Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Impian Arjuna


__ADS_3

Arjuna menyimpan jagung rebus itu di kursi belakang dan membuat Dinda berubah menjadi cemberut.


"kenapa di belikan kalau ujung-ujungnya tidak di berikan..!" omel Dinda dengan pelan namun dapat di dengar jelas oleh Arjuna.


"kau belum makan nasi,jadi aku tidak mengijinkan kau memakan jagung itu..!" jelas Arjuna yang khawatir.


Dinda hanya diam membuang muka ke arah jendela,Arjuna hanya tersenyum melihat itu,dia menggenggam tangan Dinda lalu mengecup nya dengan sayang.


"kau jangan marah,kita makan dulu di resto depan itu..!" ucap Arjuna sambil menjalan kan mobil nya.


Dinda dan Arjuna turun bersama untuk mengisi perut mereka,masih dalam mode cemberut,Dinda seperti tak suka suasana di sana,entah apa yang menyebabkan itu,perut nya tiba-tiba bergejolak hebat saat indera penciuman nya menangkap bau ikan bakar yang menyengat di hidung nya.


Dinda menutup mulut nya menahan rasa mual nya "kakak,aku akan ke toilet sebentar..!" ucap Dinda sambil berlari kecil,hingga sampai di toilet dia memuntahkan seluruh isi perut nya.

__ADS_1


Hoek Hoek Hoek...


Dinda membasuh wajah dan mulut nya,sungguh dia tak bisa menahan mual nya yang begitu hebat,dia memegang pelipis nya yang terasa berdenyut,dengan langkah sedikit gontai dia kembali ke meja menghampiri Arjuna.


Dari jauh Arjuna menangkap sikap Dinda yang terlihat aneh,Dinda berjalan sambil memegang dinding resto itu dan memegang kepala nya,Arjuna berdiri dan berjalan menuju Dinda ,dia sedikit berlari melihat Dinda yang hampir terhuyung ke depan.


"kau kenapa...?" tanya Arjuna yang sedikit panik melihat wajah Dinda yang sedikit pucat dan terlihat lemah, beruntung Arjuna dengan cepat menangkap tubuh Dinda hingga tak sampai mengenai lantai.


"aku.....!" ucap Dinda terputus saat diri mata nya berubah menjadi gelap dan dia pingsan tepat saat Arjuna mendekap tubuh nya.


"ada apa dengan istri saya dok...?" tanya Arjuna dengan kecemasan nya.


dokter itu tersenyum dan berjalan menuju kursi nya,Arjuna mengikuti dokter itu duduk di kursi.

__ADS_1


"selamat,anda akan menjadi seorang ayah..!" jawab dokter itu.


Arjuna yang tadi nya begitu cemas,kini tersenyum penuh keharuan,sampai dia menetes kan air mata bahagia nya,dia memandang Dinda dari kursi itu.


"saya saran kan untuk lebih detail nya,silahkan tuan membawa isteri anda ke spesialis kandungan agar lebih teliti lagi dalam perkembangan janin di rahim istri anda..!" saran dokter tersebut.


Arjuna hanya mengangguk,dia tak bisa berkata apa-apa lagi,seolah dia kaku tak dapat berbicara,dia berjalan menghampiri Dinda yang masih setia dalam tidur nya,dia meraih tangan Dinda kembali, kemudian mengecup kening Dinda dengan sayang.


"terimakasih sayang...!" ucap Arjuna sambil meneteskan air mata bahagia nya,tangan nya mengulur mengusap perut Dinda yang masih datar.


"sayang,ini papah..jangan menyusahkan mamah ya di dalam sana..!" tambah Arjuna seolah berbicara langsung pada bayi yang ada di kandungan Dinda.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Maaf baru up setelah 2 hari🤭


Lagi sibuk review ulang per bab kakak dan baru selesai hari ini..


__ADS_2