
Arjuna menundukkan kepala nya di pangkuan Dinda dengan penyesalan,ia begitu melankolis saat ini.
"Jangan seperti ini..!" Pinta Dinda
"Maaf,tapi ijin kan aku sebentar saja seperti ini,ku mohon..!" Ujar Arjuna .
Setelah beberapa menit ,Arjuna mendongak kan kepala,sudah sedikit tenang,ia menatap wajah cantik yang juga menatap nya.
"Terimakasih sudah mendengar kan pria bodoh ini,aku akan selalu sabar menunggu mu, sekarang sarapan lah,aku akan kembali ke apartemen ..!" Ucap Arjuna berdiri .
Arjuna berdiri dari lantai,kemudian mengelus rambut Dinda sebelum benar-benar pergi dari sana.
"Aku tidak mau kejadian kemarin terulang lagi,ingat ini...akan ku habisi kalian jika berani membuat Dinda seperti tadi malam..!" Ancam Arjuna saat melakukan pembicaraan pada seluruh pekerja laki-laki di mansion nya.
"Tuhan,bantu aku menetapkan hati ini kembali,maaf kan aku..aku butuh waktu..!" Gumam Dinda pelan.
Setelah kejadian itu,Arjuna lebih sering mengunjungi anak-anak dan Dinda di mansion,ia selalu menyempatkan diri mampir setelah pulang dari kantor.
"Papa, baik-baik saja..apa papa sakit..?" Tanya Tasya yang melihat Arjuna di depan nya, kebetulan mereka makan malam bersama.
"Papa baik-baik saja..!" Jawab Arjuna .
"Wajah Daddy begitu pucat ..!" Tambah Lee yang di tanggapi Arjuna dengan tersenyum.
"Apa kakak sedang sakit..?" Gumam Dinda sambil melirik Arjuna yang memakan makanan di depan nya.
Setelah mengantar Lee dan Tasya tidur ,Arjuna berjalan menuruni tangga sambil berpegangan.
Arjuna sempat oleng karena tubuh yang tak seimbang, beruntung ada Dinda yang menahan tubuh Arjuna hingga kesadaran kembali.
"Maaf,aku terpeleset..!" Ucap Arjuna kembali berdiri.
__ADS_1
Dinda menatap wajah di depan nya yang sedikit pucat dan keringat dingin di kening nya .
"Aku akan pulang,segera lah masuk kamar, istirahat dan kunci pintu mu setelah aku pergi..!" Pamit Arjuna dengan lembut,tak lupa ia mengelus sayang kepala Dinda .
Grep
Tangan Arjuna tertahan,di tahan oleh sebuah tangan lembut yang begitu ia rindu selama ini.
"Menginap lah,tidur di kamar,aku akan tidur di kamar Tasya ..!" Ucap Dinda menahan tangan Arjuna .
"Tidak perlu,aku ingin kau tidur dengan nyaman ,di kamar anak-anak tempat tidur nya sempit,kau pasti tak nyaman di sana,aku akan pulang saja..!" Jelas Arjuna menolak,ia tak mau Dinda tidur di kamar Tasya atau pun Lee,karena tempat tidur mereka lebih kecil dari milik nya di kamar,dan itu pasti tak nyaman,ia ingin selalu membuat Dinda nyaman saat istirahat.
"Tidur lah..!" Ucap Arjuna kembali dengan begitu lembut.
Dinda diam menatap Arjuna yang menjelaskan sedari tadi.
Tes
Tes
Tes
"Hey...kenapa menangis,apa yang sakit..kata kan pada ku,kita ke rumah sakit sekarang...!" Ucap Arjuna gugup sambil menunduk melihat wajah cantik yang menangis itu.
"Aku membenci kakak...!" Ucap Dinda .
Deg....
Setelah sekian lama mereka bertemu,ini pertama kali nya Dinda menyebut nya kakak lagi seperti dulu,apa Dinda sudah menerima nya,ah apa Arjuna salah dengar.
"Apa yang kau kata kan,apa aku salah dengar..?" Ucap Arjuna meyakinkan.
__ADS_1
"Yaa benar,aku membenci kakak,kakak selalu berbuat semau kakak,tidak pernah mendengar kan ku,tidak tau apa yang aku mau,kakak egois aku membenci kakak,kenapa tidak mendengar kan ku,kakak sedang sakit,apa salah nya menginap satu malam di sini,apa kakak tidak mau di sini bersama aku dan Lee,kalau iya kenapa kami di tahan di sini, sementara kakak pergi dari mansion meninggal kan kami..!" Ucap Dinda menuang kan segala nya,benar ini adalah titik lemah nya,titik lemah seorang wanita,sekuat apa pun ia menahan,tetap semua nya akan meledak ,hingga ia menumpahkan segala nya,ia tak sanggup lagi menahan,dengan pura-pura tidak peduli,ia pun tak bisa melihat lelaki di depan ini terjadi sesuatu yang bisa membahayakan diri nya sendiri.
Grep
Arjuna memeluk Dinda dengan tersenyum ,dia juga ikut menetes kan air mata mendengar pengakuan Dinda ,pria memang tidak peka,ia tak tau apa yang ada di hati wanita nya.
"Sayang,maaf kan aku,maaf kan aku...!" Ucap Arjuna berulang kali sambil mengecup pucuk kepala Dinda .
"Jangan menangis lagi,maaf kan aku,aku akan menuruti semua yang kau mau,aku janji,ku mohon jangan menangis lagi..maaf kan aku..!" Tambah Arjuna sambil mengelus Surai panjang Dinda .
Arjuna melonggarkan pelukan nya dan mencium kening Dinda .
Cup
"Terimakasih,aku janji akan membahagiakan kalian,kita mulai semua nya dari awal..!" Pinta Arjuna .
"Aku perlu waktu ..!" Balas Dinda .
"Aku mengerti,kita pelan-pelan saja,biar kan semua nya berawal kembali ,aku tak mau memaksa mu,aku hanya ingin kau menerima ku kembali,menikah lah dengan ku..!" Pinta Arjuna kembali,entah berapa kali ia mengutarakan itu,tapi ia tak pernah akan bosan sampai Dinda mau menerima nya.
"sekarang tidur lah,ayo aku antar ke kamar..!" Kata Arjuna merangkul Dinda menuju kamar,ia membantu Dinda menaikkan selimut,namun tangan nya di tahan Dinda .
"Aku tak akan ke apartemen,aku akan tidur di sana..!" Kata Arjuna seolah paham dengan maksud Dinda .
"Tapi kakak sedang sakit,biar aku tidur di sofa dan kakak di sini agar nyaman ..!" Ucap Dinda yang masih menahan tangan Arjuna .
"Aku tidak akan membiarkan mu tidur di sofa sana,kau tau itu,jadi diam dan istirahat lah di sini,aku akan membersihkan diri dulu...!" Ucap Arjuna berlalu ke kamar mandi.
🌹🌹🌹🌹
segini dulu yaa
__ADS_1
nanti di tambah lagi kalo banyak komentar nya.. Terimakasih untuk dukungan kalian yang luar biasa.
Yang baca wajib like yaa..😘😘