin.
Kelvin membersihkan luka yang mengering pada tangan dan kaki Dinda,serta memar di beberapa bagian tubuh Dinda yang putih.
"Aku bersumpah akan melenyapkan mereka semua..!" Gumam Arjuna yang begitu perih melihat keadaan Dinda.
Kelvin tak berani bertanya apa pun,ia melakukan tugas nya dengan telaten,tak lupa ia juga memberikan infus dan suntikan untuk Dinda.
"Kami akan memindah kan Dinda ke ruang perawatan,sekarang giliran mu yang harus di obati..!" Ucap Kelvin.
"Aku tak apa,aku akan menemani Dinda dulu sampai ke ruangan nya,aku harus memastikan dia aman ..!" Balas Arjuna .
__ADS_1
Kelvin tak berani berargumen lagi,ia jelas melihat kilat kemarahan Arjuna di mata elang itu.
Arjuna kembali memindahkan Dinda ke ruangan pribadi milik keluarga nya di rumah sakit itu,dengan fasilitas yang wow ,seperti hotel berbintang.
"Apa yang kau lakukan..?" Tanya Arjuna menatap tajam pada Kelvin yang membuka jaket kulit penuh darah yang hampir mengering.
"Bodoh,kau bisa mati jika tidak segera di obati,ingat Lee dan Dinda yang membutuhkan mu..!" Jelas Kelvin tak kalah geram
Arjuna diam menurut ,namun ia tak mau bergeser dari samping Dinda ,tangan nya masih erat menggenggam tangan Dinda.
Perlu beberapa jahitan pada luka Arjuna , Kelvin sendiri tak habis pikir, bagaimana Arjuna menahan luka nya di sepanjang perjalanan dengan mendekap Dinda di pelukan nya.
Setelah mendapat perawatan,Arjuna meminta privasi untuk nya ,ia ingin menemani Dinda saat ini,ia rindu akan sosok wanita di depan nya.
Lima tahun,yaa lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk nya menahan rindu,kebodohan nya lah yang membuat nya demikian.
"Maaf kan aku..maafkan aku..!" Lirih Arjuna berulang kali.
Arjuna belum berniat untuk memberitahu kan keadaaan mereka pada Lee,ia takut jika Lee bersedih melihat mommy nya saat ini.
dddrrttt
ponsel Arjuna bergetar di atas meja sana,tampak Gery yang memanggil nya.
"......"
"bagus,bawa dia ke tempat biasa,besok pagi aku akan ke sana,pastikan tak ada yang lepas,aku akan membayar mahal kalian untuk semua ini..!" terang Arjuna kemudian mematikan telepon nya,ia tak berniat meninggalkan Dinda saat ini,ia akan memastikan Dinda baik-baik saja sampai ia siuman nanti.
"aku akan menemani mu..!" ucap Arjuna mengelus lembut pipi Dinda yang memar,entah karena apa ,yang pasti itu membuat Arjuna begitu geram .
🌹🌹🌹🌹
like
komentar
vote
__ADS_1
setangkai mawar juga boleh☺️
biar makin semangat..